"Hana ... Siapa ayahnya?" Lucas bertanya yang ia sudah tahu jawabannya. Hana, calon istrinya sedang mengandung. Harusnya ia merasa bahagia jika ia ayah bayi Hana. Nyatanya tidak. Ayah bayi Hana bukan dia. Dan itu artinya Hana berselingkuh.
"Maafkan aku ..." Hana mulai menangis. Ia menyentuh tangan Lucas.
"JANGAN SENTUH AKU. AKU AKAN MEMBATALKAN PERNIKAHAN KITA." Lucas membanting pintu kamar. Tadi ia membawa Hana ke dokter karena Hana sakit. Tetapi malah kabar yang sangat tidak menyenangkan yang ia dapat.
Bayi yang dikandung Hana bukan hasil perselingkuhan. Ayah bayi Hana adalah adik dari Lucas, Luke.
Sebulan yang lalu Luke membohongi Hana bahwa Lucas ingin bertemu dengan Hana di hotel. Hana tidak mencurigai Luke karena Luke adik calon suaminya, yang nantinya akan jadi adiknya juga. Malam itu Hana diberi obat. Dan hasilnya adalah bayi di perut Hana.
Orang tua Hana dan orang tua Lucas bertemu. Mama Lucas bertanya ke Hana. "Hana ... Katakan ke mama siapa ayahnya? Mama harus tahu."
Hana bingung. Pernikahannya sudah pasti batal. Hari bahagianya dengan Lucas telah berakhir. Hana memandangi Luke. Sedari tadi Luke hanya diam. Ia juga bingung. Ia tidak menduga kejadian malam itu akan membuatnya menjadi seorang ayah.
Mama Lucas melihat Luke. "Apa kamu ayah bayi Hana?"
Luke mengangguk pelan. Ia merasa sangat bersalah. Lucas langsung memukul Luke. "DASAR BAJINGAN." Tangan Lucas terasa sakit. Apalagi hatinya, sangat sakit. Adiknya sendiri yang menghamili calon istrinya.
"Pa, pernikahan jangan dibatalkan. Kita harus menikahkan Hana dengan Luke karena anak yang dikandung Hana itu cucu kita." Mama Lucas dan Luke memutuskan untuk mengganti pengantin pria untuk Hana.