Elaine adalah seorang pelajar di SMA Yooseon, Korea Selatan. Dia termasuk siswa yang rajin dan sangat memanfaatkan waktu.
Suatu hari, saat Elaine sedang berada di sekolah, ia mendapat undangan hari ulang tahun dari teman dekatnya.
"Hai teman teman, lusa adalah hari ulang tahunku.. ini undangan untuk kalian! Jangan lupa datang, ya!" cakap Cessie sambil membagikan undangan pada teman temannya satu persatu. Termasuk Elaine.
"Pasti! Aku akan datang lebih awal dari kalian." ucap Elaine sambil tertawa lebar.
Esoknya, Elaine bangun terlambat karena semalam ia harus mengerjakan tugas yang diberikan oleh Bu Mei.
"Jam berapa ini?" batinnya sambil melirik ke arah jarum jam.
Ia sangat terkejut ketika melihat arah jarum jam menunjukkan pukul 10 pagi. Padahal biasanya ia bangun pukul 5 pagi.
"Untung saja hari ini adalah hari Minggu. Tapi kenapa Mamah tidak membangunkan ku, sih!" ucapnya kesal sembari bangun dari ranjangnya.
Elaine pun mandi kemudian pergi ke ruang makan dengan wajah cemberut.
"Kenapa Mamah tidak membangunkan ku pagi ini?" tanya Elaine merasa kesal.
"Karena Mamah tau kau pasti sangat lelah. Lagipula ini hari Minggu, apa salahnya?" kata Mamah Elaine.
"Baiklah baiklah...," Elaine mengalah.
Sore hari itu, Elaine pergi ke toko swalayan terdekat dari rumahnya untuk membeli hadiah ulang tahun untuk Cessie besok pagi.
"Ngomong ngomong... Cessie itu lebih suka barang yang seperti apa, ya?" batinnya.
Elaine mengelilingi seluruh isi toko swalayan untuk memilih hadiah yang paling tepat untuk diberikannya pada Cessie.
Tap. Ia berhenti tepat didepan sebuah boneka besar yang kelihatannya cukup mahal.
Ia perlahan melihat bandrol boneka itu. "A.. apa?!! Kenapa harganya mahal begini?" keluhnya sedikit menyesal.
"Tapi tidak apalah. Aku yakin Cessie pasti sangat senang jika aku memberikannya boneka besar itu." kemudian Elaine pun mengambil boneka tersebut dan membayarnya di kasir.
Sampai di rumah, Ibunya memberi tahu kepada Elaine kalau besok neneknya akan datang mengunjungi rumahnya.
"Sayang, besok Nenekmu akan datang ke sini. Kau harus membantu Mamah menyiapkan makanan untuk Nenek, oke?" pinta Mamah Elaine.
Elaine terdiam. Dia bingung akan kedatangan Neneknya besok.
"Ta.. tapi Mah, besok aku harus datang ke acara pesta ulang tahun temanku, Cessie." keluhnya sambil tertunduk kebawah.
"Memangnya besok jam berapa?" tanya Mamahnya.
"Jam 8 pagi aku harus sudah datang ke rumah Cessie." jawab Elaine sambil melihat jam tangannya dengan raut wajah bingung.
"Nenekmu akan datang jam 10 pagi. Kau bisa memanfaatkan waktu untuk datang ke pesta ulang tahun temanmu terlebih dahulu." jelas Mamah Elaine sembari mengelus kepala Elaine.
"Baiklah." Elaine pun mengangguk dan kemudian pergi ke kamarnya untuk membungkus hadiah ulang tahun yang akan diberikannya pada Cessie.
Esok pun tiba, Elaine sengaja bangun pukul 4 pagi agar ia bisa membagi waktu.
"Aku lupa! Aku harus datang ke rumah Hart untuk mengambil buku fisika! Ya ampun," cetusnya sambil berlarian ke sana kemari mencari pakaian yang cocok untuk dipakainya.
"Cepat cepat cepat!!!!" Elaine lagi lagi ribut dengan dirinya yang benar benar sibuk.
"Mah! Aku pergi ke rumah temanku, ya." ucap Elaine sambil berlari keluar dari rumah.
Mamah Elaine hanya bisa menggeleng kepala karena melihat putrinya terburu buru.
Sampai di rumah Hart, Elaine langsung di suruh untuk duduk dan minum teh hangat terlebih dahulu oleh pelayan di sana.
"Makasih," kata Elaine setelah menerima teh hangat dari pelayan.
"Sama sama." balas pelayan itu sambil tersenyum ke arah Elaine kemudian pergi.
"Eh, Elaine. Pagi pagi sudah sampai di sini?" sapa Hart merasa heran dengan kedatangan Elaine sepagi ini.
"Iya. Aku kemari ingin meminjam buku fisika padamu."
"Baiklah, aku ambil dulu didalam. Kau tunggu di sini saja." cetus Hart yang kemudian berjalan menuju kamarnya.
Tak lama kemudian, Hart kembali ke ruang tamu dan memberikan buku fisika itu pada Elaine.
Setelah menerima buku fisika dari Hart, Elaine langsung kembali ke rumah dan bersiap siap untuk datang ke acara pesta Cessie.
Waktu menunjukkan pukul 8 pagi, Elaine sudah siap untuk ke rumah Cessie dan merayakan hari ulang tahunnya.
Sampai di rumah Cessie, ternyata Elaine adalah orang terakhir yang datang. Seluruh teman sekelasnya sudah datang terlebih dahulu sebelum Elaine.
"Loh? Bukannya ini jam...." ucapan Elaine terputus saat dirinya melihat ke arah jam tangan yang ia pakai.
Ternyata Elaine salah melihat arah jarum jam. Ini sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan bukan 8 pagi.
"Yah.. aku terlambat." keluhnya sambil menaruh hadiah yang ia bawa.
"Tidak masalah. Nikmatilah acara pesta hari ini. Terima kasih untuk hadiahnya." kata Cessie sambil tersenyum lebar ke arah Elaine.
Tetapi Elaine tetap murung dan dia sangat menyesal kenapa hari ini begitu padat.
Waktu berjalan begitu cepat, waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi.
Acara pesta belum selesai, namun Elaine terpaksa harus segera pulang karena Neneknya akan datang sebentar lagi.
"Maaf teman teman, aku ada urusan.. Nenekku akan datang ke rumah, dan aku di suruh oleh Mamahku untuk membantunya menyiapkan makanan untuk Nenek. Aku harus cepat!" ucap Elaine sambil berlari keluar dari rumah Cessie.
Mereka yang melihat tingkah Elaine pun tertawa dan membicarakannya terus.