Ku patut diriku di cermin ku pandangi wajah pas-pasan dan tubuh yang tak tinggi ini bahkan saudara dan teman sering meledek ku dengan panggilan bogel.
Namun jangan salah hari ini aku akan menemui kekasih hatiku yang cantik bak boneka barbie.
Aku mengenalnya lewat aplikasi berlogo F lalu berlanjut dengan berkirim pesan dan panggilan vidio.
Ku langkah kan kaki menuju bandara, karena kekasih ku Hayalini tinggal di Propinsi lain.
Ketika pesawat mendarat ku pandangi setiap gadis di bandara berharap bertemu secepatnya dengan wanita sempurnaku itu.
"Halu! " Terdengar sebuah suara memanggil ku
"Haya? " Ku pandangi wajah cantik yang selama ini hanya bisa ku lihat dari layar HP ku
Baju berlengan panjang berpadu rok panjang berwarna senada dan rambut yang ia biarkan tergerai.
"Ya Tuhan Bidadari ku sungguh sempurna. " Batin ku
"Gimana cape perjalanannya? "
"Ah ga cape, demi kamu jangankan antar propinsi antar planet pun akan ku lalui. " Ku jabat tangan nya dan akan mencium kening nya namun ia mundur tak ingin aku melakukannya.
"Maaf Ya, "
"Tidak apa, tapi aku ingin kita tidak melampaui batas sebelum janur kuning melengkung apa bisa Lu? "
"Tentu saja, bahkan karena itu sekarang aku yakin untuk meminang mu. "
"Apa? " Ia menatap ku tak percaya
"Aku takut jika nanti kelamaan kamu akan diambil orang Ya, tapi beginilah keadaan ku tidak tampan dan tidak tinggi. Apa kamu mau menjadi istriku? "
"Tapi Lu, apa kamu tidak akan menyesal menikahi aku wanita yang belum kamu kenal? "
"Tidak! Aku tidak akan menyesal menikah dengan mu kamu adalah wanita cantik dan sempurna. "
Kami menuju sebuah mobil di parkiran ternyata ia menyetir sendiri untuk menjemput ku.
"Ya! Mampir ke tempat yang jual perhiasan dulu ya!"
"Mau ngapain?"
"Aku ga bisa lama di sini mungkin sore nanti aku sudah harus pulang dan aku tak ingin menyianyiakan waktu aku ingin melamar mu. "
"Kamu serius? "
"Itu lagi... Itu lagi.. Emang menurut mu aku itu tukang tipu yang suka PHPin anak orang apa? Ya serius lah. "
Aku dan kekasih ku yang cantik Halalini membeli dua cincin dan satu set perhiasan emas sebagai tanda pengikat diantara kami.
Sesampainya di rumah Aya hanya ada kedua orang tua Aya yang sudah sangat renta, ku jabat tangan mereka dan menciun nya dengan takjim dan ku utarakan niat ku untuk melamar kekasih ku itu.
Terlihat dari raut wajah mereka yang semula biasa saja menjadi kaget dengan tatapan membelalak melihat ke arah ku dan Aya
"Apa kamu serius mau menikahi putri ku? " Dengan suara bergetar khas kakek-kakek
"Serius secepatnya saya akan mengurus segala persyaratan nya dan menikahi anak bapak! "
Mereka masih tak percaya bahkan beberapa kali ingin mengatakan sesuatu namun ia urungkan dan akhirnya menyerahkan segala urusan pada ku dan Aya.
Dua minggu kami hanya berhubungan lewat layar handphone mengurus segala persyaratan dan akhirnya bersama kedua orang tua ku dan rombongan aku datang kembali ke kotanya kali ini untuk melangsungkan pernikahan meski sangat sederhana.
Ku berikan berbagai seserahan mewah yang menghabiskan ratusan juta bukan karena aku kaya, semua itu aku beli dari hasil menjual tanah warisan keluarga.
Demi wanita secantik dan sebaik Hayalini aku rela memberi semua yang terbaik untuknya.
Hingga akhirnya wanita itu resmi menjadi istriku.
Ku cium dahinya di hadapan semua yang hadir mungkin kalau tak malu akan ku cium seluruh wajah dan tubuhnya yang sempurna itu.
Hingga saat malam pertama, setelah mengantarkan kedua orang tua ku berserta rombongan kembali ke kotaku, disebuah kamar yang berhias bunga ku dekati istriku tercinta dan aku mulai menciumi wajahnya namun aneh setelah kecupan bertubi-tubi ku daratkan di wajah dan bibirnya terlihat kulit yang tak semulus biasanya.
"Aya apa ini kenapa wajah mu belang?"
"Oh sebentar aku hapus make-up ku dulu ya Lu! " Dengan santai ia melangkah menuju meja riasnya dan berbagai benda ia cabut dari wajah itu ada sesuatu yang mirip dengan sebuah lakban bening lalu sesuatu yang ia juga keluarkan dari hidungnya kemudian ia mulai membersihkan make-up hingga tampaklah wajah istriku yang semula putih, dengan pipi tirus dan hidung mancung itu berubah menjadi seorang wanita tua yang mungkin usianya lebih dari 40 tahun dengan wajah bulat yang kulitnya sedikit turun dihias kerutan tipis di samping mata dan bibirnya.
"Aaaaaa..... Siapa kamu? "
"Halu prakasa sayang, ini aku istrimu. " Ia menghampiriku yang membuat ku takut.
"Ke.kenapa wajah mu? "
"Ini namanya make-up sayang. Ya beginilah aku jika tak memakai riasan. "
"Ja. Jadi dari tadi aku mencium topeng! " Setelah kata itu keluar entah apa yang terjadi, saat aku sadar aku sudah berada di ruangan serba putih, dan sebuah infus terpasang di tangan kiri ku.
Hatiku hancur tak bersisa bukan tertipu cinta tapi tertipu usia, ternyata aku menikahi wanita yang lebih pantas menjadi ibu ku.