Pagi yang indah, aku berjalan pergi bersama dengan dia. Hatiku yang sudah pemuluhan karena rasa sakit, kini bertambah lagi dipagi hari yang indah. Saat kita bersama, apa salahnya kalau aku tidak ikut. Kenapa kamu memaksa diriku, yang tidak ingin pergi.
Kamu yang tidak tahu akan diriku,katena kanu tidak sadar akan kehadiran diriku. Kamu yang merasakan rasa yang berbeda akan diriku. Aku memang tidak bisa mengatakan sebenarnya karena kamu juga tidak bisa mengatakannya dengan jelas.
Apa salah diriku, yang seperti ini?
"Kamu salah,"kata Ranti dari belakang.
Aku menoleh,"Ternyata kamu. Emang mana yang salah."
"Karena kamu tidak jujur dengan hati kamu,"ucap Ranti.
"Bagaimana aku mau jujur jika dia saja tidak bisa jujur,"kata Mira.
"Benar juga ya,"ucap Ranti.
"Kamu itu buat orang naik darah,"kata Muri.
Ranti hanya tersenyum,"Maaf...maaf aku salah deh."
"Jadi gimana mau kamu dengan hati kamu yang sudah berlabuh dihatinya tapi tidak berbalas,"kata Ranti.
"Aku tidak tahu, harus bagaimana lagi,"kata Mira.
Jika kita berjodoh kita akan bertemu. Penyesalanku adalah karena dirimu yang tidak bisa melihat diriku. Dengan mulutny kamu mengatakan kata suka kepada orang lain dihadapanku.
Itu yang membuat hati ini sakit, tidak hanya itu saat hati ini mulau penyembuhan kamu lukai lagi dengan kata yang menurut kamu penting. Tapi bagiku itu biasa yang menusuk karena kamu tidak melihat keadaan lawan bicara kamu.