Dimalam pernikahan mantanku, Aku hamil,,
"iyya, aku hamil," gumamku yula pada saat tespeck yg ada ditanganku menunjukan garis 2.
aku berjalan keluar dari kamar mandi dengan perasaan tidak karuan, "bagaimana ini,, apa aku harus bilang padanya?? tapi aku takut dia tidak mau bertanggung jawab," yula mondar mandir gelisah.
ceklek,,
kamar terbuka, "loh, kebapa loe belum siap sih yul, ini sudah jam berapa??" kata ica begitu masuk dalam kamar yula.
"iya,, ini sudah mau ganti kok, tunggu bentar yah" ucap yula dengan menyembunyikan kekhawatirannya.
yula dan ica sampai diacara pernikahan Aris (mantan yula). awalanya biasa saja, tapi pas masuk yula begitu terkejut melihat ada seseorang juga yg ada digedung itu, yula sudah mulai panik sebenarnya, tpi dia mencoba biasa karena takut ica akan curiga.
"cari makan dulu yuk yul,sama minum dulu, sebelum kasih selamat pada mantan loe itu" ajak ica, "emmmm,,, iyya" jawab yula sedikit malas.
"hai,,,"sapa rendy pelan sambil menepuk bahu yula pelan, yula menoleh keasal suara, "hei,,," jawab yula gugup,,
"mau makan apa??" tanya rendy "masih belum tau, belum selera" jawab yula pelan. ica sudah lahap makan makanan yg sudah dia ambil, sedangkan yula hanya duduk disampingnya.
"ca,, cepetan. habis kasih selamat aris langsung pulang yah,, aku capek" yula yg sudah mulai bosan, dan juga malas sebenarnya. "iya iya,, ini juga sudah kok" sahut ica sambil mencebikkan bibirnya.
yula dan ica naik pelaminan berdua, sebenarnya berat buat yula untuk naik kesitu, yah, yula sebenarnya masih sayang sama aris.tapi, berhubung aris sudah dijodohkan maka mereka harus merelalan cinta mereka.
"selamat yah buat kalian." ucap yula sedikit gemetar karena menahan tangis, "iyya trimakasih sudah datang yul" ucap ria istri aris, yula mencoba menampilkan senyum tulusnya,
sepulang dari nikahan aris, yula termenung di balkon kamarnya,
tok tok tok
pintu kamar diketuk "masuk " jawab yula dari kamar.
ceklek,,, "yula sayank" bu rahma ibu yula masuk kedalam kamar, bu rahma menghampiri putrinya yg sedang dibalkon
bu Rahma terhenti kala melihat benda yg ada diatas meja rias yula, Deg,,, bu rahma gemetaran "apa ini benar" lorih bu rahma, air matanya sudah meluncur begitu saja, yula yg melihat ibunya menangis langsung menghampirinya,, "ads apa bu??" tanya yula,, yula kaget ketika bu rahama sudah memegang tespeck punya yula.
"maafkan yula bu,, yula khilaf, yula salah, maafkn yula bu," tangis yula pecah, yula luruh kelantai sambil memegangi kaki ibunya.
"siapa bapaknya yula,, apa aris??" tanya bu rahma smbil terisak.
"bukan bu" jawab yula tak kalah isakanya,,, "lalu siapa naak?? apa ibu pernah mengajarkanmu tentang seperti ini,, ini dosa sayang, telfon bapak dari anak itu sekarang" terang bu rahma jelas dibarengi tangis. "tapi yula takut bu,, yula takut kalo dia tidak mau bertanggung jawab" yula mengeratkan pelukan dikaki ibunya..
"coba suruh dia datang kerumah, biar ibu yang bicara" suruh bu rahma tegas.
yula lalu mengambil hpnya dan menelfon.
tok tok tok "asslamu'alaikum,,," ucap pria dari ambang pintu
"wa'alaikum salam, masuk nak rendy" ucap bu rahma ramah.
"bu apa yula ada??" tanya rendy "ada, sebentar lagi turun dari kamarnya, tunggu sebentar sambil ibu buatin minum" ,, "trimakasih bu merepotkan saja" ucap rendy sungkan"gapapa" ucap bu rahma yg sebenarnya menahan diri dari emosi.
yula yg baru turun dari kamar langsung melihat adanya rendy diruang tamu, yula mulai gugup, tpi ini yg harus dia lakukan saat ini agar semua jelas.
"maaf menunggu lama" ucap yula sambil duduk disofa besebrangan dengan rendy, by"gpp,, ada apa?? apa ada yg serius sampai aku di suruh datang?" mata rendi yg tak bisa berpaling dari wajah yula.
"ibu mau ngomong,," sahut bu rahma dari arah dapur" ibu yg menyuruh yula menghubungimu"
"apa ada yg terjadi bu?" jawab rendy gugup,
"rendy,,, apa kmu pernah melakukan perzinaan dengan yula" tanya bu rahma to the poin.
rendy gugup, sambil melirik kearah yula yg masih menundukkan wajahnya rendy mengangguk.
bu rahma menghela nafas kuat, dia tau putrinya salah, dia juga merasa gagal mendidik anaknya.
"berarti dia adalah bapak dari anak yg kamu kandung?" tanya bu rahma pada yula, yula hanya mengangguk takut.
rendy yg kaget saat otu juga lngsung berdiri menghampiri yula "apa benar kamu hamil anakku?" tanya rendy yg sudah duduk di depan yula,, yula hanya mengsngguk, tak berani mengangkat wajahnya, dia hanya menangis.
"knp kamu tidak bilang,, hemm??" tanya rendy lembut sambil mengelus tangan yula
"aku takut,,, taku kamu tak mau mengakuinya" tangis yula semakin menjadi,,
"bu izinkan saya menikahi putri ibu" izin rendy dengan tulus pda bu rahma "apa nak rendy seeius, apa nak rendy sudah siap untuk tanggung jawab semuanya, apa nak rendy nantinya tidak akan meninggalkan putri ibu?" cerca bu rahma tapi masih haluseski air matnya tak henti keluar,
"saya janji bu, saya akan tanggung jawab atas diri yula, dan saya juga sangat sayang sama yula sudah dari SMA dulu bu" jawab rendy tegas. yula yg masih sesenggukan tak percya dengan apa yg dikatan rendy barusan. karena yula selama ini tak pernah tau tentang itu, mangkanya,,,,
flashback
"kenapa kamu menangis hemm,,?" tanya rendy pada yula yg menangis dipinggir jalan.
"tidk, aku tidak apa apa." jwb yula masih dengan tangisnya
"apakah pria didunia ini hanya aris seorang? apakah tidak ada yg lain lagi?" tanya rendy lagi, dia sebenarnya tau apa yg mmbuat yula menangis
yula memberanikan untuk melihat wajah rendy "apa maksudmu??"
"tidak ada,, tpi masih ada pria lain yg jauh lebih menyayangimu selain dia" jwb rendy lagi "ikut aku yuk,, gak lucu aja cewek cantik menangis dijalanan begini" ajak rendy "kemana ren,,, kamu gg akan jahatin aku kan??" tanya yula "apa aku ada tampang jahatnya, kamu sudal kenal aku dari dulu kan???" timpal rendy
akhirnya yula iki rendi ke apartemennya,, "kenapa kesini??" tanya yula ketika berada di apartemen "kenapa?? apa gg suka hemm,,," tanya rendy
"aku takut aja kamu khilaf" "kalaupun sampai khilaf aku akan bertanggung jawab."
dan yah,, malam itu memng mereka melakukan hal yg tidak diperbolehkan
flashback off
selang satu minggu dari malam rendy mengetahui bahwa yula hamil, rendy lngsung membawa orang tuanya untuk melamar sekaligus untuk menikah, karena rendy tidak mau lama-lama agar janin yg ada dikandungan yula juga blm terlalu besar .
"bagaimana para saksi SAH" kata pak pengulu
"SAH" serentak para saksi
alhamdulillah,,,
#maafkan othor yah, masih pemula,ini juga yg pertama nyoba, ingin sekali nulis, tpi taku banyak yg bulli,,, maaf yah kalo banyak yg kurang,,,