"Refa sayang...kamu gak ada jadwal kuliah?"tanya sang bunda sambil menepuk lengan refa.
"iya bun 5 menit"ucap refa sambil menarik selimutnya hingga menutupi seluruh badannya.
"gak ada 5 menit!cepet bangun terus mandi!"suruh ibunda refa lalu menyibakan tirai jendela kamar refa.
"bunda tunggu dibawah"
"iyaiya"Refa pun bangun lalu mandi dan turun kebawah untuk sarapan.
"PAGI!"teriak refa sambil menuruni tanggal dengan membawa tas di legan kanannya.
"aku berangkat ya ya bunda ayah"pamit refa pergi dengan roti di bibirnya.
"Hati-hati"ucap bunda rosa kepada anaknya.
**
Refa sedang berada di kelas degan serius meperhatikan materi yang sedang di terangkan.
°Ting
"tumben banget bunda nyuruh gue pulang cepet?"
refa yang telah selesai dengan pembelajarannya di kampus langsung bergegas pulang tanpa berkumpul dengan teman-temannya seperti biasa.
**
"halo bundaaa"sapa refa sambil memeluk rosa yang sedang bersantai di teras rumah.
"ikut bunda sebentar"ajak rosa menuju kamarnya.
"nanti malam jam 7 akan ada acara di rumah kita, kamu pakai ini ya"rosa memberikan sebuah dress biru selutut kepada refa.
"oke"
refa menggambil dress tersebut tanpa bertanya lalu pergi kekamar.
jam telah menunjukkan 7 malam itu waktu nya acara akan dimulai.
tok..tok..
"refa bunda tunggu dibawah"
"iya bunda"
refa pun beranjak dari kamarnya menuju lantai bawah. ia melihat beberapa orang disana sedang berbincang.
"sini sayang"suruh rosa setelah melihat kehadiran refa.
"ini verrel"tunjuk rosa kepada pria didepannya itu.
"tunangan kamu"
"uhukuhuk"ucapan rosa seketika membuat refa terbatuk padahal refa sedang tidak makan atau meminum apapun.
"minum dulu minum"panik rosa langsung mengodorkan air kepada refa.
"maksud bunda apa?!"ucap refa seketika meninggi.
"tenang dulu sayang"
"kamu gak malu emang sama calon tunangan kamu?"lanjut rosa sambil mengelus punggung refa.
"kenapa bunda gak bilang sama aku?!"
"kamu gak nanya"jawab rosa lalu beralih menatap verrel, calon tunangan anaknya.
"maaf ya verrel refa cuma agak kaget aja"ucapan rosa hanyak diangguki verrel dengan senyuman.
"gimana kalo kita makan dulu? ayah udah laper bund"ucap saga, yang baru saja datang dengan liam dia sampingnya, mereka baru saja bertemu kangen dan membicarakan soal pertunangan anak mereka.
"giliran makan cepet lu"ucap liam kepada saga, karena sahabatnya dari dulu memang tidak berubah.
"ayoayo kita makan dulu"
selesai makan mereka membicarakan tentang pertunangan.
"refa gak mau dijodihin!!"
"refa...kamu sama verrel jalani pelan-pelan saja dulu, jangan buru-buru nak, yakan jeng?"ucap bu rosa sambil meminta persetujuan sinta-ibunda verrel.
"iya kamu sama verrel pelan-pelan aja yang penting pasti"ucap sinta diselingi gurauan.
refa menarik nafas dalam-dalam lalu meminta izin untuk kekamarnya.
kamar refa
"aaaa masa nasib gue jadi gini sih!" kesal refa sambil menatap wajahnya dicermin.
"capeee mau tidur"
dipagi hari yang cerah
"aku berangkat dulu bund, yah"pamit refa sambil berjalan keluar rumah.
"hati-hati"ucap saga.
"eh eh sarapan dulu sayang!!"teriak rosa dari dalam.
"pagi"ucap seseorang yang sedang berdiri di depan rumah refa sambil tersenyum.
refa yang melihat itu hanya acuh tak peduli.
"ayo saya antar kamu"ucapnya sambil menahan lengan refa.
"gak usah ganggu hidup gue! gua gak bakal cinta sama lo"tegas refa sambil menunjuk-nunjuk muka verrel.
"kamu jangan salah paham dulu refa, kita jadi teman bisa?"tanya verrel masil memegang lengan refa.
"nggak!!"ucap refa lalu pergi menghampiri ojek online yang sudah ia pesan.
verrel langsung memasuki mobil dan mengikuti ojek tersebut, ia ingin memastikan refa selamat sampai tujuan, jika refa sudah sampai denga selamat ia bergegas pergi menuju kantornya.
"LIA GUE MAU NANGIS!!"teriak refa berlari memghampiri lia sahabatnya.
"Kenapa lo?"tanya lia.
"vera kemana?"tanya refa yang menyadari bahwa satu sahabatnha tidak ada.
"belom dateng"
"lu kenapa tadi?"lia penasaran mengapa muka temannya ini seperti tidak semanggat hidup.
"gua dijodohin aaaa liaa gimana inii gue gak sanggup hidup lagi kalo gini caranyaaaa mau pindah planet tau gaak"ucap refa panjang lebar sambil nangis bombay.
"HAH!!SERIUS LO!" Lia kaget langsung membekap mulutnya spontan.
Refa menelungkupkan kepalanya dimeja, ia tidak sanggup lagi hidup dibumi ini.
"BAGUS DONG!"ucap lia bersemanggat. refa yang mendenggar itu langsung menggangkat kepala nya dan menatap tajam lia.
"bagus palelo"uca refa lalu bangkit pergi kemejanya dengan malas.
"dengerin gue dulu anjir!"
"lo kan jomblo abad..."ucap lia terputus karena refa langsung melemparkan pulpen yang ia pegang kemuka lia.
"HEH!!"
waktu pulang pun tiba.
refa bergegas pergi meninggakan kelas.
"kemana lo?"tanya vera yang melihat refa bangkit dari duduknya.
"pulang,tidur."jawab refa lalu pergi meninggalkan vera yang ingin melayangkan pertanyataan lain kepadanya.
**
"huuuh cape banget gue hari ini"
"tapi gabut"
"kemall kali ya ajak bunda?"
"tapi gue masih kesel"
"bodoamat ajak aja biar duit gua tetep utuh"ucap refa bangga dengan pola pikirnya.
"bund mall yu"ajal refa sambil tiduran di kasur besar kamar bundanya.
"kamu udh gak marah sama bunda?"tanya rosa sambil bercermin.
"mana bisa aku marah sama bunda sih" ucap refa sambil memainkan ponsel gengamnnya.
"heleh bilang aja kamu mau bunda belanjain"
"yaelah bund sama anak sendiri jugaan"ucap refa nya dijawab deheman oleh rosa, rosa sangat tau dengan sifat anaknya ini.
"jadi gak?siap-siap sana"
"iyaiya hehe"
refa pun berganti pakaian lalu kekamar rosa.
"ayo bund"
"sayang bunda lupa hari ini ada arisan ibu-ibu dirumah bu gina"ucap rosa sambil membaca grup ibu-ibu di ponsel nya.
"yaahh bundaaa aku males bodo"kesal refa lalu ingin pergi menuju kamar nya namun rosa menahan lengan refa mengajaknya ke teras rumah.
"ngapain sih bund?katanya mau ada arisan"bingung refa.
"sebentar lagi"ucap rosa.
tidak lama kemudian mobil sedan memasuki pekaragan rumah lalu turun lah verrel dengan berpakaian casual kemudiam menyalimi rosa.
"tolong temenin refa ya verrel soalnya tante ada arisan ibu-ibu komplek"ucap rosa sambil tersenyum ramah.
"iya tante dengan senang hati"
"ayo refa"ajak verrel kepada refa yang masih diam memperhatikannya.
"bunda apa-apaan sih!!" ucap refa meninggi.
"bunda minta tolong verrel temenin kamu ke mall karena bunda tau kamu bakal marah kalo gak jadi ngemall yakan"jelas rosa.
"gak mau!udah gak mood!"
"sayang..jangan gitu dong, bunda gak enak kalo kamu gak jadi"
"kasian verrel udah jauh-jauh kemari" ucap rosa berusaha merayu refa.
"yaudah ayo!"
"inget ya ini karna bunda gak enak sama lo!jadi jangan berharap yang enggak-enggak!"ucap refa memperingati verrel lalu pergi memasuki mobil tempat penumpang.
"heh heh verrel bukan supir kamu refa!"ucap rosa saat melihat refa memasuki tempat duduk belakang.
lalu refa segera membuka pintu tepat disebelah pengemudi.
"maaf ya verrel refa emang gitu"ucap rosa lelah dengan kelakuan putrinya.
"gapapa tanten, yaudah saya nemenin refa dulu ya"ucap verrel diiringi kekehan.
"hati-hati ya"
**
didalam mobil diselimuti keheningan dengan verrel yang fokus menyetir dan refa yang melihat pemandangan dari jendela mobil.
refa sebenarnya tidak suka dengan keheningan tapi di juga enggan untuk memulai pembicaraan dengan verrel.
"kamu kuliah jurusan apa fa?" tanya verrel memulai pembicaraan.
"kepo"jawab refa acuh.
"makanan kesukaan kamu apa?"tanya verrel lagi.
"kepo"
"kamu mau belanja apa nanti?"
"kepo banget si jadi orang"kesal refa karena terus ditanya dengan pertanyaan yg tidak penting menurut nya.
"Hahahaha"refa yang mendengar tawa verrel langsung menoleh dan menatap verrel tajam.
"prik sumpah ni orang jauh-jauh deh lo" ucap refa menatap verrel seram.
"kamu gemes ya"ucap verrel sambil mengelus singkat rambut refa.
"heh jangan deket-deket lo!! gua gigit ni"ancam refa ketakutan.
tapi yang diancam hanya menanggapinya dengan kekehan, refa sangag lucu menurutnya.
setelah beberapa menit perjalanan mereka pun tiba disalah sagu mall dijakarta.
refa langsung keluar dan berlari masuk kedalam pasar, mall yang dituju refa dan verrel memang agak sulit jalannya, maka dari itu verrel memarkirkan mobilnya jauh dari mall.
verrel yang sadar bahwa didekatnya tidak ada refa langsung mencari keberadaan anak itu.
sudah hampir sepuluh menit ia mencari tetap tidak menemukan keberadaan refa.
tiba-tiba ia mendengar suara pertengakaran yang tidak jauh dari sana.
"sebentar ya ibu saya ambil uangnya dulu di mobil, dompet saya ketinggalan"
ia melihat refa sedang adu mulut dengan salah satu pedagang makanan disana dan menyadari bahwa sudah banyak makanan yang berserakan disana.
"gak bisa neng saya gak mau tau harus gantiin dagangan saya!! saya rugi banyak ini tau gak!!"ucap ibu pedagang itu sambil berdecak pinggang.
"kenapa?" tanya verrel sambil melihat mata refa yang sudah berkaca-kaca.
"ini ni mas, neng ini nabrak dagangan saya tapi gak mau ganti rugi"ucap ibu itu berapi-api.
"bukan gitu ibu, kan saya sudah bilang dompet saya ketinggalan"ucap refa selembut mungkin.
"saya mau ngambik dompet dimobil malah gak dibolehin pergi, terus saya ajak ibu buat ikut ke mobil saya juga gak mau"ucap refa lelah dengan perkelahian adu mulut ini.
"ini semua berapa bu ganti ruginya?" tanya verrel kepada ibu pedagang.
"200ribu mas"jawab ibu itu lalu verrel mengeluarkan uang 300ribu dari dompetnya dan memberikan kepada ibu pedagang.
"ini buat ibu "
"makasih mas, neng pacarnya baik banget jagain baik-baik jangan sampe dia diambil orang lain, makasih mas sekali lagi" ucap ibu pedagang lalu pergi meninggalkan verrel dan refa.
lalu refa pergi diikuti verrel mengekor dibelakangnya.
"biar gak ilang lagi"ucap verrel sambil mengandeng tangan refa menuju kedalam mall, refa yang di gandeng hanya diam tidak mau ambil pusing dengan tindakan verrel yang tiba-tiba, ia lelah karna kejadian tadi.
"kamu mau kemana dulu?"tanya verrel masih mengandeng tangan refa dengan erat.
refa maaih diam saja tidak menanggapi ucapan verrel, ia dan verrel memasuki sebuah toko aksesoris perempuan.
seketika mood refa kembali naik melihat aksesoris cantik dihadapannya.
refa emlihat kalung dan gelang yang sangat cantik didepan sana.
"gelang apa kalung ya?"tanya nya pada dirinya sendiri.
ia pun memutuskan kan pergi kearah etalase yang dipenuhi dengan kalung-kalung yang sangat cantik.
"mas, coba liat yang ini sama ini ya"ucap refa sambil melihat kalung itu dengan antusias.
"ini harganya berapa mas?"
"yang ini 5 juta dan ini 7 juta"ucap pegawai laki-laki itu menunjuk kalung dengan liontin kecil dan kalung dengan hiasan mutiara.
"yang mana nih?" tanya refa pada dirinya sendiri, biasanya ia bertanya dengan sang bunda jika ingin membeil sesuatu.
refa pun menelpon sang bunda tapi tak kunjung diangkat.
dengan terpaksa ia meminta pendapat verrel yang duduk memerhatikannya sejak tadi.
"verrel"verrel yang dipanggil pun segera menghampiri refa dengan alis yang diangkat serasa bertanya 'kenapa?'.
"bagusan yang mana?"tanya refa sambil memperhatikan kalung itu secara bergantian.
"ini bagus"ucap verrel sambil menunjuk kalung dengan liontin kecil itu.
"serius?tapi kayanya bagusan ini deh?"ucap refa sambil bercermin mencocokan kalung nya dileher miliknya.
"yang mutiara juga bagus"ucap verrel sambil memerhatikan refa.
"tapi ini cocok digue yakan?"ucap refa tidak yakin dengan kalung liontin kecil itu.
"yaudah beli aja dua-duanya"ucap verrel yang mendapat tatapan tajam dari refa.
"lo mau gue di coret dari KK?"refa memang anak daei orang kaya tapi refa tidak seboros itu.
verrel hanya terkekeh melihat kelakuan calon tunangannya itu.
"ini aja deh mas"ucap refa memberikan kalung yang ia pilih.
refa memilih kalung yang berliontin kecil.
"totalnya 5 juta ka" baru saja refa ingin memberi atm nya namun sudah didulu verrel yang sudah menyodorkan atm miliknya.
"saya yang bayarin"
"ihhh apa sih, nggak usah verrel gue tuh masih punya duit"ucap refa sambil memberi atm nya.
"gue gak mau punya utang ya sama lo"ucap refa keras kepala.
"ini ka"
"makasih" verrel dan refa pun keluar dari toko aksesoris itu dan pergi mengelilingi mall itu tapi refa belum menemukan toko yang ingin ia masuki.
sudah setengah jam ia and verrel ebrputar menggelilingi mall ini.
"biar saya yang bawa"verrel nabmgmeil paperbag yang refa genggam sejak tadi, refa pun hanya dia karna ia pun juga lelah sebenarnya.
"nggak mau istirahat dulu?"tanya verrel menyeimbangi langkahnya disamping refa.
"boleh"ucap refa lalu duduk dikursi yang tersedia disana.
"saya beli minuman dulu"verrel pergi membeli minuman untuk refa dan dirinya.
"nih"setelah beberapa menit verrel kembali dengan 2 minuman ditanganya.
"makasih"verrel membeli dua minuman berbeda miliknya rasa coklat dan milik refa rasa stroberi.refa daritadi diam sambil memperhatikan minuman milik verrel.
"mau?"tanya verrel yang sadar akan tatapan refa sejak tadi, refa yang ditawari langsung mengangguk antusias.
"sebentar saya beliin lagi"verrel hendak beranjak pergi namun refa menahan tanggannya.
"kelaaman gua mau punya lo aja"ucap refa lalu mengambil alih minuman ditangan verrel.
"tapi itu bekas saya.."refa bodoamat dengan apa yang dikatan verrel lual meminum minumannya.
"pulang yu" ajak refa yang telah selesai dengan minumannya sambil menggandeng tangan verrel.
verrel yang digandeng refa hanya diam, tiba-tiba jantungnya berdebar tak karuan.
menurut refa tidak ada salahnya menerima perjodohan ini, setelah menghabiskan waktunya dengan verrel ia merasa verrel pria yang cukup baik dalam memperlakukan wanita.
jadi dia akan mencoba berusaha sevara perlahan menerima perjodohannya dengan verrel.
MAKASIH SUDAH MELUANGKAN WAKTU UNTUK KEGABUTAN SAYA INI <3