Sebelum Aku Bercerita Tentang Bagaimana Duniaku, Aku Akan Mengatakan Beberapa Hal Mengenai Dunia Asli Yang Aku Tinggali.
Apa Menurutmu Aku Membenci Hidup Didunia Ini?, Jawabannya TIDAK.
Lalu Kenapa Aku Lebih Memilih Hidup Dalam Imajinasi?, Jawabannya Mudah Karena Dunia Realita Ini Begitu Hampa.
Aku Hampir Tak Punya Perasaan Tentang Dunia Ini. Hanya Kamar Tempat Yang Dapat Aku Anggap Sebagai Zona Nyaman, Dimana Aku Dapat Berekspresi dan Meluapkan Emosi Secara Bebas.
Singkatnya Aku Tak Punya Tempat Didunia Ini.
Aku Hanya Siswa Pendiam Dikelas, Murid Nakal Disekolah Dan Seonggok Debu Yang Tak Dianggap Dirumah.
Apa Menurutmu Aku Punya Teman?, Aku Punya Dan Banyak Tapi Bukan Teman Normal Seperti Teman Teman Kalian. Aku Hanya Menyebut Mereka Sebagai 'Kenalan' Karena Memang Benar Bahwa Mereka Juga Tak Menganggapku sebagai Teman.
Sahabat?, Ohh Kurasa Aku Punya 1. Namanya Adalah 'Aku' dan Dia Adalah Diriku Sendiri.
Pacar?, Maaf Mengecewakanmu Tapi Aku Tak Punya, Tapi Aku Punya Seseorang Yang Saya Suka.
Dia Adalah Seorang Perempuan Yang Cantik Yahh Meski Dia Lebih Pendek Dari ku. Aku Bertemu Dirinya Saat Masa SMP.
Dulu Aku Disaat SMP adalah Murid Pendiam Namun Naasnya Aku Terlalu Sering Keluar Masuk BK Karena Terjerat Banyak Kasus.
Namaku Pun Menjadi Hitam Disekolah. Guru Guru Memanggilku "Diam Diam Memegang Batu Hitam".
Apa Menurutmu Masuk BK Itu Menyenangkan?, Tentu Tidak BODOH!. Sial.... Aku Bahkan Melewatkan Jam Makan Siang Karena Ceramah Guru Yang Panjang.
Singkat Cerita Disuatu Pagi Disaat Aku Berangkat Sekolah, Aku Hanya Iseng Iseng Untuk Mengelilingi Kelas Kelas 7 Karena Pada Dasarnya Aku Masih Baru Disekolah Ini.
Dan Yang Terjadi Adalah Aku Berhenti Didepan Pintu Kelas Sebelah. Aku Benar Benar Mematung Diam Disana Layaknya Orang Bodoh, Mataku Tak Bisa Berpaling Dari Sesosok Yang Saya Lihat.
"Cantik" Itulah Yang Saya Gumamkan Saat Melihat Siswi Yang Duduk Dimeja Paling Depan. Dengan Kacamata Bundar Itu Membuatnya Terkesan Imut. Apa Lagi Pipinya Yang Terlihat Sangat Empuk.
Tapi Pada Saat Itu Aku Bahkan Belum Tahu Namanya.
Aku Berpikir Jika Aku Kesana Dan Menyapanya Mungkin Bukan Ide Yang Buruk. Tapi Tubuh Dan Hatiku Malah Tak Sesuai Otakku.
Tubuhku Bergetar Karena Gugub, Dan Hatiku Berdebar Karena Tak Percaya Diri.
"Pasti Banyak Yang Suka Padanya" Itulah Yang Aku Pikirkan, "Mana Mungkin Dia Mau Dengan Anak Bermasalah Sepertiku?" Hal Itulah Yang Membuatku Berhenti Berharap Untuk Mendapatkan Dirinya, Dan Tetap Hanya Sebatas Menyukainya.
Hingga Suatu Hari Saya Mendengar Kabar Bahwa Dia Yang Saya Sukai, Ternyata Menyukai Orang Lain.
Haha! Sungguh Berita Sialan.....
Aku Bahkan Menjadi Tidak Berselera Untuk Makan Ataupun Melakukan Apa Apa Disekolah.
Aku Yang Sudah Tidak Mood Memutuskan Untuk Bolos Sekolah, Itu Tak Mudah Kau Tau?
Gerbang Depan Dijaga Oleh Satpam.
Dan Satu Satunya Adalah Melompat Dari Pagar Sekolah.
Kau Pikir Itu Pagar Besi?, Maaf Itu Bukan Yang Seperti Yang Kau Pikirkan. Dari Pada Disebut Pagar, Itu Lebih Cocok Diberi Nama Tembok. Bahkan Tingginya Kurang Lebih 6 Meter.
Aku Memang Sudah Biasa Melakukan Ini, Bahkan Saat Pertama Kali Mencoba Punggungku Rasanya Hampir Patah.
Yahh Tapi Itu Tak Berjalan Mulus, Aksiku Ketahuan Oleh Guru Dan Aku Segera Tertangkap Pada Saat Aku Berada Di Parkiran Diluar Sekolah.
Yahh Karena Aku Sudah Bercerita Tentang Kehidupan Realita Hampa, Sekarang Bagaimana Jika Aku Sedikit Cerita Tentang Dunia Imajinasiku?
INSIDE ME
Aku Hidup Dalam Dunia Imajinasiku Sendiri, Dimana Anak Anak Berteriak Pada Buaian Mereka Dengan Kata Kata Kasar.
Aku Melihat Dunia Itu Sebagai Sebuah Kesenangan Belaka. Disana Terdapat Banyak Coretan Coretan Dari 'Mereka' Yang Mendengar Aku Menangis dan Melihatku Bersedih.
Aku Bertanya Tanya Mengapa 'Mereka' Tak Membiarkanku Hidup Dengan Senang?.
Rasanya Seperti Api Telah Mengkrubungi Saya Pada Lingkaran Dosa, Sangat Sulit Untuk Bernafas.
Aku Tak Bisa Membuka Mataku Untuk Melihat 'Kenyataan'
Yah Semakin Sesak Disini, Bernafas Dengan Cepat Membuatku Membuang Oxygen Lebih Cepat.
Sampai Kapan Aku Akan Tersiksa Disini?. Ohh Mungkin Sampai Aku Habis Terbakar Bersama Tempat Ini.