Di sebuah restoran yang cukup sepi, hanya beberapa pengunjung di dalamnya. Seorang wanita tengah duduk di salah satu kursi yang terletak di pojok ruangan.
Wanita itu terus memejamkan matanya sambil bernafas pelan, dia tengah tertidur. Namun seorang karyawan restoran mendekati mejanya dan membuat wanita itu terbangun.
“Uhuk…”
Dia batuk kecil lalu segera meminum kopi yang dia pesan sebelumnya, kopi yang sudah menjadi dingin karena terlalu lama di biarkan.
“Vin kau baik-baik saja?.” tanya karyawan restoran Itu. Dia adat seorang lelaki yang seumuran dengan si wanita.
“Ehemm sniifff…. Yah aku baik.” balas wanita itu dengan penuh senyum diwajahnya.
Karyawan restoran itu hanya menatap wanita itu dengan wajah yang tidak perca, lalu perhatiannya beralih ke cangkir kopi yang telah kosong.
“Mau aku isi ulang?.” tawar Pria itu.
“Hemm?, Yes please…”
Pria itu kemudian mengambil cangkir kopi untuk di isi ulang, tapi sebelum pergi dia menatap wanita cantik yang selalu menunjukkan senyumnya.
“What?.” tanya wanita itu dengan wajah yang mulai memerah karena terus ditatap oleh di pemuda.
“Kau seharusnya tidur kau tahu, ada sebuah lingkaran hitam di matamu.” balas pemuda itu yang kemudian pergi.
“Hemm, apa aku terlihat seperti panda imut?.”
“Enggak!, Kau terlihat seperti seorang yang baru saja digigit zombie, sangat mengerikan!.”
“Whaat!. itu lelucon yang sangat buruk untuk seorang perempuan, terlebih jika itu adalah pacarmu!.”
Mendengar keluhan wanita itu si pria tidak memperdulikan dia terus berjalan menuju dapur, sementara wanita yang kembali sendirian menatap jendela disampingnya.
Itu masih siang tapi sudah sangat mendung, perlahan hujan mulai mengguyur di luar. Kemudian beberapa orang masuk kedalam restoran bermaksud untuk berteduh. Tapi walaupun bertambahnya pelanggan yang memasuki restoran, tempat itu masih sangat tenang.
'Kemana Saja Kamu?
Telah mencari selama ini
Datang menghadapi senja
terus dan terus
Tanpa petunjuk'
Perlahan suara musik mulai terdengar di seluruh restoran, musik yang terdengar lembut dan sangat menenangkan.
'Tanpa tanda
Tanpa menggenggam belum
Nyata pertanyaan yang akan ditanyakan
Kemana saja saya'
Cukup lama wanita itu sendiri menikmati pemandangan di luar yang diguyur hujan begitu deras. Namun beberapa saat kemudian pria tadi akhirnya datang dengan membawa 2 cangkir ditangannya.
'Saya seorang pengubah bentuk
Di pesta topeng Poe
Menyembunyikan wajah dan pikiran
Apa lagi yang harus saya lakukan?
Tolong jangan lepas topeng saya
Mengungkap gelap'
Wanita itu tersenyum kecil menyambut kedatangan si pria, tapi dia tidak bisa menahan tawanya saat melihat apa yang pria itu bawa untuknya.
“Coklat panas, huh!.” ucap wanita itu sambil menerima cangkir yang diberikan oleh si pria.
“Yap, itu bagus untuk mu.” balas pria itu yang segera duduk di kursi depan si wanita.
“Haha…”
Wanita itu tertawa terbahak-bahak yang membuat pria dan beberapa pengunjung restoran menjadi heran.
“Apa ada yang salah?.” tanya pria itu.
“Haha... oh tidak hanya saja,” wanita itu berusaha untuk menenangkan diri, dia bahkan menghapus air mata yang keluar karena terus tertawa.
“Apa kau ingin membius ku dengan coklat panas ini, lalu membawaku ke atas untuk melakukan sesuatu yang mesum saat aku masih tertidur?.”
Wanita itu tersenyum menggoda pada pria didepannya. Tapi tentu saja pria itu segera membantahnya, beberapa pelanggan menatap pria itu dengan wajah menjijikan membuat pria tersebut semakin panik.
'Saat-saat tenang
Tidak ada yang tersisa untuk ditemukan
Sebuah cermin tepat di depan saya
situlah saya temukan
Sebuah kosong kaca
Merefleksikan kebenaran yang menyedihkan
Ini mengatakan kata - kata untuk tidak diceritakan
Saya butuh topeng'
“Ahahaha... aku hanya bercanda.”
Tawa wanita itu terus terdengar, dia terus menertawakan pria didepannya yang terlalu serius.
“Ges…. Itu tidak lucu sama sekali.” balas pria itu sambil meminum coklat panas di cangkirnya.
“Buwahaha…. Kau sangat imut saat marah.” ucap si wanita sambil mengacak-acak rambut pria Itu.
Keduanya pun kembali mengobrol berbagai hal, dari cara mereka saling memandang satu sama lain setiap orang yang melihatnya sudah dapat memastikan bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
'Saya seorang pengubah bentuk
Di pesta topeng Poe
Menyembunyikan wajah dan pikiran
Semua gratis untuk Anda gambar
Saya seorang pengubah bentuk
Dirantai ke inti saya
Tolong jangan lepas topeng saya
Saya tempat untuk menyembunyikan'
Sepasang kekasih yang tetap bisa bisa menikmati waktu kencan mereka tidak peduli dengan pandangan orang lain, tidak peduli dengan keadaan diluar sana dan tidak peduli dengan identitas satu sama lain yang saling menyembunyikan.
Di luar wanita itu adalah sebuah pembunuh bayaran, sementara si pria adalah seorang pahlawan bertopeng.
Satu sama lain tidak mengetahui Itu.
karena mereka tidak ingin tahu.
Mereka hanya orang bisa saat kedua bersama.
'Aku tidak bisa memberitahumu
Bagaimana melihat saya
Hanya sangkar tulang
Tidak ada apa-apa di dalamnya
Akankah itu membebaskan saya?
Membakar dinding
Apakah ada jalan
Untukku istirahat?'
Saling berpegangan tangan satu sama lain, saling bercanda untuk menghabiskan waktu, hingga tidak terasa waktu telah berlalu dengan cepat.
Hari telah gelap namun hujan tidak kunjung reda. Karena restoran sebentar lagi tutup para pengunjung mulai pulang dengan taxi atau jemputan. Sekarang hanya tersisa mereka berdua, pemilik restoran yang tidak lain adalah pria tersebut tentu tidak memiliki masalah jika tinggal di dalam restoran selama yang dia inginkan, sementara wanita itu sendiri susah sering menginap ditempat itu.
“Eemm… aku pikir aku pulang saja, Hooaammm.” ucap wanita itu sambil mengucek matanya, dia terlihat sangat mengantuk.
“Eh?, Tapi udah malam gini,” balas pria itu terlihat khawatir dengan pasangannya. Tapi wanita itu justru kembali tertawa.
“Haha… kelihatannya kau memang ingin aku temani malam ini, eh... ayolah mengaku saja.” wanita itu kembali menggoda kekasihnya.
“Sungguh apa yang kau pikirkan?,…. Hey....!”
Pria itu menghentikan perkataannya saat si wanita naik ke punggungnya.
“Antar aku ke atas, hooaammm aku sangat mengantuk.”
Wanita itu melingkarkan lengannya pada leher si pria membuatnya dapat mendengar hembusan nafas wanita dibelakangnya. Pada akhirnya pria itu tidak punya pilihan lain selain mengikuti keegoisan kekasihnya, dia menggendong wanita dewasa itu ke lantai 2 tanpa masalah seakan bobot wanita sangat ringan.
Di lantai atas sebuah hunian yang cukup besar sebagai tempat tinggal seorang pria, dan juga sangat rapi membuat wanita itu merasa malu jika membandingkan dengan tempat dia tinggal saat ini.
Keduanya kembali bermesraan saat makan malam, lalu dilanjutkan dengan menonton film. Namun saat menonton wanita itu tertidur lebih dulu di pundak si pria.
“Hem well… nggak ada jus huh.” gumam pria itu yang kemudian membawa kekasihnya untuk beristirahat di kamar.
'Saya seorang pengubah bentuk
Di pesta topeng Poe
Menyembunyikan wajah dan pikiran
Semua gratis untuk Anda gambar
Saya seorang pengubah bentuk
Tidak punya wajah untuk ditunjukkan
Tolong jangan lepas topeng saya
Penyamaran saya'
***
BERSAMBUNG.
NOTE : backsound
Lyn Inaizumi – Beneath the Mask
ost Persona 5