Ketika dia terlahir, bumi menangis meratapi nasib dunia yang akan celaka. Ketika dia membuka matanya, burung gagak berterbangan memperingati umat manusia akan kehancuran mereka... Memang sebegitu dahsyatnya semesta menolak kehadirannya.
Sebab dialah yang tak di inginkan. Yang terlahir bukan dari rahim seorang wanita, melainkan dari kebencian dan nafsu akan balas dendam sang ayah.
Anak dari Raja Iblis Michaelis.
Dialah tuan putri Cyel Michael.
Dikatakan bahwa Cyel merupakan ancaman bagi dunia. Cyel di gambarkan selalu menghasut umat manusia untuk saling berperang dan melakukan tindak kejahatan. Cyel tak beda dengan Ayahnya yang akan membawa kehancuran alam semesta.
Begitulah....
Begitulah karakter Cyel yang digambarkan dalam komik yang kubaca semalaman.
Komik dengan judul "O~hime Sama."
Komik yang sukses membuatku terbayang-bayang dan penasaran dengan kelanjutannya... Sayangnya karena ada 20 volume, dalam waktu semalaman aku hanya mampu membaca 12 volume saja. Aku sudah mencapai batasku dan terlelap tanpa kusadar. Pikirku pun, sisa volumenya akan ku baca esok.
"Micha"
Tapi aku menyesal.
"Micha"
Ahhh, harusnya aku lanjutkan saja membaca komiknya. Setidaknya, sampai bab akhir di volume 12 itu, karena dengan begitu.
"Ukh!"
Aku takkan memasuki panel tragis ketika Cyel baru saja tertusuk pedang tuan putri dari kerajaan barat. Putri Calista yang di juluki Angel di seluruh benua. Putri Calista yang akan menjadi rival Cyel... Ini adalah pertemuan pertama mereka ketika mengembara tanpa mengetahui latar belakang masing-masing.
Kemudian karena suatu kecerobohan, Calista tak sengaja menghunus pedangnya kepada Cyel dan kini, Cyel alias Aku, terbaring di hamparan rumput dengan simbahan darah membasahi perut.
Pedangnya menancap menembus ginjalku, kurasa.
Habisnya...
"SUMPAH CALISTA! SAKIT BANGET!!! CEPETAN INI DICABUT DULU, BERLAGAK SHOCK NYA BELAKANGAN AJA!" batinku meneriaki Calista dalam kebisuan.
Aku tidak bohong karena sungguh, rasanya seperti nyata! Meski transmigrasi sementara ini akan berakhir dalam sekejap mata, rasanya sangat sakit hingga aku tak bisa bergerak.
Calista pun meneteskan air matanya ketika angin berhembus menerbangkan helaian rambutnya, dia (baru) bergegas menghampiri ku dengan gaya feminimnya dan kembali melihat Shock simbahan darahku.
Oh ya ampun.
"Tidak lagi... AYOLAH, MAU SAMPAI KAPAN KAMU AKAN MENATAPKU TERKEJUT?! HARUSNYA KAMU PANGGIL DUKUN KALAU NGGAK ADA DOKTER! ATAU, PANGGIL ORANG BUAT BANTU ANGKAT TUBUHKU!" kesalku dalam hati.
"Micha... Sungguh maafkan aku! Aku tidak sengaja!" Calista menangis ketimbang menarik pedang yang masih tertancap di perutku. Akupun, entah mengapa justru tersenyum.
Oh... Kurasa ini bagian dari alur komiknya.
Tubuhku mengikuti gerakan panel komik Ohime Sama untuk menjawab kepanikan Calista.
"Aku hanya tergores," bohongku.
Padahal jelas-jelas pedangnya menusuk berserta kedalam organ-organ ku.
"Sekarang kamu... Ukh! Panggil bantuan dulu saja, yah?" aku hampir kehabisan nafas saat bicara. Calista pun mengangguk dan bergegas meninggalkan area Padang rumput yang kami pakai untuk berlatih pedang.
Yeah, karena sama-sama tidak mengetahui latar belakang identitas. Cyel menerima permintaan Calista untuk melatihnya teknik berpedang. Calista sebelumnya bercerita kepada Cyel bahwa ayahnya sangat marah karena dia tak bisa menghunus pedang dengan benar. Cyel yang bersimpati, yang sebenarnya tidak sejahat gosip beredar, akhirnya membantu Calista berlatih.
Sejujurnya pun, aku agak gondok saat membaca panel ini karena, Whatcha Hell? Main Character (Cyel Michael) yang sebenarnya adalah gadis baik, baru saja menabur garam pada calon musuhnya sendiri?! Cyel tak tahu kalau Calista yang akan menjadi lawannya.
"Ukh!!" dan rasa-rasanya, karakter Cyel yang sedang ku perankan ini akan segera pingsan sebelum Calista kembali. Mungkin ini alur dari komiknya. Dan baru tebakan sih, tapi bisa saja kan habis ini akan ada seorang pangeran yang datang menyelamatkan Cyel dan membawa Cyel pergi sebelum Calista.
Yeah apapun kelanjutannya.
Aku hanya berharap tidak cepat-cepat keluar dari komik ini. Sebab hanya dengan begitu aku merasa hidup... Fyi, kemampuan memasuki kisah didalam buku ini kumiliki sejak lahir, tak seorangpun mengetahuinya kecuali ibu, dan sebenarnya kemampuan ini memiliki pikiran dan aturannya sendiri. sistemnya sering membuatku in dan out buku seenaknya.
"Biarkan aku tinggal lebih lama,"
[Terdeteksi pelanggaran]
Senyumku melengkung mendengar gema pelanggaran sistem di kepala. Akupun benar-benar memejamkan mata dan hilang akan kesadaran sepenuhnya.
Lalu.
Beberapa jam... Atau mungkin, hari setelahnya?
Sebuah kehangatan mengelilingi tubuhku. Netraku yang masih sepat pun belum bisa melihat penampakkan disekitar. Berbeda dengan Mimi (telinga) ku yang dapat mendengar percikan kayu terbakar di api unggun.
"Lalala~"
Senandung lagu yang dinyanyikan seseorang juga mengudara.
"Sruup!"
Suara sup yang di seruput dari tepian mangkuk tercium.
"Ahh!"
Dan aroma dari bakaran daging menyeruak membuatku lapar.
Oh... Ya ampun.
"Hngg~" perlahan membuka mata, aku langsung melihat sesosok pria berwajah tampan, tengah memakan lahap daging hewan yang di bakarnya. Dia terduduk bersandar pada sebuah pohon dan ketika tanpa sengaja mata kami bertemu, dia tersenyum.
"Selamat malam, putri Cyel." ujarnya menyadarkan ku pada kondisiku sekarang.
Eh?
A-aku benar-benar masih di dalam komik??
Dan lagi,
"Aku akan memakanmu setelah tiga rusa ini, sabar yah..."
"Urk?!"
Mataku terbelalak mengetahui siapa sebenarnya pria itu... Dia adalah karakter paling pshyco di dalam komik Ohime Sama. Beasten namanya, kalimat legendarisnya adalah, bahkan dewa sekalipun takkan bisa membunuhnya. Dia monster pemakan segala dan maksudku segala, adalah segala-galanya! Kanibalisme bahkan dia lakukan di desa tempat tinggalnya sendiri, lalu sekarang.
Tubuhku dia ikat menggantung disebilah papan?!
Apa dia berniat memakanku??
"Hihihi, Cyel sama sama sangat cantik saat sedang ketakutan!" cetus Beasten bersama daging rusa yang masih di kunyahnya.
Bulu kudukku pun berdiri.
Tapi Hey... Ini bukan pertama kalinya aku memasuki dan terjebak dalam adegan sadis sebuah komik... Ini bukan apa-apa ketimbang aku yang pernah terbangun dengan usus berceceran dalam sebuah cerita psikologikal. Ini sangat mudah.
"Kenapa kau tersenyum anak iblis?" Sungut Beasten.
Ehhh... Ketahuan yah?
"Pfftt!" namun ketimbang tersenyum, kini aku memilih terbahak melihat nasibku yang begitu naas saat memerankan tokoh Cyel.
Yeah... Ini naas, tapi ini baru adrenalin namanya.
untunglah aku belum keluar dari komiknya!
WUSHHHHH!
Kekuatan yang entah datangnya darimana, mendadak keluar mengelilingi tubuhku yang masih terikat di papan. Aura hitam itu berputar bagaikan asap yang mengikuti adrenalin semangatku menjadi putri Cyel.
"Huh?!" Kuroko beranjak bangun menatap penuh waspada.
"Begitu.. Jadi begini rasanya menjadi putri iblis, yah?" lirihku. Anehnya kata-kata dari mulutku itu keluar tanpa aku sadari.
Kenapa yah...
Kenapa rasanya menyenangkan sekali?
Perasaan ini...
Ohhhh sungguh! Sungguh sangat berbeda ketika aku menjadi seorang putri di novel Cinderella, atau menjadi tokoh-tokoh diberbagai komik serta buku yang terakhir kali kubaca.
"JANGAN MENDEKAT!!"
Aku hanya menyeringai saat Beasten mengeluarkan pedangnya dan bersiaga. Haha, bagus! Ayo temani aku yang sudah bosan dengan kisah Putri baik hati, putri yang berliku pada cinta, putri yang memperebutkan tahta.
"ahh!" Benar juga.
Bagaimana jika aku memerankan tokoh Cyel lebih kejam? Cyel yang sebenarnya seorang putri yang baik, yang diam-diam suka menolong anak-anak kecil, tidak perlu bersikap baik lagi pada siapapun.
"Hihihi! Aku akan bermain didalam komik ini lebih lama,"
Kan ku jadikan Cyel sebagai Ratu Iblis yang berkuasa!
[Terdeteksi, sistem Bug.]
(END)
***
Author note:
Versi panjang Cerpen ini telah tersedia dengan judul [CYEL In The Flummox System].
Kata kunci pencarian, cukup ketik [CYEL].
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA☺️