Sore ini, aku pergi untuk mandi. Tentu sebelum ke kamar mandi aku terlebih dahulu mengambil handuk di kamar. Tanpa sengaja aku mendapati ayahku keluar dari kamarku. Aku segera berlari ke kamar dan saat ku dapati handukku sudah tidak ada, aku berpikir bahwa ayahku mungkin sudah mengambilnya.
Aku pun berjalan mengikutinya dan ketika di dapur, aku mendapati ibu sedang mencuci piring. Aku pun bertanya "Bu, apa ibu lihat ayah?"
"Loh, kan ayahmu pergi ke rumah temannya tadi."
Sontak aku terkejut bukan main. Jika ayah pergi, lalu yang aku ikuti tadi siapa? dan siapa yang aku lihat tadi?
Masih belum selesai dengan keherananku tadi. Malam ini, aku sholat isya'. Aneh, udaranya mendadak begitu dingin. Awalnya aku takut, tapi aku beranikan diri untuk tetap sholat sendiri.
Baru satu roka'at ketika aku berdiri aku mendapati ada bayangan hitam yang lebih tinggi dari ku berdiri dibelakangku. Aku berusaha tak menghiraukan dan melanjutkan sholat. Setelah sholat aku menoleh dan tak ada siapa-siapa.
Paginya, aku baru saja selesai bersepeda. Aku merebahkan tubuhku namun mendadak tubuhku kaku seperti ketindihan padahal kondisinya aku tidak tidur. Lalu samar aku mendengar suara tawa wanita yang melengking. Suara itu semakin terdengar keras, dan lama kelamaan seolah wanita itu berada disebelahku. Dan aku hanya bisa membaca doa berharap bisa segera bergerak. Dan ketika tubuhku sudah bisa digerakkan, suara wanita itu lenyap seketika.
Siangnya, aku sedang berganti pakaian di kamar. Tiba-tiba aku mendengar nenekku memanggilku. Aku pun segera berlari ke asal suara (ruang keluarga) tapi nenekku tidak ada. Aku pun mencari nenek di kamarnya. Namun yang aku temukan justru kakekku. Aku bertanya pada kakekku "Kek, Nenek dimana?"
"Nenekkan lagi di rumah adiknya."
Mendengar jawaban itu membuat aku sontak terkejut. Apa yang aku dengar tadi, aku hafal betul itu suara nenekku. Suara wanita, dan jika dipikir lagi aku hanya di rumah dengan kakek. Orang tua ku sedang pergi ke rumah saudara. Aku semakin merinding karena itu.