Seok Jin baru saja mendatangi makam seorang gadis yang merupakan tetangganya karena permintaan sang gadis.
Satu tahun yang lalu saat Hana baru saja meninggal, ibu Hana menyerahkan diary Hana ke Seok Jin. Seok Jin membacanya.
Tanggal 1
Ada tetangga baru di sebelah rumah. Aku sempat mengintipnya. Orangnya sangat tampan.
Tanggal 2
Ternyata nama oppa itu Seok Jin. Ia bersekolah di sekolah yang sama denganku.
Tanggal 3
Diary ... Diary ...
Mimpi apa aku semalam?
Aku dan Seok Jin oppa berangkat sekolah bareng.
Tanggal 4
Tiap kali aku di dekat Seok Jin oppa, dadaku berdebar kencang. Apa aku jatuh cinta padanya?
Tanggal 5
Aku melihat konten tutorial make up di YouTube. Aku ingin terlihat cantik di depan Seok Jin oppa.
Tanggal 10
Seok Jin oppa bilang aku cantik.
Tanggal 15
Seok Jin oppa mengajakku memancing. Kami naik kapal. Tapi aku mabuk laut. Aku cuma bisa berbaring. Kasihan Seok Jin oppa jadi repot mengurus diriku.
Tanggal 17
Hari ini kepalaku terasa pusing. Aku juga pingsan.
Tanggal 20
Ibu membawaku ke dokter. Kata dokter aku terkena leukimia. Aku harus kemo. Tapi ... Kemo itu bikin aku jadi jelek. Nanti Seok Jin oppa nggak mau deket deket lagi sama aku.
Tanggal 25
Aku mulai menjalani kemo. Rambutku mulai rontok. Aku juga merasa mual. Seok Jin oppa hendak menjengukku tapi aku bilang ke ibu jangan. Aku tak mau Seok Jin oppa melihat diriku yang jelek.
Tanggal 28
Badanku terasa lemas. Aku mengantuk.
Oppa ... Aku rasa waktuku tak lama lagi. Hanya satu permintaanku. Tiap tahun, saat hari peringatan kematianku, bawakan aku sebuket bunga.
Oppa ... Terima kasih untuk waktu yang kita habiskan bersama. Walau singkat tapi semuanya jadi kenangan indah bagiku.
Oppa ...
Saranghae ...
Nomu nomu saranghae.