Disekolah Nusa bangsa terdapat 3 sahabat yang sudah sangat lama menjalin hubungan persahabatan, mereka memiliki nama yaitu Ronal, Refa,dan Rahel, karena nama mereka diawali dengan huruf R murid-murid di Nusa bangsa sering memanggilnya mereka dengan sebutan 3R
Tapi meski sudah bersahabat sangat lama, hal itu tidak membuat mereka memiliki kepribadian yang sama, Ronal memiliki kepribadian yang sangat cerita, bahkan keceriaannya kadang kadang melewati batas jalur, lalu Reva, di juga memiliki sikap ceria tapi keceriaannya masih bisa dikendalikan dengan baik. Sedangkan Rahel dia memiliki kepribadian tenang, humoris, dan tidak suka mengatakan apa yangs sedang ia rasakan.
Tapi meski sudah bersahabat sejak SD, pertengkaran tidak bisa dielakkan.
Pernah disuatu hari, Rahel tiba tiba marah kepada Reva, ia tidak mengatakan apapun tentang peristiwa yang membuat dirinya menjadi marah, yang penting sesampainya di sekolah pelita bangsa Rahel sudah diam seribu Bahasa dan tidak mau memperdulikan Reva sama sekali.
Reva tentu menjadi bingung, melihat perubahan drastis sikap sanga sahabat yang entah kenapa tiba-tiba marah kepada dirinya. Selama 1 hari penuh Reva sama sekali tidak fokus belajar didalam kelas, ia terus menerus mencari kesalahan yang pernah ia lakukan kepada Rahel sehingga bisa membuat ia menjadi marah.
Namun hasilnya nihil Reva tidak menemukan apa pun yang bisa membantu. Disaat itu pula "Hai Reva kamu kenapa sih ?." Salah satu temannya yang bernama Ronal bertanya kepada Reva, yang tengah menung seraya bertopang dagu dimeja kelas.
"Entahlah Ronal, sebenarnya aku sekarang lagi bingung, aku merasa Rahel tengah marah kepada ku." Reva menjawab pertanyaan sahabatnya Ronal dengan sedih.
"Yaampun ternyata begitu toh, kukira ada apa sampai kamu tidak fokus belajar."
"Gimana aku mau fokus, dari tadi kepalaku penuh dengan sikap dingin Rahel, sebenarnya ada apa sihh dengan orang itu ?". Kemudian Reva mengeluh, dan membenamkan wajahnya kedalam lipatan tangan.
"Tenang aja !." Melihat sahabatnya tengah sedih Ronal pun menepuk pundak Reva, sampai Reva mengangkat wajahnya.
"Aku akan berbicara dengan Rahel". Ucap Sang sahabat Ronal dengan yakin.
"Yang benar Ronal".
"Iya dong, sahabat harus saling membantu".
Pergilah sang sahabat ketempat yang kemungkinan besar ia rasa Rahel akan berada di sana, dan benar saja apa yang Ronal pertimbangkan ternyata Rahel sekarang tengah berada di kantin bersama temannya yang lain.
"Rahel !." Ronal memanggil Rahel, sampai membuat Rahel memutarkan kepalanya.
"Kenapa ?". Jawab Rahel kemudian.
"Aku mau bicara".
"Yasudah bicara saja disini, ada apa sih ?".
"Gak, aku mau berbicara tanpa mereka". Ronal mengacungkan telunjuknya kearah sekeliling, menandakan ia hanya ingin berbicara berdua dengan Rahel.
Rahel yang menerima kode dari Ronal pun akhirnya mengerti dan beranjak pergi menuju laboratorium sekolah.
"Oke disini aja". Kalimat Ronal membuat langkah Rahel terhenti mendadak.
"Kamu lagi marah ya sama Reva ?". Tanpa membuang waktu lagi Ronal langsung blak-blakkan dengan apa yang ingin iya capai.
"Kenapa tiba tiba bertanya begitu ?". Rahel kesal, sampai memalingkan wajahnya dari Ronal.
"Aku melihat kamu cuek sekali kepada Reva. Sikapmu tidak seperti biasa kepadanya".
Sang sahabat yang berada didepannya Ronal hanya bereaksi diam tanpa berkutik sedikitpun.
"Rahel kamu harus tau kalau sikapmu itu membuat hati Reva menjadi sedih, kita sebagai sahabat seharusnya saling menjaga perasaan sahabat kita yang lain. Jika kamu marah, lebih baik kamu memberi tahu Reva dimana kesalahannya, agar Reva tidak merasa bingung seperti sekarang".
Awalnya penjelasan panjang lebar dari Ronal tetap tidak didengarkan oleh Rahel, tapi demi mengikatkan kembali persahabatan mereka yang sudah mulai renggang, Ronal tetap melanjutkan penjelasannya tanpa peduli sahabat di hadapannya ini mendengarkan dengan baik atau tidak.
"Rahel, setiap kemarahan dihati mu sekarang akan lebih baik jika kamu padamkan dengan air secara perlahan lahan, jangan sampai api itu membakar sekitar mu. Aku tidak tau apa yang ada di hatimu sekarang ini, tapi setelah kamu tenang dan sedikit memadamkan api dihatimu itu, maka mulailah kamu buka fikiranmu terhadap masalah yang tengah kamu hadapi."
"Kamu tidak tau apa yang dia katakan di belakangku Ronal!, Makanya kamu bisa berbicara begitu". Amarah Rahel tiba tiba pecah, sampai membuat Ronal tersentak seketika.
"Tunggu sebentar kamu mengetahui Reva membicarakan mu dibelakang dari orang lain juga ?".
"Ya". Rahel menjawab singkat
Setelah mendengar jawaban dari sang sahabat pun Ronal tersenyum.
"Rahel, semangkin lama kita bersahabat, semangkin banyak angin topan yang menerpa serta menggoyahkan kekuatan persahabatan kita".
"Bukankah yang mengetahui segala kepribadian Reva adalah kita ?. Kita sudah bersahabat selama 9 tahun, apa kamu masih mempercayai ucapan orang seperti itu Rahel ?."
Mendengar nasihat Ronal satu itu Rahel awalnya hanya diam, tapi sudah terlihat bahwa ia mulai bisa menerima masukkan dari Ronal sedikit demi sedikit.
"Reva adalah sahabat mu, kamu lebih tau apakah Reva tipe orang yang suka menggosip atau tidak. Ini hanya salah faham, kamu sebaiknya menanyakan apakah yang kamu pikirkan sekarang benar atau tidak. Sebelum kamu membuat Reva menangis untuk kesekian kalinya "
"Apa ." Seketika Rahel kaget. " Reva nangis ?".
"Iya. Itu semua ulahmu".
Rahel pun termenung seketika saat mendengar bahwa dia sudah membuat sahabatnya menangis untuk pertama kalinya.
"Yaampun, aku tidak menyangka Reva akan menangis."
"Yah kalau sudah sadar kamu salah, sana kejar Reva ke kelas terus minta maaf kepadanya"
Dengan pikiran yang sudah mulai terbuka, diikuti api amarah yang sudah mulai memadam, Rahel akhirnya mulai menyadari bahwa diantara kesimpulan pendapat nya yang mengatakan Reva bersalah, ia juga memiliki kesalahan yang sama besarnya dengan Reva.
Setelah hari itu 3R pun kembali ceria dan bisa tertawa bersama, Masalah antara Reva dan Rahel sudah selesai setelah mereka mengalahkan ego masing-masing. Sejak kejadian itu pula, persahabatan mereka semangkin terjalin dengan kuat, hingga ke-tiga R sudah masuk ke perguruan tinggi.
jika ada sebuah masalah antara persahabatan mereka, nasihat dari Ronal selalu menjadi pedoman bagi kedua sahabatnya, dan dirinya sendiri. Pedoman 3R itu berisi...
"Saat kamu marah, padamkan api kemarahanmu sedikit, dan buka pikiranmu setelahnya, lalu pertimbangkan masalah yang tengah kamu hadapi, jangan sampai api tersebut mengenai orang disekitar mu."