Sungguh aneh tapi ini lah kenyataannya bagi Ray.
Saat tengah mengemudikan mobilnya seorang diri di malam hari di jalan yang sepi pula.
Cling...
Wanita cantik dengan rambut tergerai indah tiba-tiba saja sudah duduk di dalam mobilnya persis di sebelah Ray duduk.
Ciiit.
Ray pun mengerem mobilnya hingga menimbulkan suara.
"Siapa, kamu?" tanya Ray dengan tatapan mata yang tajam.
"A- a- aku, Siuci." jawab gadis itu terbata-bata.
"Kenapa kau bisa ada di mobil ku?" tanya Ray heran dan mencondongkan tubuhnya ke tubuh Siuci.
"A- aku juga tidak tau bagaimana aku bisa ada di dalam mobil mu." jawab Siuci.
"Yang benar saja... katakan, siapa dirimu sebenarnya!" teriak Ray frustrasi sambil memukul dasbor mobilnya.
"A- aku datang dari masa depan." jawab Siuci.
"Akh, makin gila saja kau ini!" Ray turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk wanita yang mengaku Siuci.
"Ka- kau mau apa?" tanya Siuci.
"Turun kau dari mobil ku!" Ray menarik keluar Siuci dari dalam mobilnya saat Siuci sudah turun dari mobilnya, Ray menutup kembali pintu mobilnya dengan kasar.
"Mimpi apa aku semala." umpat Ray.
"Kau tidak mungkin meninggalkan aku sendiri di sini kan?" tanya Siuci.
"Masa bodo dengan mu!" oceh Ray yang langsung masuk ke dalam mobilnya dan berlalu meninggalkan Siuci seorang diri di jalan.
"Ya Tuhan, kenapa aaku bisa ada di sini? bertemu dengan orang kejam seperti dia tadi?" keluh Siuci yang berjalan kaki menyusuri jalan sambil menatap mobil Ray yang sudah tidak terlihat lagi.
"Dasar laki-laki kejam, berani sekali dia meninggal aku! jika dia kembali lagi, aku akan mengabdi padanya seumur hidup ku, dari pada aku harus tinggal di jalan seperti ini, malah gelap." gumam Siuci.
Beberapa menit kemudian, Ray memutar kembali mobilnya ke tempat di mana dia menurunkan Siuci di jalan.
"Akhirnya ketemu juga." Ray menghentikan mobilnya di samping Siuci.
Membukakan pintu mobil, "Ayo masuk!" ucap Ray yang menyuruh Siuci untuk masuk ke dalam mobil.
Siuci langsung masuk ke dalam mobilnya Ray, Ray membantu Siuci mengenakan sabuk pengaman.
Ray melajukan mobilnya.
"Maaf tuan, nama tuan siapa?" tanya Siuci.
"Aku, Ray." ucap Ray sambil menatap Siuci.
"Mulai saat ini, aku akan mengabdi pada tuan." ucao Siuci dengan satu tarikan nafas.
Ciiiit.
Ray mengerem mobilnya lagi.
"Jangan turun kan aku lagi tuan." ucap Siuci sambil memejamkan mata takut Ray akan mengusirnya lagi dari dalam mobil.
Cup.
Ray mencium kening Siuci.