“Selamat tahun baru. Aku menyukaimu” kata terakhir yang kutulis diselembar kertas, itu tulisan tanganku.
Besok, tepat tanggal satu januari. Yang artinya tahun sudah berganti menjadi tahun yang baru. Surat ini akan kutinggalkan untuk teman terbaikku, yaa walau aku tau bukan tepat tanggal satu dia akan membacanya.
Siapa teman terbaikku? Dia hanya seorang gadis yang memiliki keterbatasan fisik. Dia buta. Tidak pernah sekalipun melihat rupaku. Bahkan melihat ekpresiku yang sering menahan tangis setiap melihatnya tetap tersenyum kepadaku, padahal setiap saat dia hanya melihat kegelapan saja.
Besok, adalah hari dimana dia akan operasi mata. Hari dimana dia akan memiliki kornea mata yang baru. Dan hari dimana dia akan bisa melihat lagi setelah sekian lama hanya melihat kegelapan. Tapi, besok adalah hari terakhirku, hari terakhirku didunia. Kenapa begitu? Akulah yang mendonorkan mataku untuknya.
Aku sudah lelah dengan masalahku yang menumpuk didunia ini. Sebelum aku mengenalnya aku memang sudah terpikir tentang mengakhiri hidupku. Sampai saat ini pun aku masih terpikirkan hal itu. Dan besok adalah hari yang telah kunantikan.
Hari esok sudah datang. Hari ini, tahun sudah berganti.
“Akhirnya hari ini tiba juga Ella. Nanti kamu akan mendapat mata baru nak” Ayah Ella mengelus panggal kepala Ella. Ella hanya membalas dengan tersenyum.
Operasi dimulai. Dan selesai kurang dari lima belas menit. Operasinya berhasil. Ella benar-benar mendapatkan mata barunya.
Lima hari setelahnya. Waktunya Ella membuka penutup matanya, dan mulai melihat dunia setelah sekian lama. Kornea mata Ella yang awalnya berwarna abu-abu kini berubah menjadi biru terang, terlihat seperti langit diatas lautan. Ella kagum melihat matanya dipantulan cermin yang dia pengang.
“Pa.. boleh aku tahu siap nama dari pendonor mata yang sangat indah ini” ella bertanya kepada papanya.
Lenggang tercipta diantara mereka. Raut wajah sang papa mendadak murung. Sang papa pergi mengambil sesuatu dilaci lemari kecil yang tidak jauh darinya, membawa selembar kertas kemudian memberikan kertas itu kepada Ella.
Ella sedikit bingung. Kenapa tiba tiba papanya memberikan selembar kertas. Tapi Ella tetap membaca kertas itu.
“Dear Ella. Satu-satunya teman terbaikku didunia ini. Saat kamu membaca ini berarti aku sudah tidak ada didunia ini. Maaf karena aku pergi lebih dulu. aku mati atas pilihanku sendiri, bukan karena kehilangan mata yang saat ini sudah menjadi milikmu. aku mati bukan salah siapapun, bukan salah dokter ataupun kamu. Karena akulah yang mengakhiri hidupku sendiri, dan lebih dulu berbicara dengan dokter yang mengoperasimu untuk memberikan kornea mataku setelah aku mati. Aku sudah lelah dengan masalahku yang menumpuk didunia ini dan Menyerah adalah pilihanku. Aku minta maaf karena tidak bisa menepati janji untuk terus hidup bersamamu.
Jangan sedih, bahagialah karena kamu sudah bisa melihat kembali. Terima masih selama ini kamu selalu ada dan tersenyum untukku.
Mataku itu adalah hadiah tahun baru untukmu.
Selamat tahun baru, aku menyukaimu, Ella"
Tertanda, Oliver.
selesai membaca selembar kertas itu, Ella menangis. Ternyata mata indah yang sekarang menjadi miliknya adalah milik Oliver, satu-satunya teman terbaik yang Ella punya.
Suka ceritanya? jangan lupa love dan dukungannya yuu ♪~(´ε` )