"katakan padaku lidya , Kalau semua ini hanya mimpi burukkan ?" - Sherin
Sherin terbaring lemas di kasur nya, manakala sahabat nya (lidya) pulak hanya melihatnya sekilas .
sejujurnya lidya sangat khawatir dengan keadaan sherin yang makin memburuk. Sudah berapa kali lidya menyarankan sherin untuk ke rumah sakit tapi kata sherin dia baik baik saja .
"Sherin..kau harus ke rumah sakit , keadaan mu sudah semakin memburuk ! berhenti lah mengatakan bahawa ini hanya sekedar mimpi buruk !" - lidya
"kenapa desember sangat lah jahat ? bahkan dia lebih jahat daripada semptember"
lenguh sherin ke lidya .
Tapi memang benar , pada bulan september sherin kehilangan orang yang paling dia sayangi . Mantan kekasih nya dan aruah kakak sepupunya dan bulan desember ini keluarga nya pulak berantakan oleh seorang perempuan ular lalu idol yang selalu menyemangatinya kini sakit dan yah mental sherin sungguh lemah saat ini.
"Aku sudah tidak mahu seperti ini lagi lidya ! Kenapa mereka bersikap tidak adil kepadaku ? aku mau menyerah saja ! " - sherin
lidya sempat khawatir kalau sahabatnya ini mau menyerah , bukan apa . sherin sudah melukakan tangannya beberapa kali untungnya lidya sempat datang.
"Rin, dengarkan aku ! Idol mu itu akan baik baik sahaja okey ? dia sendiri yang bilang ! semuanya akan baik baik saja dan akan kembali seperti sediakala " - lidya
gadis yang daritadi duduk di samping sherin itu memeluk sherin lalu mengelus pelan kepala sahabatnya .
Airmata yang di tahan lidya lolos keluar dari matanya yang indah itu .
isakan sherin juga yang tadi perlahan menjadi kuat di dalam dakapan lidya.
"makasih"
katanya ke lidya .
lidya tersenyum hangat ke sherin sembari mengatakan
"sama sama "