Kamu menyadari sesuatu dari hal yang buruk dan kamu tahu kebaikan muncul akibat hal buruk.
"Apa tahu apa yang terjadi ketika kita bersedih?" Tanya kamu kepada Micel.
"Tentu saja kita akan menangis" Jawab Micel kepadamu.
"Biasanya kita menangis karena alasan apa?" Kamu menanyakan hal yang sudah di ketahui banyak orang.
"Banyak, kita menangis karena hal yang menyedihkan. Cinta di tinggalkan, orang yang tercinta meninggal, kita menangisi diri kita yang menyedihkan" Jelas Micel yang bingung.
"Sial, semuanya mengandung hal yang tidak baik sama sekali. Iya 'kan?"
"Kenapa kamu bertanya-tanya seperti itu?
"Aku hanya berpikir kita sudah terlalu tua untuk memikirkan hal ini, atau dunia ini yang sudah tidak tahan lagi, kau tahu menjadi orang tua akhirnya mengetahui segala hal yang tidak ingin aku ketahui. Maksudku itu sial sekali ini terlalu sempurna, bagaimana denganmu Micel?"
"Aku rasa aku paham, melihat cucu kita bermain-main bahagia. Bahkan dia tidak tahu mulutnya di penuhi pasir, Ha. Ha. Ha. Ha."
"Aku selalu mengeluhkan soal kehidupan untuk apa kita di sini. Sepertinya melihat keluarga bahagia dan melupakan kematian sebentar saja itu sudah cukup bagi kita. Aku tak perlu merasa pusing soal hidup ini. Hewan pun bersenang-senang setiap saat yakan Micel"
"Tentu saja, setiap kehidupan sedikitnya pasti merasa kebahagiaan walaupun lebih banyak bersedih paling tidak mereka punya khayalan sebelum mereka tertidur"
Kamu dan Micel berbaring bersama menunggu seseorang untuk di bangunkan berapa pun lamanya banyak orang mengira kamu dan Micel sedang tidur nyenyak jadi mereka pikir lebih baik berikan sepucuk doa agar dia tenang di alam sana.
***