Cahaya keemasan itu menghiasi langit, menunjukkan betapa indahnya ciptaan Tuhan.
Aku duduk termenung dikursi taman, memandang matahari yang kian tenggelam, sambil menunggu dia yang katanya akan datang dan ingin membicarakan sesuatu. Dia yang ku maksud adalah kekasih ku, namanya Fajar. Seorang pria tampan yang memiliki sifat ramah dan suka menebar senyum. Hubungan kami sudah berjalan sekitar 2 tahun. Suka dan duka kami lewati bersama. Aku jadi teringat ketika dia yang selalu memberiku boneka, mengajak ku bermain ke taman setiap hari minggu, dan selalu menemaniku ketika aku bersedih.
"Senja"
Lamunanku buyar. Ah ternyata Fajar sudah datang.
"Fajar" panggil ku.
"Maaf ya, aku lama. Tadi ada kecelakaan mengakibatkan jalanan sedikit macet" ujar Fajar.
"Iya gapapa. Duduk dulu sini" ucap ku sambil tersenyum manis kepadanya.
Setelah dia duduk disamping ku, kami terdiam cukup lama. Suasana hening. Aku sibuk memandang langit berwarna jingga, dan Fajar menunduk entah memikirkan apa.
"Fajar, kamu mau ngomong apa?" tanyaku memecah keheningan yang terjadi.
"Aku... aku..." Fajar berucap ragu.
Aneh, tidak biasanya Fajar seperti ini.
"Kamu?" tanyaku lagi sambil memandang wajahnya.
Kulihat Fajar menarik nafas dalam-dalam sambil menenangkan dirinya dengan mata terpejam.
"Senja, sebelumnya aku minta maaf."
"Maaf? Maaf untuk apa?"
"Aku... aku gabisa lanjutin hubungan kita lagi"
Terkejut. Sakit. Itu yang aku rasakan sekarang.
"Kenapa? Aku ada salah sama kamu?"
Air mataku luruh. Aku rasa selama ini hubungan kita baik-baik saja, tapi kenapa Fajar tiba-tiba minta putus.
"Maaf Senja. Kamu ga ada salah, tapi aku udah ga punya perasaan apa-apa lagi sama kamu. Dan satu hal yang harus kamu tahu, aku udah punya perempuan lain yang lebih baik dan tentunya lebih cantik dari kamu." Jelas Fajar panjang lebar.
Plakk...
"KAMU JAHAT FAJAR. KAMU MUTUSIN AKU CUMAN KARNA WANITA LAIN YANG LEBIH BAIK DARI AKU? JAHAT. KAMU JAHAT!" Bentak Senja sambil menampar Fajar.
Alasan macam apa itu. Dia mutusin aku cuman karna wanita lain? Haha aku pastiin kamu nyesel Fajar. Batinku tertawa miris.
"Maaf" Fajar menunduk.
"Aku harus pergi. Luna udah nunggu aku" ucap Fajar.
Aku diam. Jadi, nama perempuan itu Luna. Orang yang udah buat hubungan aku hancur sama Fajar.
Luna, aku benci kamu. Aku harap hubungan kamu juga bakal jauh lebih hancur dari aku.
Aku mendongak.
Langit yang tadinya menunjukkan warna jingganya kini terlihat gelap. Lihat? Alam pun seakan ikut menangis melihat kesedihan ku. Gemuruh dan angin kencang kini menemani ku.
Derasnya hujan menutupi air mataku yang mengalir, dengan semilir angin yang berhembus. Ditengah pongah hujan yang menghujam, Sukma jiwaku rasa tenggelam. Menuntut Tuhan, bisakah waktu diputar kembali? Agar aku tidak berada disituasi ini.
"Maaf Senja. Semua yang aku ucapin itu bohong. Andai kamu tahu hubungan kita selama ini ditentang sama papa kamu karna kepercayaan kita yang berbeda. Aku harap kamu ketemu sama pria yang lebih baik dari aku. Selamat tinggal Senja, aku mencintaimu." Batin seseorang yang sedang menatap punggung Senja yang bergetar.
🗿🗿🗿🗿🗿🗿🗿🗿🗿🗿🗿🗿🗿🗿🗿🗿🗿🗿
Nyatanya benar. Fajar dan Senja tak akan pernah bisa bersatu karna ada nya perbedaan waktu.
🖊️Chris.
Nb: Pendek bat kyak anuಥ_ಥ