([DAY 26])
DARAH GLADIATOR
Aku, Comodus. Sang kaisar yang paling Berjaya. Penguasa dunia dengan Romawi sebagai inti kekuasaan. Sangat senang melihat hiburan ini. Ini sangat menghibur.
Para senat selalu menyenangkanku. Kalau tidak, mereka yang harus jadi gladiator. Mengurangi orang-orang hebat.
Collosseum ini juga tempat yang menyenangkan bagiku. Sebuah tempat dengan pengunjung terbanyak. Banyak sekali menurutku. Karena kota roma saja paling hanya 90 ribu orang. Ini bisa menampung 50 ribu. Berarti separuhnya. Itu datang dari pelosok negeri. Terutama rakyatku yang hebat-hebat. Mereka-mereka inilah pendukungku yang mampu menguasai dunia. Dimana akhirnya ujung dunia ada di tanganku. Para rakyatku itu boleh melihat hiburan yang sangat menarik, dimana ada kekuatan disana, juga orang-orang yang tak berguna mesti dibuang, tapi terlebih dahulu mesti menghibur. Serta para binatang buas harus mendapat makanan yang enak. Tentunya setelah mencabik-cabik tubuh para gladiator lemah yang pantas tinggal dalam perut sraja singa itu.
Ada si Spanish. Dia menjadi buah bibir. Karena kekuatan dan kehebatannya. Serta mampu melumpuhkan lawan dalam sekejap. Juga bisa mengalahkan formasi dasyat pasukan pimpinan scipio yang begitu tangguh. Makanya kehadirannya selalu di elu-elukan oleh para penonton.
Astaga itu Maximus. Aku mengenali saat dia membuka topeng nya. Aku tak suka dia. Akan aku lawan dia di arena. Sebagai gladiator. Dan mesti terjungkal. Makanya kakinya aku tusuk. Biar tahu rasa. Dan besok akan aku ajak dia bertarung.