Angin berhembus suara burung berkicau. Tapi hari itu berbeda seperti biasanya.”Aku lelah,”kata Rika sambil duduk. “Hari ini dingin sekali,”kata Rika lagi sambil memeluk diri sendiri. Dari jauh terdengar suara langkah kaki. Rika langsung menoleh ke arah suara langkah tersebut.
“Ini,”kata Petra sambil memberikan secangkir teh hangat.
“Terima kasih,” kata Rika yang mengambil cangkrnya. “Hangatnya... tanganku,”kata Rika.
“Apa yang kamu pikirkan diluar,”kata Petra. Rika hanya menggelengkan kepala setelah menyeduh tehnya.
Malam yang dingin dengan suara air yang mengalir didekat rumah. Tapi saat itu tidak seperti biasa angin berhembus kencang. “Dinginnya,”kaTA Rika. Petra yang melihat memberikan selimut yang ia pakai kepada Rika,”Pakai ini. Biar hangat.”
“Tapi... nanti kamu kedinginan,”ucap Rika. Petra hanya tersenyum. Karena tidak nyaman Rika berbagi selimut dengan Petra dalam satu selimut. Mereka berdua hanya tersenyum satu sama lain.
“Liat itu,”menunjuk ke atas kata Petra. Rika melihat ke arah atas yang dituju dan melihat langit yang penuh dengan bintang yang bercahaya.”Apa itu?kata Rika yang tidak tahu. “Itu namanya rasi bintang. Penunjuk arah saat malam hari,”ucap Petra sambil memeluk Rika.
Saat mereke melihat rasi bintang di langit malam angin berhembus kencang membawa berbagai kelopak bunga yang berterbangan. Rika dan Petra melihat dengan rasa tajub dan indah.” Dari mana kelopak bunga itu?,”kata Rika memandangi kelopak bunga yang berterbangan.”Aku juga tidak tahu... mau mnecari tahu,”ucap Petra.
“Boleh. Ayo,”kata Rika yang bersiap untuk berdiri dan berjalan bersama dengan Petra.
Mereka berdua menyusuri jalan setapak di taman. Dengan terkejut Rika melihat pemandangan yang tidak biasa dan memanggil Petra yang ada dibelakang. “Pet...apa itu?,”menoleh kearah belakang menuju Petra.
Tapi Petra tidak ada dibelakangnya membuat ia mencari Petra.”Petra...Petra... kamu dimana,”kata Rika mencari sekeliling taman. Tapi ia tidak menemukannya. Hingga beberapa jam dari tempat ia melihat pemandangan itu, munculnya Petra dengan baju putih.
Petra hanya tersenyum dan jongkok didepan Rika saat ia menghampiri Petra di tenga pemandangan yang indah dan penuh dengan bunga bertaburan. “Rika mau tidak kamu menjadi pasangan hidupku?,” ucap petra sambil mengulurkan kota kecil berwarna putih yang didalamnya ada sebuah cincin cantik dan indah.
Rika yang melihat terkejut dan terharu hingga meneteskan air mata. Tanpa berkata apa-apa ia mengulurkan tanganya kepada Petra tanda ia menerima lamaran Petra. Setelah cincin dipasang dijari Rika. Petra berdiri dan memeluk Rika dan dibalas dengan pelukan hangat. Setelah berpelukan mereka berdua memandang satu sama lain.”Apa kamu suka...kejutanku,”kata Petra. “Tentu saja aku suka,”kata Rika yang masih terseduh-seduh.”
“Hari ini dan hari esok kamu akan bersama denganku selamanya,”kata Rika yang memandang Petra penuh kasih sayang. Di malam yang indah di tengah taman mereka berdua menyatukan kedua bibir. Menikmati malam di taman dengan penuh rasa cinta dan kehangatan malam.