"Aaaaaaaa.." teriak ku dari atas tebing tinggi.. meluapkan segala sesak yang ada di hati.
Aku kecewa, tadinya aku berencana untuk memberi kejutan pada pacar ku Doni, tidak ku sangka malah aku yang di berikan kejutan olehnya, hingga membuat ku berlari hingga samapai di atas tebing ini.
Aku dan Doni sudah 1 tahun pacaran, aku pikir akan berjalan mulus hubungan ku dengannya, tapi nasib berkata lain.
Setelah puas berteriak, melepas segala rasa, akhirnya aku putuskan untuk kembali pulang lagi pula hari sudah mulai sore.
"Perasaan ini deh jalannya?" tanya ku pada diri sendiri.. berusaha mengingat jalan yang tadi aku lewati.
"Benda apa itu?"
Aku menghampiri benda aneh itu dan terlihat seperti baju astronot.. "milik siapa ini?"
Aku menoleh kanan dan kiri, tidak ada orang.. aku coba saja.
Baju yang aku percayai adalah baju astronot itu melekat pada tubuh ku, dan pandangan ku tiba-tiba gelap.
Aku mengerjapkan mata dan membuka mataku, "Ini dimana? tempat ini kenapa aneh sekali?"
Sejauh mata memandang hanya ada hamparan pasir berwarna abu-abu, dan apa itu ada kursi dan ada sebuah balon.
Aku duduk di kursi kayu itu, mata ku tertuju pada langit gelap yang bertabur bintang, "Apa iya, aku baru saja melakukan perjalanan luar angkasa?" tanya ku yang masih kebingungan.
Lupakan saja lah, yang penting aku tidak bertemu dengan Doni, si penghianat cinta.