Haaai nama ku Ina.. putri kecilku bernama Ara yang saat ini berusia 5 tahun dikit lagi masuk tk..
Setiap sore Ara selalu minta di ajak bermain ke taman yang ada di dekat tempat tinggal kami..
Padahal sore itu awan sudah terlihat gelap, sepertinya akan turun hujan..
"Mama, ayo ke taman.. aku mau maen perosotan.." ucap Ara dengan setengah memaksa.
"Mau hujan Ra.. besok aja yah ke tamannya.." bujuk ku pada Ara.
"Bentar maa.." rengek Ara.
Biasanya Ara akan menurut jika di beri tahu, tapi entah kenapa kali ini Ara sama sekali tidak mau mendengar perkataan ku.. tetap memaksa..
"Mama,, Ara mau main perosotan.. hiks hiks hiks." pinta Ara sambil duduk menekuk kedua kakinya dan menenggelamkan wajah ke lutut.
Ara mulai menangis tersedudu.. aku pun tak tega melihatnya, "Ya udah iya, tapi sebentar ya?" akhirnya aku pun mengalah melihat Ara menangis..
"Asiiik ke taman.." sorak Ara yang dengan tangan mungilnya menghapus air mata yang sempat mendarat di pipi tembemnya.
Kami berdua pun berjalan ke arah taman.. taman yang biasanya ramai, kini terlihat sepi hanya ada pengurus taman yang terlihat masih mengurus tanaman yang ada di sana.
"Mama, ayo dorong ayunannya.." pinta Ara saat sudah duduk di ayunan besi.
Aku pun mendorong ayunan besi yang di duduki Ara sambil berkata, "Kata kamu mau main perosotan? kok malah ayunan?" tanyaku meledek Ara.
"Ayunan dulu mah, nanti baru perosotan." ucap Ara.
Setelah puas dengan ayunan.. Ara pun beralih bermain perosotan... sedangkan aku tetap mengawasi Ara.
Meeeyong.. meeyong.. meeyong
"Mama, itu ada kucing." ucap Ara sambil menunjuk ke arah kucing yang sedang duduk manis di dekat pepohonan yang rindang.
Ara berhenti dari bermain perosotan dan beralih menghampiri kucing putih yang sedang duduk manis dengan mata menatap Ara.
Ara mengelus kepala kucing putih itu dengan sayang.. "Mama, Ara boleh bawa pulang kucing ini?" tanya Ara saat kucing putih itu sudah dalam gendongan Ara.
"Lah ya jangan Ra.. itu kucing orang.. di rumah juga kan udah ada moli." tolak Ina.
"Biar Moli ada temen mah.." ngeles Ara, "nanti moci jadi kakanya Moli ya?" ujar Ara dengan menatap kucing putih yang sudah terlihat nyaman dalam gendongan Ara.
Jegeeer.. tiba-tiba bunyi petir tanpa ada tanda kilat dulu.
"mama.." teriak Ara ketakutan dengan suara petir.
Aku pun langsung memeluk Ara dan hendak membawanya pulang.
"Kucing nya di tinggal aja Ra, nanti juga dia pulang ke rumah majikannya." ucap ku.
"Gak, ini mocinya Ara.. Ara mau bawa pulang.." ucap Ara.
"Ara, ini bukan kucing kamu.. kucing kamu itu moli si item.. noh lagi di rumah." bujuk ku pada Ara.
"Udah gak apa-apa bu, di bawa aja kucingnya.. itu kayanya kucing orang nyasar.." ucap ibu pengurus taman yang sudah berdiri di belakang Ina dan Ara.
"Tapi nanti kalo ada yang nyariin kucing ini, suruh datang ke rumah saya aja ya bu.. buat ambil kucingnya." ucap ku pada ibu pengurus taman.
"Iya beres.. ibu yang tinggal dekat dengan rumah pak haji Asep kan ya?" tanya ibu pengurus taman.
"Iya bu, bener itu." ucap Ina.
"Ayo mama pulang.." rengek Ara.
"Ya udah bu, saya duluan ya, takut hujan ini." pamit Ina pada ibu pengurus taman.
"Iya hati-hati.. ibu juga mau pulang kok ini." ucap si ibu pengurus taman.
Akhirnya kucing di taman ini ikut aku dan Ara pulang ke rumah.. dalam gendongan Ara.. kucing putih itu terlihat nyaman..
Sampai di rumah,, Ara langsung memberikan makan dan minum pada kucing putih yang tadi kami temukan di taman tidak lupa juga Ara memanggil moli.
"Moliiiiii." teriak Ara, memanggil moli (kucing hitam)
Maaao.. maaao, meeeyong (Moli menghampiri Ara)
"Kamu dari mana aja?" tanya Ara pada moli.
Meeeo..
seperti mengerti ucapan Ara, di jawab meeeo sama moli. 🤣🤣
Tidak seperti kucing lainnya, biasanya jika baru bertemu pasti akan berantem.. lah ini moci dan moli terlihat akur makan bersama dalam 1 wadah dan minum juga di wadah yang sama.
"Yang akur ya meng.." ucap Ara sambil mengelus kepala moci dan moli bergantian.
Moci (kucing putih) meninggalkan Moli (kucing hitam) yang masih asik makan.. Ara pun lebih memilih mengikuti moci dari belakang.. ingin tahu apa yang akan di lakukan moci.
moci tiduran di lantai, membersihkan bulu-bulunya yang terlihat dekil.. padahal moci ini putih bersih kalo di mandiin 🤣🤣 pikiran ku ya..
Moli yang sudah selesai makan langsung menubruk moci yang sedang tiduran, seperti sedang mengajak main, moli terus mengusili moci..mereka bermain layaknya teman.. padahal mah baru ketemu..
"Mama.." teriak Ara.
"Apa." jawab Ina dari dapur.
"Sini.. cepet." pinta Ara.
Aku pun langsung menghampiri Ara, pikiran jelek sudah menyelimuti kepala takut Ara kenapa-kenapa.
"Liet mah." tunjuk Ara pada Moci dan Moli.
Aku melihat pemandangan yang menyejukkan mata, moli tidur di atas tubuh moci yang lebih besar darinya.
"Kamu kalo sama temen, yang akur ya Ra.. kaya moci sama moli." ujar Ina.