#Jomblo_limited_edition
#Fiksi
By Meelysha Ekprisa
Namaku Hera, sekarang usiaku 25 tahun. Masih muda kan, tapi jangan salah di kampungku, aku termasuk yang ketinggalan jauh, semua teman teman sepantaran sudah pada menikah dan punya anak.
Setiap kumpul di acara nikahan cuma aku yang selalu datang sendiri atau bareng emakku. Dan setiap pulang kondangan pasti emak ngungkit kapan aku menikah.
" Tuh, anaknya pak Imran sudah nikah, muda lagi dari kamu. Lah, kamu kapan? Malu, nak. Saban hari di tanyain sama orang orang."
Hadeh, emakku tersayang ini. Orang di dengerin, noh lihat mbak Halimah tamat SMA langsung nikah, sampai sekarang hidupnya masih Morat marit masih numpang sama kami. Lakinya kadang ngojek kadang nguli kadang nyawah, kadang entahlah.
Aku tidak mau buru buru nikah cuma karena dikejar umur, menikah itu butuh kesiapan mental, kesiapan materi, ya biarin suamiku bukan orang kantoran paling tidak suamiku ada modal usaha dan memboyongku ke kontrakannya bukan numpang rumah ortu atau mertua kayak mbakku.
Banyak yang mengelu elukan si Ani anak pak Imran karena suaminya ganteng. Makan tuh ganteng, kalo kerja aja masih ngayuh becak. Yang penting laku, emang barang pake laku segala.
❤️❤️❤️❤️
Sore itu
" Hera, ada yang mau kenalan sama kamu"
Titi temanku datang ke rumah
" Siapa? Kerjanya apa? Lulusan apa?"
" Sama kayak Lo. Tamat SMA."
" Ooooh cuma tamat SMA. Kirain?"
" Lu mau yang gimana? Sarjana? Ngaca lu??? Mana ada sarjana yang mau sama tamat SMA"
" Lah, siapa tau? Jodoh nggak ada yang tau."
" Mau nggak kenalan sama temenku."
" Boleh, di coba dulu ya."
" Idih, GeEr dia kan cuma mau kenalan bukan pacaran."
Nggak lama hp ku bergetar, tandanya ada chat masuk
" Assalamualaikum"
" Waalaikumsalam,siapa ya."
" Maaf apakah ini dengan Hera, saya Antok temennya Titi."
" iya saya Hera. Oh , temannya Titi."
" Dek Hera lagi apa? "
"Lagi balas SMS orang."
" Ya, kalo itu saya juga tau dek. Boleh main ke rumah, nggak?"
" Boleh, apalagi bawa oleh-oleh"
" Aman kalo itu. Jadi boleh nggak?"
Lah ni orang nanya lagi, tadikan sudah dibilang boleh.
" BOLEH"
" Haduh, dek jangan marah-marah. Saya cuma bertamu bukan nagih hutang."
Lebay ni orang.
❤️❤️❤️❤️
Emak mau pergi ke kampung sebelah katanya ada hajatan disana dan aku diajak, sebenarnya malas kesana, ntar di tanya lagi soal jodoh. Tapi karena emak maksa ya wes lah.
" Ra, nanti kita kesana naik taksi ya"
Widih, banyak duit emak gue pake taksi segala padahal cuma mau ke kampung sebelah.
" Motor kan ada, Mak."
" Kan si topan mau ngojek"
" Mas topan hari ini ngojek nggak" teriakku
" Iyaa!!!" Jawabnya dari dalam
"Motor cuma satu, kalo mau kerja beli kek kredit kek, bukan make motor almarhum bapak.dasar parasit." Gumam ku dalam hati
Aku janji Mak kalo punya laki nggak akan nyusahin emak. Janji!!!!
Sudah lima menit menunggu taksi nya si emak kok nggak muncul.
Tak lama datang sebuah ojek gandeng
" Mau kemana, Buk. Mau ke desa kampung Gandung. "
" Oke, siap bu."
Aku yang terdiam ketika melihat taksi yang dimaksud emak.
" Ra, kok bengong. Atau mak tinggal nih "
Aku langsung naik ojek gandeng duduk disamping emak. Katanya taksi nggak taunya ojek gandeng.
10 menit kemudian
Kami masuk ke gang tempat acara, disana sudah rame para warga berkumpul ada yang bantu di dapur, nongkrong di depan rumah, ada yang baru datang dan ada yang mau pulang.
Tak lama kemudian
" Bu, ibu pak lurah datang."
Para ibu-ibu berhamburan keluar. Mereka menyalami pak lurah. Katanya pak lurah masih single alias jomblo, sekelas pak lurah masa belum punya pasangan, dia terlalu milih kayaknya, padahal dengan jabatan itu, dia tinggal pilih wanita yang dia suka.
Beda denganku, boro boro milih dilirik juga kagak. Paling yang ngelirik sekelas lakinya mbak Halimah, ogah. Ya, sebagai jomblo limited edition,mah jangan sembarangan milih cowok. Ya, paling bawah sekelas pak lurah lah, hehehehe, becanda.
" Mak, kira kira pak lurah dah punya calon belum?"
" Mana mak tau,nak. Kamu mau daftar, nyebut nak??? Dia orang berduit mana mau sama orang susah sama kita."
" Mak, kalo jodoh tak kemana."
" Sudah malam, tidur. Ketemu pak lurahnya dalam mimpi aja."
Hadeh, emaaak. Sekali sekali nyenengin anakmu ini kenapa.
Baru akan memejamkan mata
Hp ku bergetar
Ada chat dari antok
" Belum tidur, Hera."
" Ini mau tidur"
" Ganggu,ya."
" Banget!!!!"
" Maaf ya "
" DI MAAFKAN, DAN SAYA MAU TIDUR!!!"
" judes amat, neng. Ntar cepet tua loo!!"
Kutinggalkan hp dan tidur. Lebih baik mikirin pak lurah daripada si Antok yang belum jelas batang hidungnya.
Sudah hampir satu bulan si antok jarang ngechat lagi. Ya,walaupun sudah aku judesin, dia tetap ramah sama aku. Kayaknya si Antok sudah pasang bendera putih.
Tok tok tok
Suara rumah di ketok.
Aku beranjak ke pintu luar melihat siapa yang datang. Ada Titi mengantar undangan
" Siapa nikah,ti?"
" Antok"
" Oh pantas udah lama nggak ngechat lagi."
" Iyalah, kamu nya sombong. Nanggapin dia judes terus."
" Ah, dia nya aja yang lembek. Gitu aja ngambek."
"Eh, kamu perginya sama siapa?"
" Bareng aja"
" Aku panitia"
" Oh ya wes lah"
Mending nggak usah datang kenal juga nggak sama si Antok.
Saat hari H
" Hera, temenin emak kondangan di kampung sebelah."
Asyiiik , pasti ketemu pak lurah lagi nih.
Aku langsung mandi dan dandan yang cantik.
Tadaaaa!!!! Di jamin pak lurah nggak kecewa lihat penampilanku.
" Naik apa Mak?"
" Naik taksi"
Ojek gandeng??? Ancur dong riasanku nanti. Bodo amatlah yang penting ketemu pak lurah.
Sampai di acara
" Mak yang nikah siapa sih. Kok pake balai warga."
" Yang nikah pak lurah"
Deg!!!! Jadi aku dandan cantik gini buat apa kalo yang mau kulihat ternyata pengantinnya.
" Mak pulang yuk."
" Kok, pulang?Masuk aja belum."
Terpaksa deh. Ikut Mak masuk ke pesta. Kulihat penganten wanitanya cantik. Aku aja kalah cantik sama pengantennya.
" Datang juga kamu."
" Lah, Titi. Bukannya kamu panitia pestanya Antok."
" Lah , iya Antok itu pak lurah"
" Whaaaat"
Jadi ????? Antok dan Pak lurah orang yang sama.
Maaaaaaakkkk!!!!!
TAMAT