"Sa, ngelamun aja lo!!"
Suara keras seorang laki-laki berwajah rupawan itu begitu mengagetkan telinga Salsa. Salsa yang tengah melamun di pojokan bangku kelasnya seketika langsung terperangah.
"Ah, lo, Dit!! Ngagetin gue ajah!", balas Salsa dengan nada tinggi sembari memandang ke arah Adit, laki-laki rupawan yang sering kali mengajaknya bertengkar dalam kelas.
Adit yang melihat wajah marah Salsa, malah semakin ingin menggodanya.
"Sa, lo makin cantik tauk kalo marah..", ucap Adit sembari mencolek dagu Salsa.
Salsa malah semakin marah, "Apaan sih lo?? colak colek gue! Risih tauk!". Salsa membalasnya kemudian berjalan keluar kelas seorang diri.
Adit yang masih melongo di pojokan kelas, masih senyam senyum sendiri seperti orang yang baru saja mendapatkan hadiah.
Tangannya yang tadi dia gunakan untuk mencolek Salsa, dia cium berulang-ulang kali.
Salsa, gadis cantik dan pintar di kelasnya. Dia idaman hampir semua anak laki-laki di kelasnya. Rambutnya yg hitam panjang terurai dengan jepit rambut kecil yang selalu menempel di rambut depannya itu, membuatnya terlihat semakin cantik. Kulit tubuh yang cerah, serta bulu mata yang lentik itu tak henti membuat pandangan murid laki-laki selalu tertuju padanya.
Dan Adit, adalah salah satu dari murid-murid itu.
"Sa, andai aja lo tau, gue tuh suka sama lo..", gumam Adit yang masih menyimpan senyum di wajahnya itu setelah menggoda Salsa.
Adit beranjak meninggalkan kelas yang sudah sepi murid itu.
_____________€€€€€€€€€€_______________
Hari berikutnya...
Waktu masih menunjukkan pukul 06.30. Salsa berangkat lebih awal dari biasanya, dia berangkat diantar Kakakny yang masih duduk di bangku kuliah di kampus X ,kota Y itu. Begitu sampai di sekolah, terlihat masih begitu sepi.
Salsa turun dari motor dan berjalan masuk menuju kelasnya. Tak selang lama, terdengar deru suara motor dari pintu gerbang sekolah, ya.. tak salah lagi, itu suara motor Adit, penggemar Salsa yang paling jahil itu.
Salsa masih berjalan sendirian. Adit buru-buru datang menghampirinya.
"Sa.....!!", panggil Adit pada Salsa dengan suara lantang.
Salsa mempercepat langkahnya. Begitupun Adit. Mengikuti langkah cepat Salsa dan mengejarnya.
Sudah sampai di dalam kelas. Salsa meletakkan tas selempangnya di bangku barisan paling depan itu, sembari mengambil posisi duduk di bangku.
Adit yang masih terengah-engah, juga masuk ke dalam ruang kelas yang sama dengan Salsa. Dia menghampirinya.
"Sa, gue cuma.. pengen jalan ke kelas bareng lo.. (hosh.. hosh)", tutur Adit yang masih terengah-engah.
Salsa yang sudah duduk manis di bangku itu tersenyum tipis sambil menutup mulutnya dengan punggung tangannya itu.
"Capek ngikutin langkah gue??", Salsa buka suara.
"Haha.. iya, Sa.. lo cepet banget jalannya", balas Adit.
"Makanya, lain kali lo sering-sering olahraga, Dit, biar gak ngos-ngosan lagi kalo lari...." , timpa Salsa sembari menahan tawa kecil di bibirnya.
"Iya, deh..."
"Udah sana taro dulu tas lo di bangku lo"
Dari situ, awal percakapan baik mereka di mulai.
Sebelumnya Adit adalah anak nakal yang sering kali menggoda Salsa. Meskipun Adit berwajah tampan, dia sama sekali tidak pernah suka menggoda murid wanita lain, selain Salsa, yang sudah dikenalnya dari kelas X itu.
Adit sudah lama mengagumi Salsa, tapi Salsa tak pernah melihat pada siapapun. Salsa hanya senang memperhatikan guru saat pelajaran.
Pelajaran pun selesai.
Salsa masih merapikan buku-buku di atas mejanya. Adit yang takut tertinggal Salsa, segera berkemas untuk menghampiri Salsa.
"Sa,, gue anterin lo pulang ya..?"
Salsa yang masih menata bukunya itu melongo keheranan, menatap wajah Adit dengan penuh tanda tanya.
" Ada angin apa lo...? Tiba-tiba mo nganterin gue balik..?? ", tanyanya.
Adit yang masih bingung, hanya cengar cengir di depan Salsa.
"Gpp, gue pengen anterin lo aja.. Biar kapan-kapan gue bs maen ke rumah lo ma anak-anak yang lain..", sahut Adit sambil menggaruk-garuk kepalanya.
Salsa yang sudah selesai mengemasi bukunya segera berdiri dan beranjak meninggalkan kelas. Adit yang masih menunggu jawaban mengikuti di belakangnya, "Hei, Sa! Belom lo jawab. Malah pergi ,, gmana mau ga gue anterin ?"
Salsa mendadak menghentikan langkahnya. Adit pun berhenti tepat di belakang Salsa. Salsa membalikkan badannya dan mendongak ke arah Adit, " Sorry, Dit.. Lain kali aja yaa...".
Adit yang mendengarnya seketika merasa sedih. dia masih berdiri di sana, sementara Salsa sudah berjalan menjauh darinya.
_________€€€€€€€€€€€____________
Hari berikutnya lagi usai jam pelajaran selesai..
Salsa bersama Vina, teman sebangkunya berjalan ke arah kantin.
"Vin, gue bingung deh sama si Adit..", Salsa memulai percakapan mereka.
"Bingung napa, Ca??" , balas Vina memanggil Salsa dengan nama panggilan kesayangannya.
"Ga.. gue heran aja,, kemaren-kemaren tuh ya.. si Adit tuh gangguin gue mulu.. kaga ada abisnya. yg jailin gue inilah, itulah.. ahh pokokny ada aja deh... Nah,, tiba-tiba aja, kemaren dia nawarin diri mo anterin gue pulang...", terang Salsa sembari menarik kursi makan di kantin.
"Haaaaaa....... ga salah denger gue????"
Vina yang tadinya mendengarkan baik-baik, langsung teriak dengan kencang, membuat murid lain menoleh ke arah mereka.
"SSSSTTTT.....!!", Salsa menutup bibirnya dengan jari telunjuk kanannya..
"Beneran? gue ga salah denger nih, Ca??", Tanya Vina masih dilanda kekepoan di hatinya.
"Iya, bener. ngapain juga gue boong...", sahut Salsa.
"Bu, pesen mi kuah pake cabe ama telur 2 ya, minumnya es jeruk." , teriak Vina pada ibu kantin sambil mengangkat tanganny, "Ca,, gue ksih tau lo ya... itu bisa ada kemungkinan kalo Adit suka sama lo,Ca ", lanjutnya bicara ke arah Salsa dengan nada pelan.
Salsa ikut bingung dengan apa yang dikatakan Vina.
Dia masih berfikir keras. Hingga makanan pesanan mereka tiba, "Makasih bu..!" ,Serunya pada bu Kantin yg mengantarkan makanan itu pada mereka.
Saat tengah menyantap makanan mereka, mereka sontak kaget dengan Adit yang begitu tiba-tiba duduk sebelah mereka sambil membawa mangkuk dan gelas di tangannya, " Gue gabung ya!!"
Vina menatap mata Salsa. Mereka saling bertukar pandang. "Iya, boleh kok", jawab Vina mengiyakannya.
Setelah beberapa saat, mereka selesai makan dan kembali dalam kelas hingga pelajaran usai.
Lagi-lagi Adit mengajak Salsa menumpang di atas jok motornya. Kali ini Salsa mengiyakan. Hanya untuk tau, apakah Adit ada maksud atau tidak padanya.
Hingga saat berada di jalan, di dekat taman sebeljm sampai di rumah Salsa, Adit menghentikan motornya.
"Hei, kenapa berhenti disini?? Rumah gue masih ke sana..", ucap Salsa kebingungan.
Salsa beranjak turun dari motor dan berdiri di sebelah Adit. Adit melepas helm nya. Dengan rambut acak-acakan dan muka manisnya itu, Adit menatap ke arah Salsa dengan tatapan penuh rasa.
Salsa yang sudah tak sabar ingin segera pulang, swgera mengambil langkah kaki, namun Adit berhasil meraih tangan kanannya., "Tunggu, Sa . Gue mo ngomong sesuatu sm lo..." , ucapnya pada Salsa sembari menatap mata Salsa.
Salsa yang serba salah kebingungan,"Lepasin dulu tangan gue. ", ucapnya pada Adit yang menunjuk ke arah tangan kanannya.
"Sa.. benernya gue uda lama suka sama lo.. Gue uda lama ngagumin lo.. Dan gue, ga tau knapa, seneng banget pas gue gangguin lo, Sa. Kalo gue liat lo marah, gue makin sneng buat jailin lo. Ya.. gue minta maaf klo slama ini gue uda salah ama lo, gue uda jahat, dan gue uda jail ama lo.. tp Sa,, gue pengen ngomong sesuatu ma lo. Gue sayang sama lo, gue pengen lo jd pacar gue. Lo mau terima gue ga..?" , Adit dengan panjang lebarnya mengatakan isi hatinya pada Salsa.
Salsa masih terperangah, terdiam berdiri disisi motor yang mereka naiki tadi.
"Lo, suka sama gue?? ", Salsa hanya menjawab dalam satu kalimat saja.
"Iya, Sa.. gue beneran suka sm lo, gue .. gue sayang sama lo...", Adit menjawab kembali sembari mengeluarkan 2 buah tangkai bunga mawar di tangannya.
"Sa,, gue ada 2 bunga di tangan gue. kalo lo mau nerima gue jd pacar lo, lo ambil 1 bunga dari tangan gue dan lo simpen, tapi kalo lo ga mau terima gue, lo ambil bunga di tangan gue, lo buang semuanya.", Adit memberikan pilihan kepada Salsa dengan begitu mendadak.
"Hmm... Dit.. gue uda maafin lo. Gue uda ampunin lo. Lo ga perlu ngerasa bersalah ma gue. Dan.. masalah lo suka sm gue.. jujur,, gue ga tau bs bales perasaan suka lo ke gue engga.. karena sblmnya lo cm jailin dan jailin gue terus.. Tp gue ngehargain perasaan lo ke gue.. jd, skarang gue ambil 1 mawar dari tangan lo.." , Salsa pun membalas dengan beberapa kalimat yang membuat Adit senang.
"Sa,,, gue janji.. gue ga bakalan jd anak nakal lagi, Sa.. Gue janji,, Dan, meskipun sekarang lo ga ada rasa sm gue.. gue bakal bikin lo jd sayang sama gue pelan-pelan. Gue janji ga bakal sia-siain lo Sa."
"Gue pegang janji lo, Dit.."
____________€€€€€€€_____________
Mulai saat itulah mereka mulai membuka hati mereka untuk menerima hati mereka masing-masing.
Hingga pada akhirnya mereka bisa saling menerima kekurangan dan kelebihan mereka masing-masing.
2 tahun sudah mereka menjalin hubungan. Hingga sampai mereka tamat Sekolah Menengah Atas, mereka masih menjalin hubungan sampai di bangku kuliah. Bahkan, mereka sudah saling mengenal orang tua masing-masing.
Dan masalah bunga mawar itu,, milik Salsa sampai sekarang masih disimpan dalam buku hariannya, yang ga tau sudah berubah wujudnya menjadi seperti apa.
^^CINTA AKAN TUMBUH SEIRING BERJALANNYA WAKTU, DAN JIKA KAMU MENYUKAI SESEORANG, JANGANLAH MENUNGGU LAMA UNTUK MENGUNGKAPKANNYA. KARENA JIKA KAMU TERLAMBAT, TAK AKAN ADA LAGI KESEMPATAN UNTUKMU BERSAMANYA^^