Ciuman di malam... Ciuman yang tak pernah bisa Neira lupakan. Ciuman dan pelukan hangat, dari seorang ibu yang telah melahirkannya.
Seorang wanita paruh baya, yang selalu tersenyum manis pada anak tunggal nya. Semenjak ditinggal sang suami yang entah kemana, wanita itu menjaga anaknya seorang diri tanpa bantuan dari orang lain.
Meski demikian, ia tetap sabar dan memilih untuk tidak menikah.
"Uhuk..." Wanita itu batuk dengan darah segar seperti biasanya. Putri tunggalnya selalu setia menemani sang ibu yang selalu sakit-sakitan itu. Ia merawat sang ibunda dengan penuh perhatian dan kasih sayang.
"Bu, ibu cepet sehat ya! Aku mau kita kayak dulu lagi.." lirih seorang anak perempuan.
"Maaf ya nak, ibu ga bisa jadi ibu yang baik buat kamu," sang ibu mengeluh namun masih terlihat senyuman di wajahnya.
"Enggak kok Bu, siapa bilang? Aku saangat senang bisa mempunyai ibu yang baik seperti ibu ke aku!" Ucap anak itu lirih.
Sang ibunda tersenyum, ia duduk dan mengecup kening anaknya tiga kali. Ia menatap anaknya sendu, dan berbaring dengan senyuman.
Ciuman di malam itu sangat romantis. Melebihi kisah romantis dalam drama ataupun dunia nyata tentang kekasih. Ibu adalah wanita pertama yang aku cintai. Manusia yang sangat berarti untukku. Ialah yang melahirkan ku, membesarkan ku, dan merawatku meski ia tahu dirinya juga sedang lelah.
Anak itu menangis tersedu-sedu, "Bu, jangan tinggalkan aku Bu! Bangun Bu...hiks" tangis anak perempuan itu.
Rupanya, ia sudah tahu bahwa ibunya akan meninggal sebentar lagi. Tapi tetap saja, kenyataan pahit ini sangat-sangat membuat luka dalam di hatinya.
Ciuman di malam, ciuman terakhir dari sang ibunda tak akan pernah ia lupakan