#Transmigrasi, Iblis, racun
Genre : Reinkanasi ( transmigrasi ), fantasi, romantis
Fei Aran, siswi yang duduk di bangku SMA itu memiliki umur yang mendekati 18 tahun, dan menempati kelas 2 SMA.
Suatu hari, tepat saat pulang sekolah ia berjalan kaki keluar gerbang sekolah dan menunggu sang ayah untuk menjemputnya.
Karena tak kunjung datang, Aran berniat untuk membeli kue dulu di toko roti dekat sana. Kebetulan hari ini juga hari dimana ibunya berulang tahun.
Jalan raya sekarang kosong, itu juga karena ada perbaikan jalan jadi hanya kendaraan kecil yang mudah lalu lintas disana.
Tapi tiba-tiba...
TIIINNN...bunyi klakson yang berasal dari truk di depan Aran tiba-tiba saja menabraknya. Padahal, sudah tertulis di papan peringatan bahwa kendaraan besar tidak boleh lalu lintas di jalan tersebut.
"Apa...apa aku akan mati begitu saja?" gumam Aran menyesal.
Namun, suatu keajaiban terjadi. Aran bertransmigrasi ( reinkanasi ) ke dunia iblis, dunia yang jauh dari tempat tinggal manusia biasa.
"Uhmm....dimana aku? Bukankah aku sudah meninggal?" batin Aran bingung.
"Yang Mulia... Syukurlah anda sudah bangun," ucap salah seorang perempuan dengan baju pakaian lengkap.
"Si-siapa kamu?" tanya Aran heran.
"Nyonya, anda... Tidak mungkin lupa ingatan kan?" tanya pelayan itu dengan raut wajah sedih.
Aran masih bingung, ia bangkit dari tempat tidur dan mengaca di cermin. Benar saja, wajahnya telah berubah.
"Diri siapa ini? Apa aku bereinkarnasi?" gumam Aran.
"Em, maaf sepertinya aku sedikit lupa ingatan" ucap Aran mencoba untuk mengikuti alur.
Pelayan itu meneteskan air mata dan memeluk Aran, "Nyonya, apa anda benar-benar tidak ingat apapun? Bahkan, tentang rencana selir Zeia?" tanya si pelayan.
"Apa itu? Aku bahkan tidak mengetahuinya!" Aran menggeleng.
Pelayan itu menggenggam erat kedua tangan Aran, "Yang Mulia... Ayolah, anda adalah satu-satunya bukti kejahatan selir Zeia!" jelas pelayan itu.
"Apa yang kau katakan? Aku bahkan tidak mengetahui selir itu! Aku sudah bilang, aku lupa ingatan!" tegas Aran.
Pelayan itu duduk bersimpuh seperti tidak ada harapan, ia menangis.
"Kak...kakak..." tangisnya.
"Kakak?" Aran ikut bersimpuh, ia bertanya pelan mengenai hal yang ditanyakan pelayan itu.
"Coba jelaskan, apa yang terjadi sebenarnya, hum?" tanya Aran lembut.
"Yang Mulia, kakak saya meninggal karena ulah selir Zeia. Rencana itu...kita sudah mengetahuinya, Nona! Tapi... tapi itu tidak berguna sekarang, anda sudah lupa ingatan! Raja akan meninggal hari ini dan dunia iblis akan berantakan. Kehidupan para manusia akan hancur!" ucap pelayan itu yang tidak berhenti menangis.
"Dunia iblis? Bisakah kau jelaskan tentang dunia iblis itu?" tanya Aran lagi.
"Dunia iblis adalah dunia yang ditempati oleh kaum iblis. Di dunia ini, manusia direndahkan karena tidak memiliki kasta yang tinggi seperti halnya iblis. Namun, hanya raja dan engkaulah sebagai waris tunggal pemilik kekuatan penyembuhan yang menghormati kami para manusia. Keadaan raja sedang kritis sekarang, banyak yang menjajah kota ini. Sebagian dari penduduk manusia di kota ini telah punah, termasuk kakak ku." Jelas pelayan itu.
Aran mengangguk, artinya ia mengerti hal itu.
"Aku ingin bertanya, siapa raja dan apa posisi raja terhadapku?" tanya Aran untuk yang terakhir kalinya.
"Yang Mulia Raja adalah suami anda, Nyonya.."
"Ha? Su..suami?" Aran terkejut.
"Iya Yang Mulia," pelayan itu mengangguk lesu.
"Kalau begitu, bawa aku menemui raja, segera!" ucap Aran.
"Baik" jawab pelayan.
Merekapun pergi ke kamar raja.
Tok...tok...
"Masuk" ucap seseorang dari dalam.
"Huhhh... kalau aku sudah bersuami berarti sudah dewasa kan? Apa...suamiku juga sudah tua? Hemm tenanglah Aran...tenang!" batin Aran gugup.
Ia membuka pintu raja iblis, sementara pelayannya menunggu di luar.
"Ada kepentingan apa kamu disini?" tanya sang raja dingin. Ia duduk membelakangi Aran sehingga tidak nampak wajahnya.
"Yang Mulia.. saya ingin berdiskusi mengenai masalah penjajahan di kota ini" ucap Aran menunduk.
"Hah? Kau bercanda? Orang sepertimu...mana mungkin mengurusi urusan rakyat, terlebih rakyat biasa seperti mereka bukannya kau sangat benci?" Jawab sang raja cuek.
"Sial, siapa sih pemilik tubuh ini?" batin Aran.
"Tidak untuk sekarang, karena urusan rakyat juga urusanku, bukan hanya urusanmu," ucap Aran pelan.
"Sudah berani membantah rupanya? Punya keberanian darimana kamu, hum? Bahkan, kau tidak punya bukti yang cukup untuk meyakinkan ku" ucap sang raja.
Aran mengepalkan tangannya, "Dasar pria tua!" batinnya kesal.
Pria itu menghadapkan wajahnya pada Aran, dan betapa terkejutnya Aran.
"Gilaaa! Ganteng banget! Ya-yakin dia raja? Di usia...semuda ini?" batin Aran.
"Sebelum kau membuktikan kepercayaan mu padaku, jangan harap datang kemari." Ucap sang raja.
Aran mengangguk dan berlalu pergi.
"Ha? Kenapa...dia tidak marah seperti biasanya?" batin sang raja keanehan.
Untuk mengetahui informasi lebih jelas, Aran meminta sang pelayan menjelaskan semua mengenai dirinya dan hal yang ia lupakan. Bahkan, mengenai nikah muda Aran dan suaminya saat ini.
"Pantas saja, raja terlihat masih awet muda dan tampan" gumam Aran tapi masih kesal dengan sikap raja iblis itu.
Aran memperhitungkan rencananya dengan matang. Ia juga sering berlatih menggunakan kekuatan pemilik tubuh asli itu. Syukurnya, kekuatan itu sangat mudah dikendalikan jadi Aran tidak perlu repot-repot mempelajari nya.
Lima bulan berlalu, atau sama dengan 2 tahun di dunia manusia. Banyak manusia yang juga sudah punah di dunia iblis.
Mau tak mau, hari ini peperangan akan dimulai. Antara negara iblis lain.
Tak sedikit yang gugur di Medan perang, baik itu manusia maupun iblis.
Sang raja juga sudah kewalahan. Kini tinggal saatnya menunggu kekalahan.
"Maaf ayah, maafkan anakmu yang tidak bisa berguna!" tangis sang raja pecah, namun..Aran mendekati suami iblisnya itu dan memeluk serta menghibur nya.
"Percaya padaku, dunia ini akan baik-baik saja! Aku yakin itu..." Aran tersenyum.
Sang raja memalingkan wajahnya sebentar, tapi ia tidak punya kekuatan untuk berdiri lagi. Karena, tidak sedikit negara iblis yang menantang negaranya. Sekitaran 16 negara iblis menyerang kerajaannya. Wajar bila ia kewalahan saat ini.
Aran menghembuskan nafas, "walau hidupku mungkin akan berakhir, tapi aku bersyukur bisa hidup dua kali" ucap Aran.
Mengapa ia melakukan semua ini? Padahal, tidak ada yang ia kenal.
Dalam dua tahun terakhir, ia sering bertemu muka dengan raja. Ia juga pikir, raja tidak seburuk yang ia kira. Aran akhirnya menaruh hati pada raja. Ditambah, saat Aran mendengar cerita pelayan, bukan rajalah yang salah. Melainkan dirinya yang memang memiliki temperamen buruk.
Aran menggunakan kekuatannya di detik-detik terakhir, sang raja juga berusaha bangkit dan membantu istrinya itu.
"Terimakasih, istriku..." Ucap sang raja tersenyum.
Aran ikut tersenyum, ia senang bisa mendapat senyuman suami yang ia cintai.
Pedang panjang dengan baluran racun hitam, racun asal timur yang mematikan, bahkan semua iblis akan langsung mati saat terkena racun itu. Salah satu pengawal dari negara musuh hendak menusuk raja iblis dengan pedang racun mematikan itu.
Tapi...
JLEBBB
"TIDAKKK!!" raja berteriak, ternyata pedang itu bukan terkena dirinya, melainkan Aran.. Istrinya.
Kekuatan spesial pemilik tubuh asli itu keluar, tubuh Aran mengeluarkan cahaya putih dan seketika semua penjajah mati seketika. Itulah hebatnya kekuatan warisan di tubuh Aran. Namun, efek negatif nya Aran akan meninggal dengan cepat.
"Tidak, Aran...Aran bangunlah..jangan tinggalkan aku. Kenapa..kenapa kau melakukan ini? Aran..." tangis raja pecah.
"Kenapa kamu bertanya? Tentu saja aku melakukan ini untukmu... Aku harap, setidaknya aku bisa mendapat kepercayaan mu dan menyelamatkan hidupmu" Aran meneteskan air matanya, ia menggenggam erat tangan raja iblis di detik terakhir nya.
"ARAAAN!!! BANGUN ARANN!" teriak sang raja tidak rela.
"Hiks, maaf...maaf... Aku yang tidak berguna.." tangis sang raja.
"Ternyata di kehidupan kali ini aku juga meninggal. Dan dengan cara yang konyol hanya karena racun.. Namun, aku bersyukur bisa menyelamatkan suami ku tercinta"