seorang wanita berambut panjang sebawah bahu.selalu berpakaian menutup seluruh tubuh namun tetap memperlihatkan lekuk tubuh nya.kini,ia berusia 12 tahun.
kita panggil saja aila.
sehari hari,aila hidup liar kesana kemari.di latih bela diri sejak kecil,aila mengakhiri semuanya dengan pukulan.
meski tubuhnya,tidak terlalu besar seperti wanita biasa nya.aila, tetap bisa membanting semua orang yang lebih besar darinya jika sudah emosi,terkecuali ayah nya sendiri.
aila,ia punya seorang adik laki-laki yang sekarang berumur 8 tahun.tak heran,jika adik kecil nya itu sering jahil kepada orang orang karena ia sangat ingin melihat kakak nya berkelahi dan ia pun akan menyoraki.
adik aila ini bernama dylan.nama yang cukup pasaran bukan?,alasan aila memberi nama itu juga karena ia mendengar sebuah keluarga menyoraki nama dylan yang ternyata seorang bayi yang terjatuh dan ingin bangkit lagi.aila ingin adik nya seperti itu, walaupun sendirian,aila ingin dylan tetap jatuh bangkit dengan mandiri.
suatu malam,aila pergi sendirian.ia mengikuti ibu guru kesayangannya diam diam.tapi, sepertinya seseorang juga sedang mengikutinya.aila mendadak diam seraya memperhatikan ke arah mana ibu guru nya melangkah.
aila langsung berbalik,ia mendapati seorang pria muda yang sudah memiliki keriput stres dengan memegang kantong kresek hitam di tangannya.terlihat,pria itu kaget dan tersenyum pada aila.siapa dia?,ayah aila.seorang pecundang yang ingin anak nya ini hidup ke jalan yang benar.namun,benar yang ia maksud bukan seperti yang kita pikirkan.
tetapi setelah melihat ayah nya,aila lanjut mengikuti ibu guru nya yang sudah menuruni tangga.aila pun mengikutinya dengan cepat sebelum ia benar benar tertinggal.
"aila!.kau ingin kemana?!"panggil ayah aila sembari mengejar aila.
ayah aila sempat hendak memegangi tangan aila,namun aila langsung menghempas nya.
"aila,ayah ingin bicara!"ucap ayah nya lagi sembari mengikuti aila menuruni tangga.
"tidak ada yang harus di bicarakan.pergilah!"usir aila, dengan cepat memasukkan kedua tangannya ke saku jaket nya dan sedikit berlari setelah melihat ibu guru nya berhenti karena segerombolan laki laki memenuhi gang.
"aila!"teriak ayah nya yang seketika langsung memegangi dua tangan aila ke belakang.seperti,polisi membawa tahanan nya.
"KAU INI ANAK CEWEK.KENAPA KAU KELUYURAN MALAM MALAM.DAN AKU MELAKUKAN INI HANYA UNTUK KALIAN,AGAR KAU DAN ADIKMU BISA HIDUP.AKU HANYA INGIN MEMBERI INI!.INI!...TAPI KAU TIDAK BISA BERHENTI SEBENTAR!...."omel ayah nya yang saat ini ada di belakang aila.aila pun menggigit bibir bawah nya hingga berdarah,sungguh emosi nya sangat meledak sekarang.
ayah membalikkan badan aila,ia membuka kepalan tangan aila lalu menaruh plastik hitam yang berat itu di sana.
"aku tidak mau!"tolak aila, mengembalikan plastik yang aila tebak berisi batangan emas.
"CK, AMBILLAH!...AKU TAK PUNYA WAKTU!"bentak ayah muda yang kini mulai naik darah.
tidak mau banyak omong,aila berjalan meninggalkan ayah nya,tanpa mengambil plastik itu.
"SETIDAK NYA AMBIL UNTUK ADIK MU!"ayah kembali berteriak sembari melempar batangan emas itu hingga mengenai punggung aila.
"akh!...HEI,BAJINGAN!.ANAK LAKI LAKI MU ITU BUKAN ADIK KU!,JADI DIA BUKAN TANGGUNG JAWABKU!"teriak aila,masa bodo jika orang orang yang sedang terlelap tidur menjadi terbangun karena suara wanita nya.
mendengar itu,ayah segera berlari ke arah aila dan memukul mulut nya.aila pun terjatuh.melalui, kesempatan itu,ayah nya menendang perut dan pinggul aila dengan keras seperti sedang mengeluarkan amarah yang telah ia pendam lama.tapi,aila tetap diam dengan menutupi wajah nya dengan dua tangannya karena ia takut memimpikan kejadian ini.
"sudah kubilang aku ini ayahmu,dan dia adalah adikmu.aku sudah susah-susah mengumpulkan emas itu,dan ini balasanmu?!.ck,tak tahu terimakasih!!!...aku baji*gan?,kau yang jala*g!!"ucap ayah nya lalu untuk yang terakhir ia melempar plastik berat itu ke perut aila yang kini telah cidera.lalu ayah meninggalkan aila di dalam malam yang dingin itu.
melihat ayah nya sudah tidak ada,aila segera mengeluarkan darah yang sudah penuh di dalam mulutnya dengan cara memuntahkannya ke tanah.
dengan rasa sakit ini,aila jadi membayangkan bagaimana rasa sakit yang di derita ibu nya hingga meninggal dunia.meningat ibu nya,aila mengecek sekitar untuk melihat apakah ibu guru nya masih di sana,namun nyata nya sudah tak ada.
aila pun menyembunyikan plastik hitam itu dalam jaket nya kemudian memasang topi jaket yang mampu menutupi seluruh kepalanya.
esoknya,pagi pagi sekali.aila keluar dari tempat tinggal kecilnya dengan mengendap ngendap,lalu tidak lupa ia juga mengunci pintu dengan tenang.tapi,itu percuma saja,dylan,si adik kecilnya tetap terbangun karena merasa aila sudah tidak ada di sisi nya.
"kakak..."panggil nya dengan nada sedih.
kini,dylan duduk di kursi lebar itu.kursi yang dijadikan aila sebagai tempat tidur mereka.dylan hanya bisa menatap pintu usang itu.ia berharap kakaknya kembali secepatnya karena ia sudah merasa kedinginan.
*ceklek
aila masuk dengan membawa kantong plastik berisi sebuah onigiri dan susu siap minum.
aila segera melepas jaketnya sesaat ia melihat dylan bangun lalu melilit kan jaket nya pada dylan yang bertubuh kecil,lebih kecil dari anak anak berumur 8 tahun pada umumnya.
"wahhh,kakak kayak preman....kerrreeenn!!!"ungkap dylan, mengacungkan dua jempol kecil nya.
aila tersenyum.ia baru saja memakai plester luka di bagian sisi kiri mulut nya,dan ia baru mendapat luka lebam di dua lengannya karena ayah bajin*an nya tadi malam."hehe, terimakasih pujiannya...,saat kau besar nanti jangan berpenampilan seperti kakak ya!"pesan aila, membuat dylan mendadak murung.
"kenapa?"tanya aila,setelah melirik ekspresi dylan yang mendadak diam.
"kakak akan meninggalkan ku ya?.kenapa kakak mengingatkan itu kepada ku sekarang?.jika kita hidup bersama,kakak bisa mengarahkan ku kan..."
terang dylan,berusaha menahan air matanya.
aila terhenti.ia melirik dylan setelah memasukkan bekal sekolah dylan ke dalam tas nya.
"tidak.jangan berpikir seperti itu.saat kau kesusahan dimanapun kau berada,kakak pasti akan berlari ke sana,sejauh apapun.jadi jangan khawatir,kita tak akan terpisahkan!"kata aila,berbalik memberi senyum nya pada sang adik.
mendengar itu,dylan pun menangis.sehingga,aila berusaha menenangkannya agar tetangganya tidak bangun karena suara tangis dylan.
...
selesai mengantar dylan ke sekolah..
aila pergi ke tempat kerja.dia menyapu,mengepel, membersihkan kaca dan meja,dan berbagai hal lain yang bisa ia kerjakan.
waktu matahari mulai naik ke atas,aila makin sibuk dengan pelanggan.sampai tak sadar,jika dylan sudah menunggunya di depan restoran.sampai matahari mulai hilang dan langit kembali gelap.
aila yang sedang merapikan meja dan kursi di suruh memberikan sisa makanan yang ada pada seorang adik yang duduk di luar dari tadi siang.mengingat adik nya yang lupa ia jemput,aila langsung berlari keluar.sekilas,aila melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 10 malam.
aila tiba di luar resto.ia tidak mendapati siapapun di luar,bahkan tidak ada seorangpun disana.
"kakaaaaakkkkk!!!!,tolong akuuuuu!!!"teriakan itu dari dalam mobil tidak berplat nomor,aila yang langsung paham.langsung mengejar mobil yang mulai melaju kencang.
"dylaaaaannnn...loncat lah keluaaarr!!!"teriak aila, sekencang-kencangnya setelah melihat jarak antara dirinya dan mobil mulai menjauh.
mobil makin laju dan aila semakin berusaha sekuat tenaga berlari.
*brugh
sepatu aila rusak,sol bawah nya lepas sehingga membuatnya jatuh tersungkur.aila tak dapat lagi melihat mobil yang melaju kencang membawa adik nya itu,ia merasa sangat menyesal.aila bergumam meminta maaf pada sang ibu karena tak becus menjaga adik nya.
aila tak berani bangkit dari aspal,bahkan sampai nafas nya mulai habis sebab hidung yang tertekan pada aspal.
"kakak..."
"kakak..."
"kakakkkk..."
aila merasa dylan sedang memanggilnya.aila membeku di tempat untuk mendengarkan benar benar apakah benar suara adiknya.
"kakak...cepat bangun!.kita harus pulang!"itu memang dylan.ia berhasil selamat dengan mengigit dan memukul mata,tiga penjahat yang menculiknya lalu meloncat dengan tas sebagai alat yang membantunya selamat dari goresan aspal.
mereka seketika berpelukan.aila yang tidak pernah meneteskan air mata, akhirnya lemah di pelukan sang adik.aila bilang "dunia ini kejam bahkan saat kau masih sekecil ini.ingatin,kakak untuk mengajarkan mu seni bela diri ya!" dan dylan pun mengangguk dengan senyum.
sungguh di dalam lubuk hatinya,dylan sangat menyayangi kakaknya.dylan bahkan tidak akan ikhlas jika kakak nya bercinta dengan pria lain.dylan hanya ingin dirinya satu satunya prioritas aila.
10 hari kemudian...
setelah dylan berjanji jika aila tidak menjemputnya ia langsung pulang ke rumah dengan kunci lain tentunya.
hari ini aila memutuskan untuk bersekolah lagi setelah hampir satu minggu ia meliburkan diri.
sampai ia harus masuk ke ruang guru untuk di interogasi.saat ditanya ada masalah kah,aila tentu menjawab tidak.tapi,wali kelas nya aila tetap mengajukan pertanyaan yang kedua dengan kalimat yang sama di tambah dengan kalimat 'ibu minta kejujurannya'.
padahal aila sudah menjawab dengan jujur.
"sekarang apa boleh ibu ngomong sama orangtua kamu?"
"saya tidak punya orangtua.keduanya sudah tiada,bu"
"kamu bohong!.kenapa kamu bisa ngomong kalimat seperti itu?!.ibu sudah bertanya kok ke ayah mu,katanya kau bermain main di luar saja ya?!.kenapa kau tidak pergi sekolah?!, pendidikan itu penting!.kau ingin jadi apa jika tidak sekolah!,kau akan bodoh.bodoh!!!..."bentak ibu wali kelas aila dengan penuh amarah.
"huft!...ibu capek ngurus kamu.kenapa selalu berulang kali kamu begini.tau tidak gara gara kamu saya jadi di marahin kepala sekolah?.saya bela belain nyariin kamu tapi saat di tanya kamu tidak jujur sama saya.kamu mau apa?,kalau kamu begini terus,sekolah bisa ngeluarin kamu!"lanjut ibu wali kelas aila,yang mulai memendam amarah nya meski dahi nya masih mengernyit.
"saya...mau tetap sekolah,bu."ucap aila, bersuara sangat pelan.
"ibu tidak mau dengar apapun kalau kamu tidak jujur ya!"kata ibu wali kelas yang mengira aila mengucapkan alasan pembenaran.
aila yang tahu jika ia berucap apapun lagi,tetap dikira berbohong,jadi aila kembali terdiam saja.aila tidak bisa memenuhi keinginan ibu wali kelasnya karena ia dan dylan perlu biaya hidup.di satu sisi,aila takut jika ia tidak belajar maka di kemudian hari ia tidak akan dapat pekerjaan yang layak,yang bisa menghasilkan banyak uang.
selesai dari ruang guru.
aila berjalan menuju kelas dengan wajah masam.
sebab,ia mendapat teguran jika sekali lagi melakukan nya maka ia akan di keluarkan dari sekolah.aila jadi pusing,ia bingung harus mencari uang kemana bila dirinya tak boleh lagi libur begitu.
"eyyy!!!,hapus foto itu!"ucap seorang perempuan yang tidak dikenal oleh aila.
perempuan itu sedang berhadapan dengan empat orang laki laki berwajah berandal.aila tak ingin ikut campur jadi aila memilih tidak peduli meski perempuan itu berusaha melompat mengambil ponsel yang ada di tangan laki laki 1,dan 3 lainnya memfoto rok perempuan yang berkibar kemana mana itu.
aila berusaha mengigit bibir nya agar tidak ikut campur dalam konflik itu.
tapi...
"ban*sat!"umpat aila saat dada nya di pegang pria yang awalnya mengambil ponsel perempuan itu,dan refleks aila memukul nya dengan kepalan tangannya.
terjadilah perkelahian antara 4 pria dan seorang wanita yang saling melempar pukulan.
sampai akhirnya mereka dibawa ke ruang interogasi.
"tidak bisakah kamu diam saja aila!.kamu baru sebentar keluar dari ruangan ini lalu sembarangan memukul orang"omel ibu wali kelas aila yang lagi lagi mengomel padanya.
"tidak bu,saya hanya melawan saja--"belum selesai aila bicara,sudah di potong oleh ibu wali kelas
"ibu tidak perlu alasan kamu!.kamu keluar saja dari sekolah ini!,ibu sudah tidak tahan!"ujar ibu wali kelas aila.
amarah aila memuncak,ia tidak bersalah tapi tidak diberi kesempatan bicara.
"OKE!,SAYA KELUAR DARI SEKOLAH INI!.SAYA SUDAH JUJUR DAN INGIN MENJELASKAN DENGAN LEMBUT.TAPI IBU MALAH MELINDUNGI EMPAT BERANDAL INI!"bentak aila seraya menendang pria yang memegang dada nya sembarangan,lalu tanpa pamit langsung pergi mengambil tas di kelas yang sedang berlangsung pelajaran.semua anak kelas seketika terfokus pada nya, kebetulan yang mengajar ibu guru kesayangan aila namun aila tetap tidak memedulikan nya.aila sudah ingin meledak,rasanya ia ingin memukuli semua orang yang ada di sekolah ini.aila pun berlari keluar sekolah dengan wajah garang nya.tidak peduli guru kesayangannya memanggil,tidak peduli guru guru lain mengejar,aila memutuskan untuk berhenti sekolah.
sekolah juga tidak bisa membuat aila di hujani uang meski pun rajin hadir setiap harinya.
aila berlari menuju sekolah dylan yang perlu waktu 10 menit untuk sampai.untuk menghemat ongkos,aila hanya berlari seraya mengeluarkan emosi nya.
"aila!"panggil seseorang dari dalam mobil.
aila lantas menoleh ke kanan,melihat siapa yang memanggilnya.aila seketika berhenti,mobil orang itu juga berhenti.
*blaam
rupanya itu ayah aila.ia turun dengan perlahan dari dalam mobil mewah nya.
aila berjalan dengan lantang menuju ayahnya yang jauh lebih tinggi dari nya.*bugh,aila menendang satu lutut belakang ayahnya.para pengawal nya langsung turun namun di peringati ayah nya agar tidak mendekat.
ayah terjatuh menghantam keras nya trotoar.aila yang sangat marah,membalik badan ayahnya lalu memukuli wajah ayahnya dengan kepalan nya yang mampu melukai.
"kakak...berhenti..."teriak dylan dari kejauhan.
aila berhenti dan menoleh ke dylan,tanpa sadar ia lalai dan kini ia yang terbaring di atas trotoar dengan kedua tangannya di pegangi.
"DYLAN KAU PERGI LAH!"teriak aila membuat ayahnya mengernyit,kebisingan.
ayah melirik dylan,aila seketika langsung meronta-ronta agar fokus ayah tertuju pada nya saja.
"kenapa kau keluar dari sekolah?"tanya ayah,menghela nafasnya.
"karena aku ingin mewujudkan keinginan mu yakni menjadikan ku seorang anak gembel.makanya kau memberi jawaban seperti itu ketika ditanya aku dimana kan?!"jawab aila dengan wajah meremehkan.
ayah menghela nafas lagi.ia sekilas melirik dylan yang masih diam di tempat."baiklah.jika kau tidak ingin bersekolah,kau ikut denganku",ayah menggendong aila memasuki mobil,dylan yang tadinya hendak menyelamatkan aila malah ikut dibawa.
rengekan aila itu tidak ada gunanya,karena orang orang hanya menatap mereka tanpa membantu.
aila pun memukul dan meninjak semuanya,semua yang menghalanginya untuk keluar.
"aku tidak ingin ikut..."terang aila lalu meloncat keluar bersamaan dengan dylan di pintu satu nya lagi.
ayah yang melihat jam tangannya,membiarkan dua anaknya terjatuh tanpa membantu karena sudah saatnya rapat.
"kau baik baik saja?"tanya aila,pada dylan yang dahi nya berdarah.aila pun sedikit panik dan menggendong adik nya menuju rumah sakit dengan berlari.
"pegang ini,taruh di dahi mu"suruh aila seraya menyerahkan sapu tangan miliknya.
...
mereka berdua keluar dari rumah sakit.masih dalam hari yang sama,keduanya tiba di tempat tinggal mereka dengan pakaian bernoda darah.
dylan langsung tertidur setelah ia berganti pakaian dan memakan bekal sisa tadi siang.aila melengos marah.
ia harus mencari bantuan agar dylan pergi jauh dari nya karena dilihat dari beberapa hari ini,nyawa aila akan melayang secepatnya.
di malam itu,aila keluar dengan mengendap-endap lagi.
Dengan tujuan ke rumah guru kesayangannya,aila gugup jika kedatangannya mengganggu.
namun...
belum sampai di sana,leher aila di ikat bagaikan anjing peliharaan.aila berusaha menendang seseorang yang memegang ujung tali itu tapi tali nya menghadap kebelakang.
"HENTIKAN!"ucap aila,karena takut jika tali itu di tarik secara tiba tiba dan menghalangi nafasnya.
aila langsung berusaha menendang ketika ia melihat sosok ayah nya tadi siang ada di depannya dan memegang tali nya.sayangnya,tali itu lebih panjang dari dugaan aila sehingga kaki nya tak dapat mencapai.
"kau harus ikut denganku!"pinta ayah dengan ekspresi datar.aila meronta,ia menyesal tidak membawa pisau lipatnya.
"aaakhh..."aila tak dapat lagi bicara.tali itu sudah menghentikan nafas nya.
'kau benar benar ingin aku mati,ya?!' batin aila,menatap wajah kejam ayah nya.
aila semakin memberontak,dan ayah pun semakin memperkuat ikatan tali itu.penglihatan aila mulai pudar,aila berusaha mengucapkan satu kalimat,meski terpotong potong,aila ingin meminta dirinya di bunuh sekarang saja.aila tidak ingin dirinya disiksa dulu,baru di bunuh.aila benar benar...
*haaa....haaa...haa...
nafas aila ngos-ngosan.
"ailaaa....ailaaa,jangannn...."teriak mama aila,ketika aila berlari ke jalan dimana lalu lalang mobil besar sedang laju laju nya.
sorot lampu menyinari wajah aila.
aila pun ditarik oleh pengawal,lalu dari belakang ayah menusuk perut nya hingga tiga kali berturut-turut.
mendadak semua nya gelap.
"kakak..."dylan memanggil.
aila membelalakkan mata nya,kaget.
nafas nya ngos-ngosan.ternyata,aila bermimpi itu lagi.
melihat wajah kakak nya pucat,dylan berinisiatif memeluknya seraya berkata "tak apa apa kak...".
tidak lama,aila bangkit untuk mencek jam dinding kotor milik mereka.sudah pagi lagi ternyata.aila pun pamit untuk membelikan sarapan.
ketika,dylan mengatakan ingin ikut.aila segera berlari keluar dengan langsung mengunci pintu,meninggalkan dylan yang menahan tangis di dalam.
"aku hanya pergi sebentar,kau tetap disini dulu ya!.aku benar benar tak akan lama,jadi jangan menangis",tegur aila yang masih menghadap pintu rumah nya.
kaget lah aila saat ia berbalik dan mendapati para pria berpakaian hitam yang rapi sedang menghadangnya.aila melihat satu satu orang orang itu.semuanya memakai suatu alat di telinga.yang artinya,dalam satu kalimat,mereka akan menyerang aila secara bersamaan.
"sedang apa kalian disini?!"tanya aila,memegang kedua pinggangnya.
tapi tidak ada yang menjawabnya.
aila pun berjalan meninggalkan mereka dengan tidak peduli.*drap *drap *drap mendadak,langkah langkah kaki mereka yang bersamaan itu mendekati aila.
aila pun segera berlari menuju ujung jalan,dimana tempat orang orang umum berkumpul.
"kakak...tolong aku!"suara dylan memenuhi pendengaran aila yang tadinya berlari cepat kini terhenti.para pengawal ini pun juga berhenti.menandakan,bukan aila yang menjadi sasaran melainkan dylan.
laju mobil yang membawa dylan tak kira kira,aila tak dapat mengejar dengan langkah kaki nya ini.
para pengawal yang mengejar aila,juga ikut meninggalkan dengan mobil lain.
"dylannn....,melompat lah dylan..."teriak aila,masih mengejar mobil pembawa dylan yang sudah hampir tak kelihatan lagi.
aila berhenti.ia tak dapat melihat mobil apapun lagi di depannya, artinya aila kini benar-benar berpisah dari dylan.
isak tangis aila tak dapat lagi di tahan.sembari berjalan ke dalam rumah,aila makin menangis tersedu-sedu setelah melihat pintu yang rusak karena di dobrak itu.
dengan segala akal aila.aila memutuskan membereskan barang-barang nya.aila akan pergi berlatih lebih baik untuk bertahan hidup dan melawan sang gangster pembunuh.
tetapi sebelum itu,aila pergi ke rumah bu guru nya itu.
baik bu wali kelas nya ataupun bu guru kesayangannya.
aila meminta bantuan untuk jangan pernah memberi tahu mereka kenal dengan aila, jika tidak suatu masalah akan terjadi.
aila pun masuk ke tempat dimana dulu ia di ajarkan karate oleh ibunya yang seorang atlet karate perempuan nasional.
aila mendekati pelatih yang sedang sibuk disana.
"paman...ini aku aila"sapa aila pada pelatih yang bernama sam itu.
lantas pelatih itu kaget dan langsung tersenyum ceria.
"kau kemana saja?,paman kira kau benar-benar ikut ayahmu" terang paman yang seumur hidupnya ialah teman sejati ibu aila.sehingga,melihat aila masih hidup membuat nya sangat bersyukur dan lega.
"paman, ajarkan aku lagi"pinta aila lalu mengeluarkan sebongkah emas batangan yang diberikan ayah nya waktu itu.
...
hari demi hari aila berlatih.
hari demi hari aila juga mengenyam pendidikan di sekolah khusus wanita.
hari demi hari, kedekatan aila dan paman sam sudah seperti keluarga kandung.
setiap waktunya makan aila akan memasak sesuatu untuk mereka berdua,dan paman sam berusaha mencukupi kebutuhan mereka berdua dengan melatih anak didik nya kesana kemari.
suatu malam.disaat aila mengkhawatirkan suatu hal.
aila yang mondar mandir setelah bangun tidur, membangunkan paman sam juga.
"aila,ada apa?"tanya paman sam, melihat aila gemetaran di ruang televisi.
"bunuh...,bunuh...aku harus membunuhnya..."kalimat itu keluar dari mulut aila yang gemetar.aila yang kini berjongkok,mulai memukul mukul kepalanya.
keringat dingin mulai membasahi dahi aila.
"kau habis bermimpi?...kau mimpi apa?,ceritakan pada paman..."kata paman sam.perlahan mengambil kedua tangan aila agar berhenti memukul dirinya sendiri.
"paman...bi-bisakah kau menolongku?...,to-tolong hilangkan ingatan ini...a-aku tidak mau mengingat nya"
terang aila,gagap.
sam pun langsung ingat.ia ingat jika saksi pembunuhan jasmin alias ibu aila ialah anak nya sendiri yang sewaktu itu berumur 4 tahun.sam lantas menahan tangis,mengingat bagaimana susah nya kasus itu di pecahkan dan bagaimana susah nya membuat aila kembali ke kehidupan normal nya tanpa menangis,tapi ternyata dua permasalahan itu belum benar-benar terpecahkan.
pelukan hangat diberikan sam untuk aila.sam berucap dalam hatinya "jasmin,sudah ku katakan jangan menikahi pria seperti itu".mendadak,tangan aila melemah,tidak berenergi.
saat sam melihat wajah aila.ternyata,aila jatuh pingsan.
sam yang masih sering berolahraga,tentu dapat mengangkat badan kurusnya aila ke dalam kamar.
"jasmin,aku memenuhi janji ku"ucap sam,pelan.sembari melihat aila yang menutup matanya.
pagi nya.
aila terlambat bangun,ia buru buru bangkit dan membuat penglihatan nya mendadak berputar-putar.aila memegangi kedua kepalanya.rasanya sakit sekali, seperti ada yang menusuk-nusuk.
aila pun duduk di tempat tidur nya lagi,sembari menenangkan diri.
jam dinding sudah menunjukkan pukul 8 lewat,pagi hari.
setelah beberapa saat duduk dahulu,aila bangkit menuju dapur.disana,aila mendapati sebuah note kecil yang di tempel di kulkas.
"aila,paman sudah memasakkan mu sarapan di meja makan.hari ini,kau tidak usah sekolah saja"tulis paman di note kecil itu.
aila pun tersenyum,lalu membalas dengan spidol yang tergeletak di meja dekat kulkas itu,"terimakasih paman,tapi hari ini aku ada tes".
10 menit kemudian...
aila sampai di sekolah nya dengan bis.
sekolah nampak sudah sepi,karena pelajaran sudah dimulai dari kurang lebih 10 menit yang lalu.
aila mengetuk pintu kelas nya,ia sekilas berkontak mata dengan teman baru nya.
"maaf bu,saya telat"ujar aila di depan pintu.
"baiklah, silahkan duduk"balas ibu guru yang baru juga masuk ke kelas itu.
saat istirahat tiba.
aila dan teman baru nya,yakni pita.
mereka sedang duduk di bawah pohon yang menghadap ke arah gerbang sekolah,dengan menyemil makanan yang di beli dari kantin sekolah.aila dan pita saling berbagi cerita kehidupan mereka baru baru ini,tapi tentu saja aila tidak pernah mengisahkan tentang ayah,adik nya ataupun ibu.aila berusaha agar pita tidak mengetahui apapun tentang nya agar ia nanti tak ikut terkena masalah karena dirinya.
"oh ya?!,kau dapat nomornya??,woww...."kejut aila, mengetahui pita sedang dalam fase pendekatan dengan pemain sepak bola sekolahan lain.
"iya!,besok temani aku pergi ke stadion ya"kata pita dengan semangat.
"oke!"balas aila dengan semangat jua.
di tengah pembicaraan aila dan pita.sebenarnya,sedari tadi sudah ada mobil mewah berwarna hitam yang memantau dari luar gerbang.
sampai waktu pulang sekolah.mobil itu masih terparkir disana.aila tidak curiga sama sekali,karena ia sedang mengobrol bersama pita.
*tiiiinnn
tiba tiba saja,mobil itu mengeluarkan klaksonnya.
semua anak perempuan yang ada disana langsung melihat ke arah mobil hitam itu,termasuk aila dan pita.
mengetahui itu pasti mobil ayah nya,aila pun meminta pita untuk cepat cepat berjalan ke tempat yang mereka ingin datangi ini.
sembari melirik ke belakang,aila tetap melihat mobil itu mengikuti mereka.
"pita,kau duluan saja.aku ada urusan sebentar"suruh aila,mendorong pita untuk secepatnya menjauh.
"hah?apa?,kenapa kau tiba tiba ada urusan?.apa makan nya besok saja?"ujar pita,merasa aneh.
"baiklah,besok saja.sudah,sana,kau pulang lah..."ucap aila, sedikit panik.
"oke,oke...aku pulang...dadahhhh,*mmmmuuuaachhh" pamit pita, memberikan flying kiss.
aila pun segera berbalik, menghadang mobil itu.
"ada apa?"tanya aila, menyipitkan matanya akibat silau matahari sore.
ayah turun dari mobilnya,di ikuti dua pengawal lainnya.
ayah turun dengan wibawanya.orang orang sampai terpesona melihat nya.
"oh?,kau tidak takut lagi ya berhadapan denganku" terang ayah,benar benar berhadapan dengan aila.jarak mereka bahkan hanya beberapa jengkal.
"kenapa aku harus takut,disini banyak orang kan?"aila dengan cepat menatap wajah ayahnya sebentar.
mereka berdua saling kontak mata.wajah ayah nya yang aila lihat membuat nya sedikit kaget.sekian lama aila membayangkan rupa ayahnya,dan sekali melihat,semua ekspetasi nya runtuh.tidak ada aura gangster melainkan seorang pria gagah selayaknya seorang pengusaha muda.
"kenapa kau tidak bertanya tentang adik mu?"tanya ayah,mengepal tangannya.
aila melirik kepalan itu,ia bersiap mengeluarkan segala jurus bela diri nya.
"aku tidak mengharapkannya lagi"jawab aila,yang selama ini ia yakini jika dylan memang sudah tiada di dunia ini.
ayah melepas kepalan tangannya,aila tersentak kaget lagi.tapi,ayah malah tersenyum.
"baiklah.jalani lah hidup sesukamu"ucap ayah lalu kembali masuk ke dalam mobil karena telah menemukan apa yang ia cari yakni seorang penerus.
deruman mobil hitam itu mulai tidak terdengar.aila terpaku setelah mendengar kalimat terakhir ayah nya.
sepertinya dugaan dirinya tentang dylan telah tiada salah.sebab dari kalimat ayah nya,aila tahu dylan yang akan menjadi target ayah selanjutnya setelah aila.aila lepas,maka kini dylan lah pengganti nya.
pengganti yang dimaksud ayah ialah seseorang yang harus segala bisa,segala yang dimaksud juga yang belum terpikirkan oleh orang orang umum.sesuatu yang entah bisa merugikan atau menguntungkan.
"dylan...aku tahu kau pasti bisa!"gumam aila,berharap dylan melakukan segala cara agar kabur dari tempat ia di sembunyikan.
*tring
pesan masuk.
paman sam:
"kau dimana?.mari kita periksakan kepala mu"
dengan senyum,aila pun segera berlari menuju halte bis.
memang paman nya lah yang paling top bagi nya.
aila pun memeriksakan kepalanya pada malam itu.
...
"akh!.tidak!...akh!"ringis dylan yang sedang di beri hukuman karena berusaha mengirim surat pada aila.
"KAU JANJI TIDAK AKAN MENGULANGINYA LAGI?!?!"
bentak ayah,yang masih menginjak injak kedua tangan dylan.
"iya!.aku janji!"refleks dylan langsung berkata.
"aku tidak akan langsung percaya,bodoh.INI SUDAH YANG KEBERAPA KALI,HAH?!" ayah semakin memuncak kan amarah nya dengan memusatkan semua energi yang ia miliki ke kaki nya.
teriakan dylan yang keras,akan memberitahu seberapa kuat tendangan itu.
"ah,memang seharusnya aku memilih aila saja.bukan kamu.si anak jal*ng"umpat ayah, kemudian meninggalkan ruang kerja nya itu.
dylan tergeletak.dua tangan nya sangat sakit,bahkan jika tergerak sedikit saja.
air mata dylan mulai jatuh.perlahan dylan mulai memanggil sang kakak.dylan bersujud,meminta kepada tuhan agar sang kakak cepat muncul dan menjemputnya.
"mari saya bantu..."dokter keluarga yang muncul entah dari mana, seperti biasanya,ia mengobati segala luka yang di derita dylan.
seminggu kemudian.
dylan di bawa ke dalam hutan.
mereka semua berlatih menembak dengan mengincar burung.
ayah membisikan sesuatu kepada pengawal yang sering ia bawa kemana mana.pengawal itu menatap dylan yang masih celingak-celinguk.
1 jam,1 jam setengah,2 jam,2 jam setengah.
dylan tidak mendapatkan burung burung itu karena ia enggan mengangkat pistol nya.
rencana pun di mulai.
mereka semua berpencar mengelilingi hutan.
ayah pun diam diam juga meninggalkan tempat itu dengan berdalih mengangkat telepon.
dylan yang melihat ada kesempatan.mencoba,untuk kabur.
ayah pun memerintahkan seseorang untuk melepaskannya.maksudnya, melepaskan beruang liar yang mereka kurung itu.
"kakak...kakak...."gumam dylan,terus melaju ke depan.
*srak srak.
bunyi suara orang berpijak dari arah depan dylan.
"kakak...ku harap itu kau..."ucap dylan,secara perlahan melangkah ke arah sumber suara.
selangkah
dua langkah
tiga langkah
kaki dylan kembali diam.
dylan mencium aroma aneh.
"BERUANGGGGG!!!!...."teriak dylan,melaju kencang tanpa arah.
beruang yang terancam akibat suara menggelegar dylan,berusaha mengejar dylan.
*gedubrak
dylan tersangkut akar pohon dan parah nya lagi,tangan kanan nya mendarat di binatang melata.
"u-ular!" dengan segera dylan bangkit seraya menggosok gosokkan tangan kanan nya pada pakaiannya karena merasa sangat geli.
*dor
akhirnya,peluru pertama dylan keluar setelah ia menangkap basah beruang yang ingin menyerangnya dari samping.
*dor
tapi sepertinya tidak cukup satu peluru.
dylan dengan perasaan ganjil,seketika menembakkan 5 peluru sekaligus ke arah badan beruang itu.
suara tepuk tangan muncul dari belakang tubuh dylan.
dylan berbalik,lalu mendapati segerombolan orang berbaju rapi serba hitam juga ayah nya.
*dor
dylan menembakkan peluru ke arah dada ayah.
sayangnya,ayah paham dan beralih tempat.
"bagus!...bagus!..."puji ayah dengan senyum licik nya.
dylan hanya diam.ia tidak berani menatap sang ayah karena mencoba menembak ayahnya sendiri.
*dor
giliran ayah yang menembak dylan.tidak tepat di dada tapi mampu membuat rasa sakit yang amat.
"itu hukumannya"terang ayah,lalu berbalik, meninggalkan dylan tersungkur.
setelah sudah tidak ada ayah,para pengawal mengambil dua tangan dylan untuk menyeretnya keluar dari hutan.
...
berlalu beberapa tahun kemudian.
di umur dylan yang ke 17,ia tak pernah terlihat beristirahat di kamarnya seperti dulu lagi.
waktu terus berjalan sehingga ia di tunjuk sebagai wakil ayah nya.pekerjaan yang ia jalani tak mudah.dylan pun tumbuh bersama setiap masalah dan hukuman yang datang setiap harinya,tanpa henti.
kini,ia juga di kenal sebagai ahli tembak di kalangan para teman teman ayah nya.tak heran,jika masalah sakit menyakiti,ia yang akan di tugas kan.
sudah berlalu sejak 2 tahun terakhir.dimana saat umur 17 tahun ini,dylan mendapat surat ijin mengemudi nya dan dengan itu dylan dapat keluar masuk rumah besar itu sendirian.
diam diam,dylan mencari sang kakak,aila.
tangan kanan dylan menjadi saksi bahwa dylan bersungguh-sungguh dalam mencari aila.sampai pagi ini tiba.tidak ada seorangpun dari semua orang suruhan dylan yang berhasil menemui aila.
"anda di panggil bapak"ucap pesuruh perempuan yang masuk ke perpustakaan menemui dylan.
dylan bangkit.wajah datar nya seakan tahu,ia di panggil untuk apa.
"ada apa?"tanya dylan pada sang ayah yang berada di depan laptop nya.kini keduanya saling berhadapan.
entah apa yang mereka bicarakan,semua pengawal di keluarkan dari ruang kerja ayah, meninggalkan mereka berdua disana.
...
di dua tahun kemudian.
aila telah berumur 22 tahun.ia sudah hidup makmur bersama paman sam yang kini membuka minimarket dekat rumah sementara aila,bekerja di sebuah perusahaan besar dengan giat.dimana di perusahaan itu,aila menjadi seorang pembicara radio yang misterius alias tak tampak wajah.radio departemen aila ini membahas tentang kesehatan mental,sehingga banyak anak remaja dan pemuda 20 tahun-an yang menyukai nya,membuat sebagian dari mereka sangat penasaran akan pembicara radio yang sudah seperti teman sehari hari mereka itu.namun sayang,hanya orang orang di kantor yang tahu jika pembicara radio A ialah aila karena aila tidak pernah mempublikasikan wajah nya meski memiliki media sosial.
hari ini,aila pulang pagi karena shift nya di gantikan anak yang baru masuk ke departemen radio nya.bersama senyum cerah nya,aila memasuki toko kue.
"ini satu,ini satu,dan ini 3.di pisah"ucap aila,memesan potongan potongan kue kesukaannya.
ketika hendak memasuki mobil nya,aila sekilas merasa melihat sosok familiar.aila berusaha mengingat nya yakni orang berpakaian formal hitam dengan mobil mewah hitam tapi terlihat cukup muda.
"ah,sudahlah.."gumam aila,tak dapat mengingat dan memilih melanjutkan perjalanannya.
sampai lah aila di toko tempat paman sam bekerja.
aila menaruh satu kue untuk karyawan,penjaga kasir.
dan satu nya lagi untuk paman sam.kini,kedua nya sedang duduk berhadapan di depan minimarket.
"makan lah,paman"suruh aila,setelah menyiapkan pisau dan garpu.
paman sam pun dengan senang hati memakan kue itu.
seraya mengobrol kecil,aila dan paman sudah dapat dipastikan seperti ayah dan anak.
"oh iya,baru baru ini sepertinya ada cowok yang suka kepadaku.kami berkenalan karena tak sengaja aku menabrak mobil nya dulu"jelas aila, menceritakan pria yang diam diam ia sukai.
"oh...pria manly yang waktu itu"sahut paman.
"ternyata paman masih ingat,hehehe...dia cukup keren kan?.besok kami akan bertemu untuk makan malam"
kekeh aila,malu malu.
"aduh...berarti besok malam,paman akan sendirian nih"kata paman seakan-akan sedang cemburu.
aila kemudian pamit karena untuk tahun ini,aila berencana merayakan ulangtahunnya dengan memberi kejutan kepada seseorang yang ia anggap seperti ibu kandungnya.
perlu perjalanan jauh untuk sampai tapi aila tetap memaksakan kehendaknya meski baru pulang kerja.
di perjalanan,aila beberapa kali mampir ke rest area untuk beristirahat sebentar.udara yang sejuk dan angin yang terus berhembus kencang ketika aila duduk di kursi kemudi dengan jendela terbuka.
hingga sampai lah aila di dalam pelosok desa.di rumah kecil,tak bertetangga.
saat keluar dari mobil,aila menghentikan gerak badan nya.aura nya sangat aneh,bahkan jalan mobil aila seperti sudah di lalui lebih dulu.tapi,aila menepis semua pikiran negatifnya.ia mengeluarkan semua barang bawaannya untuk merayakan ulangtahun ke 22 nya itu.
*tok tok tok
aila mengetuk pintu.rasa nya aneh sekali karena biasanya perempuan yang ada di rumah ini duluan yang menyambut aila duluan.
angin yang kencang membuat pintu terdorong kebelakang.
*bruk
semua barang barang yang ada di tangannya berjatuhan.
"BIBIIIII..."teriak aila,ketika mendapati ibu kandung dylan atau yang sering aila panggil bibi yenni, sudah berlumur darah.
aila menangis, tangannya bergetar,dan keringat dingin mulai membasahi dahi nya.aila segera menelpon paman sam karena hanya dia yang tahu keberadaan bibi yenni,yang rumah nya menjorok hampir ke dalam hutan.
"paman...bibi...,su-sudah tiadaaa..."tangis aila, memegangi tangan bibi.
"tenang dulu.paman,kesana secepatnya"jawab paman sam,yang sepertinya ikut panik.
*cplak
tak sengaja tangan aila mengenai darah yang berlumuran di lantai.secara tiba tiba,potongan potongan kejadian yang mengerikan itu lewat di otak aila.
rasanya sakit sekali,sampai aila berkali kali mengedip ngedip kan matanya karena penglihatannya juga jadi berbayang.ringis aila terdengar beberapa kali.
"mama?... itu mama?"gumam aila dengan memejamkan mata.
*bruk
aila terduduk.ingatan yang telah hilang itu kembali lagi.ingatan ketika ia disiksa,dipaksa,dan di minta jadi budak penelitian,juga ingatan dimana aila berusaha melarikan diri.ingatan itu berlalu dengan membawa emosi di dalamnya,hingga aila juga merasa tegang sekali.
dengan yakin bahwa ayah nya yang melakukannya.aila bergegas kedua rumah lain.tempat dimana dua ibu guru yang dulu pernah berhubungan dengannya.
menempuh waktu 20 menit.
aila kembali menangis karena keduanya juga tidak selamat.tangis aila turun dengan deras,ia menangis dengan rasa kosong yang mendadak masuk ke dalam hati nya.
aila kembali mengendarai mobilnya, menuju rumah yang dulu menjadi tempat terpenjara.dengan mata sendu sehabis menangis,aila turun dari mobilnya.ia telah sampai di depan rumah besar itu.dari luar,rumah itu terlihat seperti rumah orang orang kaya pada umumnya tapi ketika kau masuk....
*ting tung
aila memencet bel yang ada di dekat gerbang tinggi itu.
"siapa?,ada perlu apa?"tanya petugas keamanan yang bersuara tegas itu.
"aku aila,apa bapak sedang di rumah?"ucap aila,setelah menghapus segala rasa sedihnya.
"oh,nona!.untuk apa anda kemari?,bapak tidak memperbolehkan anda masuk..."petugas itu mendadak heboh dan nada bicaranya pun menjadi santai.
"dimana dia?.dia sedang tidak ada di rumah kan?"tanya aila lagi.
"untuk apa nona bertanya?.anda ingin bertemu?"balas petugas itu yang malah memberikan pertanyaan lagi.
melihat aila tak kunjung di buka kan gerbang,artinya ayah tidak ada di rumah.jika ayah di rumah,ayah sudah dengan cepat meminta aila masuk.
aila pun menancapkan gas,ia melaju menuju rumah teman baik nya, pita.
"kau dari mana saja aila?!.aku menelpon mu dari tadi"terang pita dengan sedikit ngos-ngosan.
"maaf"ucap aila,memeluk pita.
"aila...siapa dylan?.kenapa dia mencari mu?.kau kenal dia dari mana,kenapa dia seperti ingin membunuh ku?!"celetuk pita, mendadak mengeluarkan air mata.
lantas,aila kembali memeluknya sembari membelai punggung pita.
potongan potongan aila sewaktu kecil melintas di otak aila.disana ada dylan juga,yang seorang anak kandung bibi yenni.sekarang,terpecah lah, pertanyaan pertanyaan itu.kenapa aila kenal dengan bibi yenni,kenapa aila memiliki rasa kehilangan seorang adik,dan kenapa aila terobsesi terhadap bela diri?.
"kau masuk lah ke dalam.kalau ada apa apa, telpon aku lagi,aku janji aku akan mengangkat nya"pamit aila lalu melaju kan mobil nya lagi.
aila menuju pusat kota.ia ingin melihat tempat tinggal nya dulu.
"halo paman?"
"aila kau dimana?.sebaiknya,kau kembali ke rumah saja.diam di rumah ya...paman berfirasat tidak enak"ucap paman sam dalam sambungan telepon.
"tidak paman.paman yang seharusnya kembali ke rumah sekarang...,jaga diri baik-baik paman"ujar aila kemudian mematikan panggilan itu.
*ckiittt
lampu merah menghadang aila.
mata aila menyipit,ia melihat banyak gerombolan orang di seberang jalan.
lampu menjadi hijau,dengan penglihatan ke arah gerombolan itu,aila tak sengaja mengerem mendadak saat belok ke kanan karena mobil mewah berwarna hitam itu terparkir sembarangan.
aila benar benar berhenti di belakang mobil itu,ia keluar dari mobil nya untuk memperhatikan mobil hitam itu.
rasa nya sangat familiar, seperti sering melihatnya.
kepala aila sakit lagi sampai sampai aila terduduk di trotoar.
*dor
tembakan pistol itu mengejutkan aila.
sekarang aila telah mengingat semuanya.
ini mobil ayah.
*drap drap drap
aila berlari secepatnya,memasuki gerumbungan orang orang.
"tidak boleh mendekat!"tegur polisi berseragam lengkap yang merentangkan tangannya di depan aila yang memotong gerumbungan itu.
aila pun berhenti sejenak.ia mengintip sebentar lalu melihat dylan dan ayahnya yang sedang berhadapan.
aila menahan tangis,jika sewaktu itu dia tidak membiarkan dylan di ambil ayah.maka,aila yang akan ada di posisi dylan.
aila merasa kesal sekaligus merasa bersalah.aila ingin memarahi ayah nya yang telah memberikan pengaruh buruk pada adik kesayangannya.
"permisi.saya aila,kakak nya dylan,orang yang memegang pistol itu.boleh kah saya masuk?"pinta aila pada polisi yang berhadapan dengannya ini.
"tidak boleh.siapapun itu,tak boleh mendekat"tegas polisi itu.
aila pun terdiam.
"dimana aila?"tanya dylan dengan menodongkan pistol nya kepada ayahnya yang berjarak beberapa meter dari nya.
"dia sudah mati"jawab ayah dengan lantang.
"kau bohong!"kata dylan lalu memberikan kode pada bawahannya untuk memegangi ayahnya dengan erat.
dylan kemudian berjalan ke arah kerumunan,ke arah kiri.
orang orang seketika mundur ketakutan.menyisakan aila yang awalnya diam namun ikut terdorong kebelakang akibat polisi yang di depannya.
setelah melirik dengan cepat.dylan menuju ke satu arah.
dylan menarik aila dari dalam kerumunan dan...
*dor
*dor
ia menembaki dua kaki aila.
aila yang awalnya senang bisa kembali bersentuhan tangan dengan adik kecil nya,kini hanya bisa menatap punggung dylan karena dua kaki nya telah merasakan sakit yang amat sangat.
"kau bilang mati?!.lalu ini apa?.ini roh nya?.lalu kenapa aku bisa menembak nya?"ucap dylan,menunjuk nunjuk aila dengan pistolnya
ayah terdiam.ia melirik aila,anak yang dulu sangat ia sayangi karena berpotensi dalam penelitian profesornya.
"lalu siapa yang kau bunuh??...SIAPAAA?!!!"bentak dylan, tak terkendali.bahkan aila sampai menutup matanya karena merasa seram.
"kenapa kau ingin tahu?.kau ingin memenjarakan ku?. tak bisa!,kau juga banyak membunuh orang kan?"terang ayah, berekspresi remeh.
dylan berjalan mendekat.ia menaruh pistol nya di dahi ayah.
"TIDAKKK...jangan dylan!.atur emosi mu,itu ayah!"teriak aila,mengecoh konsentrasi dylan yang ingin menekan pelatuk pistol nya.
*dor
peluru itu menembus bahu aila.
"diam!.kau tak punya hak untuk bicara padaku seenaknya seperti dulu"kata dylan,kembali ingin menekan pelatuk pistol nya ke arah ayah.
nafas aila sesak.ia shock sampai dua tangannya ikut bergetar.
"katakan.kau membunuh siapa hari ini?"tanya dylan lagi pada sang ayah.
sementara itu,aila melirik sekitarnya.para polisi berbaju anti peluru,lengkap dengan senjata masing-masing mulai berdiskusi di balik gerumbungan orang.aila panik, bisa bisa nanti dylan dilumpuhkan dengan tembakan.
aila kemudian hendak di bantu oleh polisi yang ada di belakangnya.
*dor
dylan menembakkan peluru nya ke arah polisi yang hampir mendekati aila.
aila kaget,ia menutup mata nya.sesaat aila membuka mata,para polisi bersenjata sudah mengelilingi dylan.
aila pun berlari ke arah dylan.
dylan yang melihatnya,menembak aila tanpa segan.
"dylan...ini aku"bisik aila, yang berhasil memeluk dylan.
polisi menaruh senjatanya ke arah aspal,mereka melihat situasi dahulu.
air mata aila mulai membasahi baju dylan yang terkena noda darah nya.aila menyalurkan kehangatan pelukannya kepada dylan.perlahan,dylan membalas pelukan itu.
dylan menenggelamkan wajahnya di bahu aila yang terkena peluru nya tadi.
"kenapa kau meninggalkanku?"bisik dylan,pelan.
aila membelai punggung sang adik."maaf...maaf,dylan..."pinta aila, terisak-isak.
"sudahi saja semua ini ya,dylan...kita selesaikan dan buka lembaran baru lagi,ya"ajak aila,masih membelai punggung adik nya.
*srakk
ayah tiba tiba menyerang dengan pisau lipatnya.ia menanamnya di punggung dylan,setelah berkali kali menusuknya.
bersama teriakan aila.situasi pun menjadi heboh.para polisi bersenjata langsung mencoba melumpuhkan ayah tapi tentu saja dylan lebih dulu menembaki ayah nya tanpa segan seperti yang ayah nya lakukan kepadanya.
aila masih di peluk dylan,meski aila mencoba menghalangi dirinya untuk menembaki ayah,peluru peluru itu tetap tepat sasaran.
"dylan...dylan...sudahhh"ucap aila,mencoba mengambil pistol dylan.
orang orang disana seketika berhamburan kesana kemari.mereka takut jika peluru mengenai mereka.
suara mobil polisi membuat seluruh kota tahu,bahwa disuatu tempat sedang terjadi kerusuhan karena saking banyaknya polisi datang.
para bawahan ayah atau para pengawal nya,mencoba melindungi ayah dan karena itu pula,dylan juga ikut menembaki mereka.beberapa kali dylan mengisi pistol nya dengan peluru, sesekali dylan kesusahan untuk memegangi aila agar tetap bersamanya.
"masuk lah ke toko baju terdekat.kau akan bertemu bawahan ku"suruh dylan,mendorong aila agar segera menjauh dari nya.
*dor
peluru mengenai aila.sekarang,peluru mengenai betis nya.aila tak dapat bangkit.
*dor
*dor
*dor
sesegera mungkin,dylan mencari sumber yang menembak aila.saat ia meliriknya,ketika itu lah dylan membanjirinya dengan peluru.
aila lalu di bantu dengan petugas kesehatan yang siap sedia melarikannya ke rumah sakit.aila sudah tidak sadarkan diri akibat banyaknya darah yang keluar.
*dor
dylan di tembak di bagian belakang dada kiri nya oleh polisi berseragam anti peluru.
melihat ayah nya masih tak kunjung terlihat.dylan kesal dan akhirnya malah menembaki polisi yang menyerangnya tadi.
"kenapa kau malah menembak ku, bukannya baj*ngan itu!"gumam dylan sembari mengisi peluru lagi.
*dor
peluru kembali mengenai betis dylan.
dylan melangkah ke depan.
orang orang langsung menyebar,memberi jalan.
saat itu lah,dylan menembaki ayah nya yang bersembunyi dari kerumunan dan secara bersamaan,dylan di tembaki oleh para polisi.
keduanya terjatuh,lalu tak sadarkan diri.
dylan pun segera di bawa ke rumah sakit,sementara ayah dibawa oleh para pengawal nya dan menghilang.
kerusuhan itu dibereskan setelah 2 jam proses dan di jam ketiga semua di amankan.kerusuhan itu menyebar keseluruh publik melalui televisi dan media sosial.
semuanya bertanya tanya alasan dari pelaku melakukannya karena pelaku alias dylan masih tidak sadarkan diri.
hingga selang 2 hari kemudian.
di siang hari.setelah aila terbangun dan melepas selang oksigen nya.sekarang,aila ada di hadapan polisi yang menjaga ruangan dylan.mereka melihat aila,lalu memperbolehkan nya masuk dengan syarat aila harus mau di interogasi.
aila pun duduk di samping dylan yang masih belum membuka mata.aila menatapnya dengan lekat.
kemudian,aila di interogasi.
ketika di tengah tengah pertanyaan mengenai hubungan aila dan dylan.
dylan terbangun dengan memanggil aila.mereka berpelukan lagi.
"anak baik...anak baik..."bisik aila seraya membelai rambut dylan.sementara dylan yang amat rindu dengan kakak nya,hanya bisa menenggelamkan wajahnya di bahu aila.
di pelukan itu,dylan menyesali segalanya,segala hal buruk yang pernah ia lakukan.tapi di satu sisi,dylan tidak ingin tinggal di penjara dan berpisah dengan aila lagi.
"ibu nya dylan sudah tidak ada,ya?"tanya dylan,berbisik pelan.
tangis aila kembali terdengar.aila mengangguk,lalu berucap "tapi dylan masih punya kakak...dylan juga anak yang kuat kan?".
dylan diam sejenak.ia melirik orang orang yang memenuhi ruangannya.
"sebentar lagi dylan di penjara---"ujar dylan,kembali menenggelamkan wajahnya.
"tidak apa apa.itu artinya dylan mau bertanggung jawab.nanti setiap hari,kakak akan jenguk"potong aila,tersenyum dalam tangis.
"tidak mau.kakak pasti berbohong lagi"tolak dylan.mengingat dulu,aila pernah berjanji satu hal tapi mengingkarinya.
aila pun menjelaskan bagaimana ia mencari dylan sedangkan memori aila terganggu.aila juga menjelaskan tentang hal-hal baik yang ada di penjara.
setelah itu,dylan akhirnya mau melakukan interogasi di atas ranjang rumah sakit nya dengan aila yang berdiri di belakang para jaksa.
...
6 tahun kemudian...
setelah 5 tahun penjara,dylan kembali bangkit dengan meluruskan bisnis nya yang terombang-ambing.diusia nya yang ke 24 tahun,dylan dapat membelikan sebuah mobil untuk paman sam,apartemen mewah untuk mereka tinggali,juga membayar gaji karyawan yang menunggak.
di hari ini.
di sebuah apartemen mewah.
pukul 6 pagi,aila sedang memasakkan sarapan untuk dirinya dan dua orang lainnya.
5 menit kemudian,sarapan jadi.
dylan pun keluar dengan piyama juga laptop yang sudah nyala sedari tadi.
"selamat pagi"ucap dylan,memeluk kakaknya yang sibuk menyiapkan bekal untuk dua orang.
"pagi"balas aila,melirik sang adik yang rambutnya masih acak-acakan.
dylan duduk di depan aila,ia bekerja di laptop tapi juga lahap memakan sarapannya.
"hari ini jadi belanja kan?"tanya dylan, terfokus pada laptop.
paman sam bergabung.paman meminum segelas air lebih dulu,baru duduk di samping dylan.
"iya.kau jadi ikut?"jawab aila,seraya menutup tempat bekal itu.
"iya,nanti ku jemput.soalnya,mau lihat situasi perusahaan dulu"kata dylan,menutup laptopnya.
"eumm... terimakasih telah memasak makanan enak ini aila"ujar paman sam,terpana akan rasa enak yang ada di mulutnya.
aila terkekeh."sama sama,paman"balas aila.
20 menit kemudian.
aila di tinggal sendiri di apartemen karena semuanya pergi bekerja.
"dadah~~,jangan lupa di makan ya bekal nya!"ucap aila, melambaikan tangannya pada paman sam.
tidak lama,giliran dylan yang ia antar sampai depan pintu.
"dadah~~..."ucap aila, melambaikan tangannya juga.
semua tersenyum pagi ini.misi aila di pagi hari pun selesai.
•••
karakter kita tergantung lingkungan yang menutupi kita.
-Aila
TAMAT.
vers.novel ada di wattpad!...see ya!