Masa remaja memang masa indah awal mengenal cinta.
Tentu masa itu juga menghampiriku, tapi aku gadis yang tidak suka perselingkuhan apa lagi diselingkuhi.
Beberapa kali aku dekat dengan teman cowok tapi paling lama seminggu putus, karena baru kemarin cowok itu bilang suka tapi besoknya udah gandengan sama cewek lain, selalu begitu cerita cinta remajaku.
Tapi kali ini berbeda, aku tau cowok yang satu ini sangat mencintaiku dan aku pun juga sangat mencintainya walau kami tidak pernah saling mengungkapka perasaan kami satu sama lainnya. Hanya kebersamaan kami menunjukkan rasa hati kami.
"Tik ini kenapa kok bisa luka begini"
tanya padaku, aku gak nyangka dia sangat memperhatikanku hingga luka kecil di jari kelingkingku pun dia melihatnya.
"oh ini, biasa mas waktu mau motong tutup botol saus eh botolnya licin dan lompat, akhirnya ya gini ini motong jari sendiri"
kataku menjelaskan kronologis kejadiannya.
Dia langsung menarik tanganku dan memeriksa jari kelingkingku yang terluka.
"Ini lumayan gede loh tik lukanya, kenapa gak diplester aja"
katanya lagi bertanya sekaligus mengingatkan.
Walaupun hanya perhatian kecil tapi menghangatkan hatiku dan itu pula yang membuatku jatuh cinta padanya.
"Gak apa apa mas, kemarin udah aku plester lukanya tapi malah gak kering kering malah lembab kena keringat, jadi sekarang cuma aku kasih Betadine siapa tahu kering"
"Ya udah, lain kali hati hati jangan sembrono lagi"
katanya sambil mengusap puncak kepalaku untung aku berjilbab jadi gak khawatir merusak tatanan rambutku.
Setelah dia berlalu keluar menuju area Front on Line pabrik dan meninggalkanku sendirian diruang maintenance, seorang teknisi senior datang.
"Tika lagi ngapain?"
tanya-nya iseng, sambil mengambil beberapa peralatan maintenance untuk memperbaiki mesin operator yang bermasalah.
"Biasalah pak eko kerja, pak eko mau kedepan? aku ikut ya"
"Ok yok, sekalian bantuin aku mantau beberapa mesin di line-nya lora ya"
"Tapi aku grogi pak Eko kalo di line-nya mbak lora"
"kenapa?"
tanyanya sambil memulai pekerjaannya.
"Gak tau, dia kalo liat aku seperti mau menerkamku"
kataku sambil membantu pak Eko memeriksa mesin yang sedang diperbaikinya.
"Itu sebab dia cemburu karena kamu dekat dengan Ahlul, dan aku liat Ahlul suka sama kamu tik"
"Tapi diakan masih sama mbak lora"
"Iya tapi bukan pacaran, dia baik karena mereka tetanggaan satu daerah"
"Gimana pak Eko bisa tau kalo mas Ahlul suka sama aku"
tanyaku menyelidik.
"Ya aku kan satu kamar sama dia di dom"
"Kuperhatikan sejak ada kamu dia selalu ceria bisa tertawa lagi dan melupakan masa lalunya"
"Maksudnya gimana nih pak Eko'
tanyaku menyelidik ingin tahu
"Dulu Ahlul itu pernah punya pacar tapi ga disetujui oleh ortu ceweknya karena selisih umur, Ahlul masih muda dan ceweknya sudah dewasa"
"lalu" tanyaku lagi
"Gak lama dari itu kita semua dapet undangan pernikahan ceweknya dengan laki laki lain, sejak saat itu Ahlul tidak pernah tertawa"
"tidak tertawa sama sekali termasuk hanya senyum"
tanyaku lagi pemasaran.
"Ho o, tapi semenjak ada kamu dia kembali ceria, aku senang dia bisa move-on dan itu karena kamu, aku dukung kamu tik"
"Tapi aku liat mbak lora cinta sama mas Ahlul"
"Iya bukan rahasia lagi, dia sering dateng bawain masakan untuk Ahlul tapi Ahlul cuma nganggap dia teman gak lebih"
"ok makasih infonya pak Eko, aku mau keliling line dulu"
kataku, lalu pergi keliling line memeriksa apakah ada mesin yang sudah harus ganti needle.
Terakhir aku sampai di line paling belakang tempat biasa mas Ahlul memeriksa mesin yang jadi tanggung jawabnya sebagai teknisi di line itu.
"Mas ahlul aku datang"
sapaku centil yang membuatnya langsung tersenyum.
"Eh tik, sini bantuin tolong liat ada yang harus ganti needle gak"
"ok mas apapun untuk mu"
kataku semakin membuat senyumnya melebar.
Setelah membantu mengganti beberapa needle, aku kembali menemani mas Ahlul.
Aku yang centil dan manja membuatnya selalu tersenyum, ada banyak hal yang kami lakukan untuk saling menggoda walau dalam suasana kerja, karena hanya saat kerjalah kami bisa sedekat ini.
Tapi karena sikap centil dan manjaku semua teman teman teknisiku menyayangiku, hingga suatu saat membuat mas ahlul cemburu.
Dan bersama dengan keadaan kami yang sedang tidak baik baik saja, lora membuat asap sehingga hubungan kami semakin buruk.
Lora menyebarkan rumor kalo dia dan mas Ahlul akan cuti pulang untuk tunangan, dia juga bilang kalo dia dan mas Ahlul juga sudah mengambil kredit rumah.
Itu membuat hatiku hancur, aku berusaha sebisa mungkin menjauhi mas Ahlul, sampai aku gelap mata meminjam uang untuk ongkos pulang walau aku belum dapat cuti karena masih terhitung beberapa bulan kerja.
Dan aku sengaja meminjam uang kepada teman teknisi yang ternyata juga suka sama aku dan selalu membantuku disetiap minggu akhir bulan karena dompetku pasti sudah kering disaat itu.
Tanpa banyak tanya temanku itu langsung mengambilkan uang di ATM untuk ku.
Tapi ternyata semua itu semakin menambah amarah mas Ahlul.
Aku yang mengira mas Ahlul berangkat pulang ke Jatim bersama lora, maka dihari itu pula aku pulang ke Palembang kerumah ortuku.
Empat hari kemudian aku kembali lagi ke tempat kerja.
Sesampainya di pabrik kulihat ternyata mas Ahlul tidak pulang ke Jatim, hanya lora sendiri yang pulang.
Mengetahui hal itu aku berusaha mendekati mas Ahlul bermaksud merayunya agar salah paham diantara kami berakhir.
Tapi mas Ahlul tidak menanggapiku membuat aku yang biasa dimanjakan teman teman teknisiku menjadi emosi.
"Mas kamu kira kamu siapa bersikap seperti ini padaku, kalau marah bilang gak suka juga bilang"
kataku ketus lalu meninggalkanya.
Aku memilih duduk dibangku kerjaku di ruang maintenance dan meng-update ulang semua barang dan peralatan maintenance.
Hal yang tidak kuduga mas Ahlul masuk ke dalam dan menggebrak meja sangat kuat membuatku mematung karena syok ya aku sangat syok.
"Brak....kamu tau kamu selalu kekanak-kanakan dan tidak pernah berpikir dewasa tidak pernah berusaha memahami orang lain tidak pernah mahamiku"
katanya penuh penekanan benar benar membuat psikologis ku syok.
Aku syok aku benar benar syok, aku tau dia cemburu tapi dia tidak pernah bertanya atau mencari tahu kenapa aku melakukan semua ini.
Tapi satu yang aku tau, dia hanya melihat diriku sebagai bayangan dari gadis masa lalunya, saat dia bilang aku tidak pernah berpikir dewasa disitu aku sadar aku bukanlah gadis masa lalulunya dan tidak dapat membuatnya melupakan gadisnya itu.
Setelah kejadian itu selama hampir dua bulan aku selalu menghindarinya aku sudah menganggapnya masa lalu semua end bagiku tidak ada yang bisa diperbaiki lagi.
Selama dua bulan itu juga aku memantapkan diriku untuk left.
Saat aku bertemu dengannya saat itu adalah pertemuanku terakhir denganya mantan terindahku.
Sampai saat aku pergi aku hanya berpamitan pada teman teman tertentu dan tak ingin berpamitan pada nya.
Walaupun begitu terkadang aku masih sering bermimpi bertemu dengan mantan kekasihku itu walau hanya saling memandang penuh kerinduan.
Dan aku selalu menangis didalam mimpiku saat dia memandangku penuh kesedihan.
Untuk mantan kekasihku kaulah mantan terindah kaulah cinta pertamaku.
Maaf kalo ada kesamaan cerita atau merasa disenggol, ini hanya sebuah karya tulis🤗😘✌️