Pernah denger gak sih ? Kalau cinta dan nafsu itu bedanya tipis banget. Setipis selaput dara, mungkin. Makanya gue suka takut-takut bercinta. Eh, pacaran maksudnya🤭.
Akhirnya banyak cewek yang nyatain cinta, tapi ya gue cuekin. Bukan karena gue gak suka, tapi karena mereka nyatain cintanya bukan ke gue😂
Oke next, kali ini gue serius ngab ! Gue itu punya true story' yang lumayan konyol gara-gara perseteruan cinta dan nafsu itu.
Gue orang jawa-probolinggo, tepatnya yang lagi merantau ke palembang, ngikutin bapak yang ditugaskan kesana. Kami sekeluarga pindah waktu gue kelas 2 SMP. Tapi sebagian hatiku tertinggal di Jawa. Cinta pertama... meskipun yah...cuma cinta monyet.
Sebut aja namanya Suci. Begitu pertama kali mengenalnya, gue langsung jatuh cinta. Dia cewek berdarah jawa berwajah cina. Matanya agak irit, kulitnya putih bersih, senyumnya malu-malu. Cerdas pula !
Tapi begitulah, nasib memisahkan kami. Gue sekeluarga terpaksa tinggal di Palembang. Tapi saat sesekali pulang ke Probolinggo, gue selalu menyempatkan diri menemui Suci. Berbagi cerita, mengenang masa kecil yang menyenangkan dan menggelikan.
Contohnya waktu kelas 111 SD, gue pernah cemburu berat sampai hampir berantem sama temen sekelas ku gara-gara Suci lebih memilih main bareng anak itu dari pada sama gue.
Jadi bisa dibilang pertemuan gue sama Suci itu cuma sesekali. Belum tentu setahun sekali, karena pekerjaan bapak gue gak memungkinkan kalau harus sering-sering pulang kampung.
Saat kangen makin gak tahu diri, gue sama Suci cuma bisa melampiaskannya dengan saling bertelfon.
Bertahun-tahun hubungan kami sebatas bertukar kabar lewat hp. Gini aja terossssss !!!! Namun hubungan itu menemukan titik cahaya saat kami berdua sama-sama menginjak bangku kuliah.
Gue kuliah di Yogya sementara Suci di Semarang. Gue gak mau buang-buang waktu, tanpa pikir panjang gue langsung nembak Suci.
Kayak Robin Hood, gue lumayan mahir dengan anak-anak panah gue. Tembakan tepat sasaran dong !
Kami pun pacaran. Gue sama Suci, maksudnya.
Mana mungkin gue sama Robin hood ?!
Biarpun jarak jauh, cerita cinta kami berjalan baik. Saat liburan, kami sama-sama pulang ke Probolinggo. Di sana Gue sama Suci melepas kangen. Ngapel ke rumah Suci, untuk sekedar ngobrol-ngobrol santai. Gue suka suasana rumahnya yang tenang juga ibu Suci yang sangat ramah.
Kami juga kencan ke pasar rakyat yang dulu sering di gelar di lapangan bola Deket kantor DPRD Probolinggo. Duduk berdua di atas rerumputan sambil nonton penyanyi lokal unjuk gigi. Biarpun nyamuknya banyak, tapi romantis lhoo !
Patut dicoba kalau kamu dan pasanganmu bosen kencan di mall, kafe, atau yang lainnya. Dan sedikit tips dari gue, jangan lupa bawa obat nyamuk😂 !
Sesekali gue main di kosan dia di Semarang. Berangkat pagi, sore menjelang malam baru pulang.
Dan rupa-rupanya, Suci ini pacar yang baik. Dia gak mau cuma gue yang ngapelin dia ke Semarang. Maka dia bikin kejutan buat gue dengan datang ke Yogya !
Katanya sih study tour gitu... sore-sore dia nelfon gue ngabarin kalau dia udah di Yogya. Kami pun ketemu, dan gue seneng banget dong ! Tapi sejurus kemudian, gue terkaget-kaget saat Suci bilang ingin menginap di kostan gue. Jantung gue mau jungkir balik rasanya.
Perlu kalian tau ngab, kosan gue itu lumayan danger ! Kosan yang cukup terkenal seantero Paris ( Jalan Parangtritis ). Kosan yang beberapa kali di gruduk warga. Entah gaduh karena anak-anak yang mabuk, atau grasa-grusu anak kos yang bawa ceweknya untuk ber-indehoy di kamar. Tapi belakangan penggerudukan itu jarang terjadi lagi. Mungkin warga udah bosen kali. Hasilnya, kosan gue kembali kondusif untuk melakonkan percintaan. Ibu kos tempat gue itu cuek bebek, gak mau tahu apa yang dilakukan anak kosnya, asal mereka bayar kost tepat waktu !
Mengingat Kalau gue itu tipe cowok " Tegangan tinggi ", gue coba cegah Suci yang mau nginep di kostan gue. Tapi dia beralasan, teman-teman study tournya udah pada balik ke Semarang.
Gue gak punya pilihan ngab, gue gak mungkin membiarkan gadis tercinta itu terlantar di Yogya.
Suci Akhirnya gue izinkan menginap di kosan. Malamnya kami makan berdua, selesai makan, drama pergolakan batin pun di mulai. Si tengil alias sisi gelap hati mendorong gue untuk menemani Suci tidur. Tapi nurani gue melarangnya.
Kalian bisa bayangin deh, kamar gue 3x3,5 meter. Isinya cuma komputer, lemari plastik yang udah sobek-sobek, plus kasur butut yang teronggok malas di lantai. Lalu, apa yang mungkin dilakukan sepasang kekasih yang lagi dimabuk asmara di ruangan sempit itu ? Dengan keadaan kos-kosan seperti yang gue ceritain di atas.
Di dukung para penghuni lainnya yang sibuk sama urusannya sendiri-sendiri. Mau jungkir balik, gelud, goyang patah-patah, mabuk sampai jelek, terserah ! Yang penting tidak saling mengganggu.