Perkenalan
Reyna, gadis sebatang kara 20 tahun bekerja full time dan pulang selalu larut malam.
Jack, manusia serigala berumur 100 tahun yang menjelajah ke dunia manusia demi mencari reinkarnasi kekasihnya yang hilang hanya dengan peninggalan liontin milik kekasihnya.
Ratu Sifa (pemimpin bangsa Werewolf) , ibu Jack. Sifatnya galak tapi sebenarnya baik. Menentang hubungan bangsa Werewolf dengan bangsa manusia.
Drane. Musuh bebuyutan yang tadinya teman, karena dikhianati Jack akibat perang sebangsa serigala.
Pertemuan Tak Terduga
Pada suatu malam, Reyna sehabis bekerja selalu pulang berjalan sendirian seperti hari-hari biasanya. Karena bis sudah tidak ada pada jam itu. Dengan diterangi lampu jalan yang redup. Reyna berjalan perlahan dan berdoa semoga tidak ada kejadian apapun malam ini. Karena jujur saja, perasaannya tidak enak sejak tadi pagi. “Kenapa tubuhku gemetar ya.. Bagaimana ini?. Mana jalan sepi banget lagi.” tutur Reyna. “Aauuuuuu” (terdengar bunyi serigala menggonggong). Disertai angin berhembus kencang yang seketika membuat sekujur tubuh Reyna menggigil ketakutan. “Bu.. bunyi apa itu?” tutur Reyna dengan ketakutan. Samar-samar muncul sosok serigala berbulu putih dan bermata biru keluar dari kegelapan.“Se...se...serigala” lanjut Reyna sambil menunjuk arah kegelapan. ”Aaaaakkhh” (Reyna pingsan). Sosok serigala itu menjelma menjadi manusia yang sangat tampan. Lalu menggendong Reyna pulang menuju rumah. Karena dia manusia serigala, jadi dia bisa membaca pikiran dan yakin bahwa Reyna adalah orang yang selama ini dia cari. Sampai dirumah, Reyna tinggal sendiri. Jadi tidak ada siapapun dirumah selain dirinya dengan seorang werewolf itu. Reyna bangun dan kaget melihat dirinya berada di rumah. “Hai.. kamu sudah bangun?" sapa Jack yang berjalan dari dapur menuju Reyna. “Kamu siapa?” ucap Reyna dengan panik lalu mengambil kemoceng yang berada disampingnya untuk memukul Jack. “Tenang.. tenang... biar aku ceritakan dulu identitasku yang sebenarnya. Perkenalkan aku Jack" Ucap Jack. "Jack?? Siapa kamu?" tanya Reyna dengan ketakutan. "Aku, aku calon suamimu dimasa lalu. Aku berasal dari dunia yang berbeda dan sangat jauh dari sini" jelas Jack. "Aku gak percaya, kamu pasti bohong. Lebih baik, kamu pergi dari sini sekarang!" bentak Reyna."Kamu harus percaya denganku. Aku belum bisa menunjukkan bukti yang ku punya. Namun aku dapat menjelaskannya lebih detail kepadamu. Tapi kamu harus minum coklat panas ini. Tubuhmu pasti kedinginan akibat pingsan ditengah jalan tadi” tutur Jack sambil menyerahkan cangkir yang dibawanya. "Hmm.. bagaimana aku bisa mempercayaimu? Kita kan orang asing yang tidak saling mengenal" ucap Reyna mengerutkan sebelah alis. "Aku mohon kamu percaya, jika kamu ragu aku akan membagi dua coklat panas ini. Setengah untukku dan setengahnya lagi buatmu. Bagaimana, apa kamu sudah mau meminumnya?. Aku mohon, aku hanya tidak ingin kamu jatuh sakit Reyna" paksa Jack karena khawatir dengan keadaan Reyna. “Oke... iya, aku akan meminumnya” jawab Reyna dengan nada terpaksa. Kemudian Jack membagi dua coklat panas untuk diminum Reyna dan separuhnya untuk dirinya. Lalu, Jack duduk disamping Reyna dan menceritakan kisah masa lalunya dengan Reyna. “Jadi begini....(blalablabla)” tutur Jack menjelaskan semuanya dengan panjang lebar. Mendengar penjelasannya, Reyna tidak menyangka bahwa dirinya adalah reinkarnasi kekasih Jack. Reyna belum siap menerima kenyataannya. “Jadi, apa kamu sudah ingat Reyna?” tanya Jack dengan raut serius. “Apa kamu ingat hubungan kita di masa lalu, saat itu kita hampir menikah. Kamu satu bangsa denganku yaitu werewolf. Tapi kamu mati ditangan musuhku. Kamu diculik sehari sebelum pernikahan kita. Aku sangat frustasi kala itu. Selalu mencarimu dan baru kali ini aku bisa menemukanmu” lanjut Jack dengan raut sedih. “Aku belum ingat Jack, dan belum bisa sepenuhnya percaya padamu. Bagiku ini seperti mimpi di siang bolong yang ku alami. Begitu nyata tapi seperti rekayasa” jawab Reyna. “Tidak apa, jika kamu belum yakin. Tapi, aku merasa ada pergerakan musuhku yang mengintaimu karena masih dendam denganku. Bagaimana jika aku berada di sisimu demi melindungimu” tanya Jack. “Bagaimana ya...” jawab Reyna ragu-ragu. “Aku mohon, aku akan segera mencari bukti untuk membuktikan bahwa aku tidak bohong. Aku ini tunanganmu di masa lalu. Hanya saja liontin peninggalanmu hilang. Aku harap kamu bisa bersabar sampai aku bisa menemukannya.” paksa Jack. “Iya, kamu boleh asalkan kita harus menjaga jarak. Apa kamu bisa?” tanya Reyna. “Baik, untuk sementara aku akan menyewa rumah di samping” jawab Jack. “Baik, sepakat” tutur Reyna sambil menjabat tangan Jack. “Sepakat” jawab Jack dengan gembira.
Setiap saat Jack mengawasi pergerakan Reyna demi melindunginya mulai dari kegiatannya dikantor, berjaga di sekeliling rumah , bahkan hingga larut malam tetap mengawasi lewat balkon rumahnya karena berhadapan dengan kamar Reyna. Reyna yang merasa dirinya terinterogasi, merasa tidak nyaman. Dia mulai marah dengan Jack. Keesokan paginya, “Jack! Bisakah kamu berhenti mengawasiku, sebentar saja.. Aku sangat lelah dengan pengawasanmu” tutur Reyna kesal. “Tidak bisa! Kamu itu tunanganku. Kamu ingat, musuhku sedang mengejar kita. Aku tidak bisa membiarkanmu celaka.” Jawab Jack. “Bagaimana jika kamu saja yang menghilang dari hidupku? Mungkin aku akan lebih merasa aman” jawab Reyna dengan nada kesal. “Apa, kamu tidak menginginkanku berada disampingmu lagi? Bagaimana dengan janji kita dulu Ziya?” tanya Jack dengan raut sedih. “Ziya.. Siapa dia?. Sadarlah Jack aku bukan Ziya. Aku Reyna. Aku manusia bukan Werewolf sepertimu” tegas Reyna. “Reyna, baik aku akan menjauh darimu jika menurutmu kamu akan lebih aman” tutur Jack memalingkan badan dan berjalan meninggalkan Reyna dengan perasaan kecewa berat.
Hari demi hari berlalu, Reyna berangkat kerja dan melakukan aktivitas seperti sedia kala. Tanpa Jack, dia merasa sangat bebas tidak ada yang mengawasinya lagi. Reyna pulang lebih cepat hari ini pada pukul 19.00.
Saat di perjalanan pulang, pada daerah dekat hutan dan sepi. "Aaauuuu” (Suara serigala menggonggong). Reyna berhenti berjalan dan menoleh ke arah suara. “Jack... Kenapa kamu masih mengikutiku. Keluar kamu! aku kan sudah bilang menjauh dari hidupku” teriak Reyna. Tidak ada tanggapan yang muncul. "Mungkin, suara itu hanya perasaanku saja" batin Reyna. Reyna melanjutkan berjalan dan tiba-tiba ada seseorang yang membekapnya dari belakang. “Hmmm...(tolong...tolong...)” batin Reyna teriak menjerit karena tidak bisa mengeluarkan suara dari mulutnya.
Sementara di Kastil werewolf. “Ouch...” (tangan Jack tertusuk duri mawar yang dipegangnya). “Ada apa pangeran?” tanya pengawal kastil. “Tidak apa, tapi mengapa aku merasa.. perasaanku sering gelisah akhir-akhir ini” jawab Jack. “Hanya perasaan saja, mohon pangeran tidak terlalu memikirkannya” tutur para pengawal kastil. “Hmm...Reyna, dia dalam bahaya!! Tidak bisa, aku harus segera mencari Reyna” tutur Jack langsung berdiri dan bersiap mendatangi Reyna. "Pangeran tunggu, itu dapat membahayakan keselamatanmu. Bagaimana jika ibu Ratu tahu masalah ini?" cegah para pengawal. "Kalian, jangan coba-coba berani menghalangiku! Ibu pasti gak akan marah. Karena Reyna itu sumber kebahagiaanku" jawab Jack dan bergegas pergi ke dunia manusia dengan tergesa-gesa.
Sementara Reyna yang berada dalam rumah kosong dengan keadaan tidak sadarkan diri. “Ehmm.. dimana ini? Kepalaku sakit sekali. Ada apa ini sebenarnya?” tanya Reyna dalam batinnya. “Hey Ziya, kamu sudah bangun?" tanya Drane sambil melepas penutup mulut Reyna. "Sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu? Hahahah” suara sosok misterius menggunakan topi dan kacamata hitam. “Kamu... Siapa kamu?” tanya Reyna ketakutan. “Kamu lupa denganku hah? Aku yang merenggut nyawamu Ziya. Kamu tidak ingat denganku?” jawabnya. “Ziya? Kamu salah orang, aku bukan Ziya. Kamu sama seperti Jack yang salah mengenaliku sebagai Ziya” jawab Reyna terbata-bata. “Salah... Huhhhh... Bagaimana mungkin?. Kamu Ziya. Aku tidak mungkin salah. Wajahmu, suaramu, gerak-gerikmu hanya saja aromamu berbeda” tutur sosok misterius itu. “Aromamu... Haaahhh aku tahu kamu bangsa manusia ya kan? Hahahah bagus... bagus itu akan lebih memudahkanku. Hahah..” lanjutnya. “Lepaskan, aku mohon lepaskan aku. Aku tidak ada hubungannya denganmu” tutur Reyna memohon. “Melepaskanmu? Jangan mimpi!. Aku sudah mencarimu seratus tahun dan baru bisa membalas dendam kembali kepada Jack. Tugasku untuk memisahkan kalian sepasang kekasih manis agar tidak pernah bersatu selamanya. Hahahah...” tutur sosok itu. “Jack?. Aku tidak ada hubungannya dengan dia. Aku mohon lepaskan aku. Hiks... hiks.. hiks..” tutur Reyna histeris.
“Drane , lepaskan dia!" tutur Jack sambil mendobrak pintu penyekapan. "Urusanmu denganku, bukan dengannya. Dan dia juga bukan Ziya” jelas Jack. “Hahahah, akhirnya kamu datang juga Jack. Setelah 100 tahun kamu mengkhianati pertemanan kita hanya karena Ziya, sekarang kamu lihat dia!” tutur Drane sambil menjambak rambut Reyna. “Tidak, Jangan sakiti dia!" tegas Jack. “Cihh, Kamu bilang dia bukan Ziya?. Bagaimana kamu bisa sangat peduli kalau dia bukan Ziya. Apa kamu pikir aku bodoh? Yang akan percaya dengan tipuanmu sebanyak dua kali. Hahahah” tutur Drane menyeringai. "Drane balaslah dendammu kepadaku, jangan kepadanya” tutur Jack menyerahkan dirinya dengan berjalan menghampiri Drane. “Balas dendam terbaik adalah menyakiti orang yang dicintainya dan itulah prinsipku. Selama aku hidup, kalian sepasang kekasih. Jangan harap bisa bersatu!. Hahahah...” lanjut Drane. “Terima saja hukumanmu, melihat kekasihmu mati ditanganku untuk kedua kalinya Jack. Hahah” tutur Drane membawa peluru perak dan ingin menembakkannya ke Reyna. “Jangan!!” tutur Jack berlari melindungi Reyna. “Akhhhh...” Jack merintih kesakitan. “Sial, peluru perak itu sangat langka dan hanya bisa kudapatkan satu abad sekali. Bagaimana bisa kamu yang membendungnya?. Dan aku akan hancur jika membunuh sesama kaum werewolf. Tapi, Hahahah... tidak apa. Jack bersiaplah jiwa abadimu akan lenyap dan kamu bisa saja mati. Akhirnya dendamku bisa terbalaskan Hahahah...” tutur Drane dan perlahan menghilang menjadi abu karena melanggar perjanjian membunuh sesama kaum werewolf. “Jack.. bangun Jack!” tutur Reyna memangku kepala Jack di pangkuannya dan menepuk perlahan pipi Jack untuk membangunkannya. Jack berada dalam kondisi setengah sadar. “Re..Reyna maafkan aku. Aku tidak bisa disisimu lagi. Ini untuk..uhuk...uhuk...” tutur Jack dengan terengah-engah menahan sakit. “Jack, cukup jangan banyak bicara dulu. Aku akan membawamu pulang dan mengobatimu” tutur Reyna tersedu-sedu. “Tidak, waktuku.. uhuk..uhuk.. tidak banyak. Kamu peganglah liontin ini. Simpan sebagai kenangan terakhir kita uhuk...uhuk...” tutur Jack menggenggamkan liontin ke tangan Reyna. "Liontin? Apa yang kamu maksud liontin waktu itu?" tanya Reyna. "Ya.. aku menemukannya di.. uhuk.. uhuk.. di.. hutan pembatas dunia werewolf dan.. uhuk.. uhuk.." jawab Jack menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. "Dan, dan apa Jack?" potong Reyna dengan gelisah. "Dan dunia manusia, Reyna" lanjut Jack lalu tidak sadarkan diri dan pingsan. "Jack!!” teriak Reyna. Ketika menyentuh liontin yang diberikan Jack. Ingatan Reyna kembali. Dia mengingat dirinya adalah Ziya kekasih Jack di masa lalu. Kemudian dia memapah Jack kerumahnya untuk segera mendapat pengobatan. Tetapi di perjalanan menuju pulang, Reyna pingsan tak sadarkan diri karena tidak tahan dengan memori dipikiran dan perasaannya yang berkecamuk. Reyna dan Jack terjatuh di persimpangan jalan yang sepi. Tidak lama kemudian, banyak pengawal istana werewolf berdatangan ke tempat itu dan membawa mereka berdua menuju dunia werewolf.
Kastil Werewolf
“Emm... Jackkkk!!" Reyna refleks saat sadar dan langsung bangun. "Dimana Jack?" tanya Reyna kepada pelayan disisinya. “Ibu ratu.. ibu ratu... Reyna sudah sadar” teriak salah satu pelayan memanggil ratu Sifa, ibu Jack. “Kamu sudah bangun rupanya?” tutur ibu ratu kepada Reyna. ”Ibu ratu, bagaimana dengan Jack? Apa dia baik-baik saja?” tanya Reyna cemas. “ Ibu?. Huhh.... kamu tidak pantas memanggilku ibu. Aku tidak sebangsa denganmu, manusia. Status kita berbeda” jawab Ratu Werewolf dengan sombong. “Tapi bu.. aku kan Ziya, menantumu" jelas Reyna. "Ehmm, baiklah itu tidak penting sekarang. Yang terpenting adalah kondisi Jack. Semoga dia baik-baik saja" batin Reyna. "Maaf maksudku ratu. Bagaimana kondisi Jack?. Apa dia sudah sadar?” tanya Reyna dengan cemas. “Jangan tanya mengenai Jack, semua ini karenamu!! Jika bukan karena kamu, Jack tidak akan seperti ini. Dia tidak akan kehilangan jiwa abadinya dan menjadi koma” jawab ratu werewolf. “Ratu, aku mohon.. izinkan aku bertemu Jack. Aku sangat khawatir dengannya” tutur Reyna sambil memohon. “Ehmm, baik.. baik.. aku akan mengizinkannya. Tapi apa kamu bersedia dengan syarat yang kuberikan? tanya ratu dengan menyeringai. “Aku akan melakukan apa saja demi Jack. kumohon, ratu bisa mengizinkan aku bertemu dengannya. Aku sangat mengkhawatirkannya.” jawab Reyna. “Oke, syaratnya adalah berikan hatimu sebagai penawar racun baginya dan jiwamu akan terisolasi dan tidak bisa bereinkarnasi lagi. Bagaimana, apa kamu sanggup?” tanya ratu werewolf. "Apa dengan begitu, Jack bisa pulih seperti semula? Ratu"ucap Reyna agak ragu. "Benar.. karena darahmu sangat langka, dengan masih mengandung separuh bangsa werewolf dan sebagian lagi darah bangsa manusia. Jadi, kamu adalah satu-satunya pendonor yang sangat cocok dengan kondisi Jack“ tegas ratu werewolf. "Baik ratu, demi keselamatan Jack aku bersedia memberikannya” jawab Reyna dengan tulus."Kamu serius?" ratu tidak yakin dengan ucapan Reyna. "Benar, aku sungguh-sungguh demi Jack. Ratu" jawab Reyna dengan teguh. "Oke, kalau begitu ikut aku sekarang” ajak ratu werewolf.
Di dalam kamar Jack, dirinya terbaring lemah dan tidak berdaya di ranjangnya. Reyna menghampirinya dan mengusap lembut keningnya. “Jack, selamat tinggal. Aku harap kamu bisa pulih secepatnya” salam perpisahan Reyna kepada Jack sambil tersedu-sedu. Reyna mengorbankan dirinya dan Jack berhasil disembuhkan. Kemudian ketika Jack bangun dia memanggil Reyna untuk pertama kalinya. “Reyna, Reyna.....” panggil Jack. “Tenang Jack, ini ibu. Reyna... Dia sudah mati, nak” jawab ratu Werewolf menenangkan Jack. “Apa Bu?. Reyna... Bagaimana bisa?” tanya Jack dengan batin terpukul. “Sudah, Jack ikhlaskan dia. Dia tidak ditakdirkan untukmu. Kamu harus melepaskannya dan memulai hidup barumu!” jawab Ratu Werewolf. “Bu, jelaskan apa Reyna sudah benar-benar mati?” tanya Jack dengan penuh harap sambil menggenggam tangan ibunya. “Jack!! Tidak, kamu harus melupakannya?” tegas ratu werewolf. “Tidak bisa Bu, aku tidak bisa hidup tanpanya, dia belahan jiwaku bu. Aku tidak ingin yang lain” desak Jack. “Tapi dia sudah mati nak, ibu tidak bisa mengabulkan permintaanmu” jawab ratu Werewolf merasa iba. “Bu.. Apa sungguh tidak ada cara lain untuk aku bisa bersama Reyna dan hidup bahagia?” tanya Jack dengan putus asa. “Sebenarnya ada, tapi kamu harus menanggung akibatnya” tutur ratu Werewolf dengan ragu. “Apa Bu? tanya Jack dengan penuh harap. Apapun akibatnya aku akan siap Bu” lanjutnya dengan yakin. “Baiklah, ibu akan memberitahumu, akibatnya kamu akan kehilangan jiwa abadimu sebagai werewolf dengan mengembalikan separuh bagian hati milik Reyna yang ada pada tubuhmu. Namun kamu masih bisa tetap hidup sebagai manusia sama seperti Reyna. Dan sisa hidupmu dengan Reyna hanya berangsur tidak lebih dari 20 tahun mulai dari sekarang. Apa kamu siap?” tanya ratu werewolf kepada Jack. “Hanya itu saja Bu. Ya, Bu... Aku menyanggupinya” tegas Jack.
Sejak saat itu Reyna hidup kembali karena separuh hatinya dikembalikan oleh Jack. “Jack...” tutur Reyna ketika sadar. “Reyna, akhirnya kamu sadar” peluk Jack ke Reyna dengan tangis bahagia. Kemudian Jack menggelar pesta pernikahan dengan megah di kastil atas persetujuan ibunya sebagai kenangan terakhir dirinya bersama Reyna di negeri werewolf. Kastil Werewolf dipimpin oleh ratu Werewolf sejak saat itu. Karena Jack sebagai pangeran satu-satunya lebih memilih hidup bahagia dengan kekasihnya daripada bergelimang dengan kekuasaannya. Jack dan Reyna kembali ke dunia manusia dan memulai hidup baru mereka sebagai manusia dan menjadi kekasih termanis yang paling bahagia hingga maut memisahkan mereka. The End.....