Kapok… Sambel
"Kalau mama bilang, tidak! ya tidak!" mama Safina keukeuh, tidak mengijinkan suaminya untuk pergi naik gunung.
"mama, neng sayang" ayolah mama yang paling cantik, ijinkan papa untuk kali ini saja. Papa merayu mama habis-habisan.
"papa janji kalau mama ijinkan papa, untuk muncak kali ini, papa akan mengabulkan apapun keinginan mama."
"sudahlah pa, percuma papa merayu mama, pokoknya mama tidak ijinkan papa muncak, titik tidak pakai koma.
" Ma…. ". Papa Ricky memohon pada mama safina, merengek-rengek seperti anak kecil yang minta dibelikan mainan.
Bukan tanpa alasan mama Safina melarang papa Ricky untuk naik gunung. Alasannya adalah karena papa Ricky sudah terlalu sering naik gunung hampir setiap bulan, sampai berhari-tidak baru pulang. Saat pulang kondisinya menggenaskan, kumal, dekil, bau dan selalu bawa pakaian yang kotor yang penuh dengan tanah.
Pernah juga pulang muncak dari gunung Arjuna kakinya bengkak katanya sih kepleset dan keseleo,kalau sudah begitu mama Safina juga yang repot harus mijitin suami tercinta yang hobinya naik gunung.
Dengan segala macam jurus rayuan mautnya papa Ricky, akhirnya mama safina luluh juga tapi tetap aja gak ikhlas
" Pa, papa yakin mau berangkat juga ke gunung penanggungan?"
"Memangnya papa gak mau weekend sama anak- anak?"
"Sekarang musim hujan lho pa, udah gitu pasti jalannya licin."
"Tidak apa-apa mama sayang, neng geulis istriku cantik. Udah risiko kalau naik gunung itu licin, di situlah tantangannya.
Lagian papa muncak tidak setiap minggu."
Dengan berat hati akhirnya mama melepas kepergian papa,
" Hati-hati ya pa, jangan jauh-jauh dari temannya." Ucap mama sambil mencium tangan papa.
"Iya, mama sayang." balas papa sambil memeluk dan mencium kening mama.
3 hari kemudian….
"Assalammualaikum….!" terdengar suara papa mengucap salam.
"Waalaikumsalam…..!" mama membalas ucapan salam papa
"Horreee… Papa pulang!.... Papa pulang! ." Teriak anak - anak dengan senang melihat papa telah kembali.
" Stoop…! Teriak mama. jangan deket - deket papa dulu, biar papa mandi dulu, lihat papa sangat kotor, dekil bau lagi.
" iya.. Iya… sabar ya anak-anak papa mandi dulu." Ucap papa sambil pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena selama naik gunung dan camping papa tidak mandi.
Mama sangat sebal karena setiap pulang muncak, papa selalu bawa pakaian yang kotor banget, dan sepatu papa itu sudah tidak bebentuk. Kalau tidak ingat harganya mahal-mahal mama ingin membuang saja semua pakaian dan sepatu papa itu.
Setelah selesai membersihkan diri papa ikut gabung dengan mama dan anak-anak.
Seperti biasa papa bersenda gurau dengan anak-anak.
Malam pun tiba, anak-anak sudah terlelap. Tinggallah mama dan papa sedang mengobrol ringan di ruang televisi.
Tiba-tiba papa memeluk erat mama.
"Kangen" ucap papa sambil menciumi pipi, kening, dahi dan rambut mama.
"Ihh… Papa, geli tahu." bisik mama.
"Ma…" Panggil papa lembut dan manja.
"Apa?" tanya mama
"Mama cantik deh." ucap papa sambil terus memeluk mama.
" Isshh… muji-muji segala pasti ada maunya" ujar mama sambil tersenyum tipis.
"hehehhe…. Mama tahu aja, pijitin papa ya, badan papa pegal semua."
Mama pun menyuruh papa berbaring dan mulai memijit papa dengan telaten dan penuh kasih sayang. Walaupun mulut mama pedas dan mama cerewet tapi mama sangat menyayangi suaminya ini.
" Ma… "panggil papa" sambil merem melek merasakan betapa nikmatnya pijatan mama.
"he'em". Jawab mama.
"Maafin papa, ya ma.
" Minta maaf buat apa? " tanya mama.
"Maafin papa karena sudah ninggalin mama 3 hari."
"Biasanya juga gak pernah minta maaf" ujar mama agak heran. "
" Sepertinya mama kurang ikhlas memberi ijin sama papa buat muncak"
"Naah… itu sudah tahu, kok tetap aja pergi."
"Gara-gara mama gak ikhlas, papa sepertinya kwalat deh," ucap papa serius.
"Kok, bisa?" "Kwalat gimana sih pa?" tanya Mama sambil tetap memijat papa.
"Mama tahu gak? Tadi pagi selesai turun gunung, melewati jalan setapak tiba-tiba sepedanya seperti ada yang mendorong papa hampir masuk jurang, untung aja gak sampai ke bawah, teman-teman papa menahan sepeda papa biar gak jatuh kebawah, sedangkan papa juga Alhamdullilah, bisa menyelamatkan diri, cuma sepeda papa bagian depannya agak ringsek. Papa jadi inget mama, papa waktu itu takut banget ma, bagaimana kalau papa jatuh, mungkin ini akibat dari papa yang tidak nurut sama mama. "
" Alhamdullilah pa, papa tidak kenapa-kenapa." Ucap mama sambil mengelus dahi , rambut papa.
" Papa kapok ah! Lain kali kalau muncak, harus ijin mama dan ijinnya harus ikhlas.
"kalau mama tidak mengijinkan?" tanya mama.
"ya, papa tidak berangkat." jawab papa.
Halah! mama gak percaya! dari dulu kan, bilangnya terakhir, tapi kenyataannya bla..bla..bla….. Mama mengomel sambil terus mijitin papa. Tapi yang diomelin sama sekali tidak merespon dan terdengar dengkuran halus dari papa.
" Ya Alloh Gusti, suamiku…..
Beberapa bulan kemudian…..
Benar saja beberapa bulan papa menepati janjinya hiatus naik gunung.
Dan hari ini seperti biasa papa sedang merengek-rengek minta diijinkan muncak ke gunung Sumbing.