Aku menatap sekelilingku adalah air yang mengisi penuh suatu bak besar yang berbentuk slinder, dengan ornamen-ornamen imitasi yang terlihat sama dengan dasar laut tempatku tinggal sebelumnya.
Aku tidak mampu mengingat bagaimana tiba-tiba aku terjebak dalam jala. Lalu, aku di lemparkan ke dalam bak slinder ini. Mereka menyebut tempat tinggalku saat ini adalah Aquarium.
Setiap orang yang datang terlihat terpukau dengan kehadiran diriku, dan mereka menyebutku, "Mermaid."
Mereka kagum akan kecantikan yang aku miliki sebagai sosok yang bersisik ikan dengan rambut merah marun, sepasang mata biru, dengan wajah pucat indah terbingkai sempurna bak manusia dalam cerita dongeng.
"Putri duyung yang cantik!"
Bukan hanya satu dua orang yang memuja diriku. Setiap orang datang selalu saja terkesima. Namun, sungguh aku tidak tertarik pada setiap manusia yang datang. Mereka terlihat aneh di mataku.
Kecuali ....
Tiba-tiba seorang pria yang datang terlihat menarik seluruh atensiku. Pria itu terlihat sangat tampan dengan dua kaki yang terlihat berdiri tegak menopang pria itu berjalan. Pria itu tidak memiliki ekor. Namun, jantungku terus berdegup kencang kala dia menatapku dari balik kaca. Dia terlihat memujaku pula.
Akupun memberanikan diriku mendekat pada kaca itu, dan bertanya, "Siapa namamu?"
Pria itu mundur seketika. Dia terlihat terkejut karena aku mampu berbicara padanya. Akupun segera meletakan jemariku menempel pada bibirku, dan berkata padanya melalui telepati pikiranku, "Jangan takut padaku. Aku hanya menyukaimu. Namaku Alena."
Pria itu terlihat melirik ke kiri dan ke kanan. Melihat kekosongan. Dia pun bergerak mendekati Aquarium dan berkata pada diriku, "Namaku Arka. Salam kenal."
Semenjak hari itu perkenalanku dengan Arka menjadi lebih akrab. Arka bahkan sering mengunjungi Aquarium. Kamipun saling menyukai. Menempelkan wajah di kaca, hanya agar diriku mampu mencium bibirnya. Walau ciuman itu di batasi kaca. Namun, aku mampu merasakan kehangatan pria itu padaku.
"Arka berkencanlah di dalam Aquarium," ideku saat itu. Ide itu tiba-tiba muncul begitu saja. Aku ingin menyentuhnya di dalam air.
Arka terlihat berpikir. Dia pun memiliki perasaan yang sama dengan diriku. Ingin mnyentuhku dalam air. Lalu, semenjak hari itu dia tidak pernah datang menemui diriku.
Akupun bertanya pada diriku sendiri? Apakah karena Arka menyadari perbedaan di antara kami berdua. Dia seorang manusia. Sedangkan diriku hanyalah seekor ikan duyung yang terjebak dalam Aquarium.
Aku larut dalam kesedihanku. Namun, di suatu malam, yang terlihat berbeda. Dimana semua pengunjung telah pergi. Setiap lampu telah di matikan. Aku melihat satu senter kecil menyinari masuk dalam lorong, dan byurrrrr! suara seseorang masuk dalam air.
Sepasang mataku menelisik dalam kegelapan. Terang bercahaya bak mata kucing. Aku melihat sosok yang datang, yang berenang menuju arahku.
"Alena ini aku," ucap pria itu di dalam air.
"Arka! Ar-ka ...," ujarku tebata bahagia.
Aku mampu menyentuh pria itu di dalam air. Pria itupun memelukku. Aneh. Rasanya ada yang aneh. Namun, aku tidak perduli.
Arka memandangku dengan detail di dalam air. Aku pun memandanginya, dan membiarkan bibir pria itu menempel dan menciumku. Tetapi, tiba-tiba terdengar suara tercekat dari tenggorokan Arka.
"Aaaarrrg!"
Raga Arka mundur seketika dan wajahnya mendadak hitam, dan tubuhnya melambung ke atas perlahan. Aku mengejar raga itu, dan aku baru menyadari jika ciuman dengan ikan, hanyalah memberi racun pada Arka.
Kini, orang yang aku cintai itu, tidak bernapas lagi. Aku telah menyeretnya masuk bersamaku dalam air. Aku tertawa lepas. Ikan tidak boleh mecintai manusia.
****