Namaku arzia putri, seorang mahasiswa di universitas kemala. Hari ini, sepulang sekolah. Aku akan menonton pertandingan bola basket dilapangan sekolah. Sebenarnya aku tidak menyukai permainan bola basket. Tapi, sahabatku rina yang mengajakku.
Walaupun aku tahu kalau rina itu hanya menyukai pemainnya. Tapi karena dia sahabatku aku pun menerima ajakannya.
Disaat menuju lapangan, yang terdangar di telingaku adalah "semangat aldo semangat". Aldo adalah salah satu pemain dalam pertandingan itu. Aldo itu ganteng, tinggi, baik, dan jago main basket. Banyak cewek yang menyukainya. Dan dia juga yang disukai sahabatku.
Saat pertandingannya sedang berlangsung. Bola basket itu terbang kearahku. Aku pun terkejut dan takut terkena bola. Tapi, kemudian aldo muncul didepanku dan mengangkap bolanya. Saat itu, entah kenapa aku jadi deg-degan. Dan aldo kembali melanjutkan permainannya.
Setelah pertandingan selesai, aldo menghampiriku dan rina. Dia meminta maaf kepadaku atas kejadian tadi.
"Maaf ya atas kejadian tadi."
"Iya, gak papa kok."
"Perkenalkan, namaku aldo. Kalau kamu?"
"Aku zia, dan ini sahabatku rina."
Aku dan aldo terus mengobrol. Tapi sepertinya rina sangat gugup bertemu dengan idolanya. Rina dari tadi terus diam dan malu-malu.
Sudah hambir malam, kami pun mengakhiri percakapan dan pulang bersama.
Semakin hari aldo dan zia semakin dekat. Walau hubungan mereka hanya teman. Tapi kedekatan mereka lebih dari itu. Melihat kedekatan zia dan aldo, rina pun menjadi cemburu. Ia meminta zia untuk menjauh dari aldo. Kalau tidak, rina bunuh diri.
Zia merasa sedih. Karena dia harus memilih antara sahabat dan juga cinta. Setelah sekian lama berpikir, zia pun memutuskan untuk menjauhi aldo.
Hari-haru berikutnya zia terus menghindari aldo. Tapi saat zia memutuskan untuk menjauh, aldo malah terus mendekatinya. Sehingga suatu hari rina mencoba melukai dirinya sediri karna melihat aldo mendekati zia.
Disaat itu zia pun memutuskan untuk pergi jauh dari kehidupan aldo. Aldo pun bersedih mengetahui orang yang ia cintai telah pergi jauh darinya. Dan walaupun zia telah pergi, tapi rina tetap tidak mendapatkan cintanya aldo. Rina pun menyesal karena dia sudah kehilangan sahabat terbaiknya dan tidak mendapatkan cintanya.
Itulah akhir dari cinta segitiga yang sungguh tragis