Aisyah merupakan gadis cantik, polos dan keras kepala. Ia selalu pergi tanpa ijin keluar rumah menuju ke penampungan anak telantar.
Aisyah yang ingin membantu anak telantar itu, suatu pagi dia menuju ke penampungan. Ia di kejutkan oleh preman jalanan. Karena Aisyah tidak bisa bela diri. Sebelum preman itu melihat, Ia segera pergi menjauh.Tapi tidak disangka para preman melihatnya. Dan datang menghampirinya. Preman itu langsung menarik tangan Aisyah. Aisyah yang sudah takut, dia berteriak meminta tolong. Tapi para preman membekap Aisyah.
Aisyah yang memberontak untuk dilepaskan, tapi usahanya sia-sia.
Preman itu langsung membawa Aisyah menuju ke tempat yang sepih. Aisyah yang sudah keringat dingin, memohon kepada Allah agar ia bisa terhindar dari bahaya.
Saat Aisyah memejam mata tanpa dia sadari para preman sudah terjatuh ketanah dan penuh dengan luka. Aisyah yang binggung dengan apa yang terjadi. Melihat polisi dan kedua orang tuanya menghampirinya. Ibu Aisyah yang datang sambil menangis," Aisyah.... Anakku..". Sambil memeluk melihat keadaan Aisyah.
Sampai di rumah Aisyah langsung masuk ke dalam kamar. Di temani ibunya. " Ibu... Aku takut...," Kata Aisyah.
Setelah hati Aisyah tenang, dia berpikir siapa yang menolong dia...". Karena dia penasaran,* Ibu siapa yang telah menjatuhkan para preman tadi...?". Ibu menggelengkan kepala," Ibu tidak tau. Ayah kamu hanya mendapatkan pesan bawa kamu di bawa preman. Sampai ibu dan ayah datang para preman sudah jatuh ditanah dengan penuh luka".
Beberapa hari setelah kejadian itu, Aisyah selalu ditemani Ibunya saat dia pergi ke luar rumah. Tapi sekali- kali dia pergi ke luar sendiri tapi tidak boleh terlalu lama.
Hari berganti hari Aisyah sudah melupakan kejadian yang sudah berlalu. Dengan kejadian yang sudah terjadi Aisyah selalu berhati-hati saat pergi ke luar rumah, walaupun sendirian.
Disetiap langkah dia keluar dia selalu bertanya kepada dirinya," Siapa kamu? Kenapa kamu menolongku?..".
Di malam yang indah dan penuh bintang dengan langit bersinar. Aisyah pulang ke rumah dan mendapatkan bahwa ada tamu yang datang. Belum sempat dia melewati gerbang rumah. Ibunya menyambut anaknya dan menghampirinya. Memegang tangan Aisyah dan berbisik ditelinga Aisyah," Ada pemuda yang melamar kamu. Dia pemuda yang baik", kata ibunya.
Sampai didepan pintu rumah, Aisyah melihat dibalik pintu pemuda itu. Saat melihat pemuda itu Aisyah sangat tajub dengan pemuda itu.
Aisyah masuk ke dalam rumah didampingi ibunya. Duduk disamping ayahnya sambil berkata," Aisyah... Anakku pemuda ini adalah Izam. Pemuda yang telah menolong kamu dari para preman dan yang telah memberi tau ayah lewat pesan singkat.
Aisyah yang terkejut, membuat hati ia tenang bahwa pemuda yang datang melamarnya adalah pemuda yang menolongnya. Hati Aisyah yang gelisa karena penasaran, kini sudah sirnah.
Bahwa apa yang dia pikirkan kini sudah terjawab