Malam yang indah, dingin berselimut bintang2. Aku menghampirimu dan mengajak kamu melihat meteor bersama. Tapi tidak disangka kau melihat bersama dengan orang lain.
Pagi itu aku datang menemuimu." Hai,Iman,"kata Maria. Iman berkata," Hai Maria" sambil tersenyum.
Maria dengan berani berkata," Iman... Dia berhenti sejenak, dan menghela nafas. Apa kamu nanti malam ada... Acara," kata Maria.
Iman," Emang kenapa.... Maria.
"Aku ingin mengajak kamu melihat hujan meteor. Jika kamu tidak ada acara," kata Maria.
Iman hanya terdiam. Tidak lama kemudian dia berkata," Aku pikirkan dulu, ya. Nanti aku akan kabari kamu".
Maria yang berharap jawaban selalu melihat layar ponselnya menuggu jawaban Iman. Saat Maria bersama temannya. Dia melihat Iman bersama Ira. Karena penasaran ia mendatanginya. Belum sempat ia mendekat, Maria mendengar percakapan Iman dan Ira.
Iman berkata," Mau tidak kamu melihat hujan meteor bersama?". Ira yang tersenyum berkata," Iya". Membuat hati Maria yang mendengarnya merasa sakit.
Tidak lama Maria mendengar percakapan Iman dan Ira, dia mendapatkan suara pesan masuk di ponselnya. Karena penasaran dengan pesannya, ia membaca dan melihat. Ternyata pesan yang masuk dari Iman yang mengatakan bahwa dia tidak bisa malam ini pergi bersamanya.
Karena ingin tau kenapa dia menolak dia. Membalas pesannya" Kenapa kamu tidak bisa. Apa kamu ada acara malam ini". Tidak lama dia menuggu lama dia membalas pesannya" Iya aku ada acara malam ini. Tugas organisasi". Maria yang melihat jawabannya merasa sakit hati dengan balasannya. Karena dia sudah tidak tahan lagi. Dia pergi meninggalkan Iman dan Ira menjauh dari mereka berdua.
Maria yang tau dia berbohong. Melanjutkan jalannya bersama temannya.
Di malam yang gelap sendirian dia menyaksikan meteor berjatuhan bagaikan. Bintang jatuh. Dengan air mata yang menetes bersama hujan meteor dia berharap langit ini akan menjadi saksi. Bahwa dia akan mencari yang lebih baik lagi. Hati yang terluka karena satu laki-laki. Aku ingin berubah karena dia...