“tap tap tap, brukk..” hujan sore ini sangat deras membuat langkah wati tergontai dan darah yang keluar dari luka memar di wajah dan tubuhnya.
telah menghilang di hapus air hujan tubuh lemah gadis ini akhirnya terjatuh di pinggir jalan namun dari mereka yang melalui jalan itu membiarkan nya padahal wati sudah sulit bernapas dan merasa mati rasa.
“apa aku akan mati secepat ini?” kata hati wati saat dirinya mulai kehilangan kesadaran tiba tiba ada seseorang yang berhenti tepat di sampingnya.
“apa kau malaikat..” wati tidak menyelesaikan perkataannya saat seorang itu membopong tubuhnya dan membawanya ke rumahnya.
Perlahan seorang yang membawa wati ternyata gadis seumurannya membuka pakaian seragam wati dan bibirnya tersenyum saat melihat begitu banyak bekas luka di tubuh dan wajah wati lalu dengan lembut.
gadis itu membersihkan tubuh wati selesai itu dirinya langsung menyelimuti tubuh wati dan membiarkan gadis malang itu beristirahat sedang gadis itu langsung keluar dari rumahnya yang reot itu untuk berkerja.
Hari demi hari gadis itu pulang dan pergi namun wati masih saja belum sadarkan diri sehingga gadis itu pun memeriksa tubuh wati dengan menempelkan tangannya ke kening wati.
“aku kira kau sudah mati?” kata gadis itu lirih saat melihat mata wati mulai terbuka “si siapa kau?” wati ketakutan saat menatap wajah gadis itu.
“tenang lah.. nama ku jia aku Cuma membawa mu kemari karena kau pingsan di jalan!” kini wati bisa mengingat semuanya sehingga gadis yang bernama jia itu pun tersenyum lalu mengambil roti tawar dan air di gelas.
“makan lah ini?” wati pun langsung mengambil roti itu “terimakasih..” selesai mengucapkan kalimat itu wati langsung melahapnya.
“pelan pelan..” kata jia lalu tangannya mengambil tisu hendak membersihkan sisa makanan di mulut wati sehingga wati reflek langsung membersihkan makanan itu dengan bajunya.
“apa kau gak punya keluarga?” wati langsung menggelengkan kepalanya dan kini matanya berani menatap wajah jia yang cantik “aku dulu tinggal di panti asuhan tapi karena sudah besar jadi aku tinggal seorang diri di kosan” jia langsung menganggukan kepalanya.
“apa kau di buli teman teman mu?” pertanyaan jia kali ini membuat wati terdiam bahkan kepalanya langsung tertunduk.
“hmm aku sudah menduganya! Kau harus jadi kuat supaya tidak di tindas mulu?” selesai mengatakan itu jia langsung memegang rahang wati dan kini wajah mereka pun berhadapan hanya saja sorot mata jia sangat cerah seolah ingin memberi isyarat kepada wati.
“aku sudah menolongmu jadi kau harus jadi budak ku, kau gak boleh lagi kembali kerumah mu setiap habis pulang sekolah nanti kau harus kesini langsung untuk membereskan rumah, masak dan mencuci baju!”
mau tidak mau wati langsung menganggukan kepalanya sungguh dirinya sudah di buat takut setengah mati saat melihat jia yang tubuhnya penuh dengan tato dan bekas luka.
“iya sudah sekarang kau bisa istirahat lagi biar cepat pulih!” wati langsung kembali membaringkan tubuhnya yang memang masih terasa sakit pasalnya baru tiga hari wati istirahat sedang luka di tubuhnya cukup parah dan tidak di obati sama sekali.
Pada akhirnya wati bisa melewati masa sulitnya saat tubuhnya sudah sembuh dalam waktu seminggu wati benar benar sudah pulih total namun sayang selama itu wati tidak di izinkan keluar rumah oleh jia.
“ceklek..” wati tersenyum bahagia saat sosok yang di nantinya akhirnya pulang “ayo makan aku beli ayam goring nih?” ajak jia lalu mereka pun makan bersama.
“jia apa aku boleh sekolah lagi?”
“tidak..” wati tampak kecewa namun segera menganggukan kepalanya karena merasa takut dengan jia yang selalu memasak ekspresi datar di wajahnya.
“aku harus melatih mu dulu jadi kuat supaya kau gak di buli lagi?” tentu perkataan jia berhasil mendapat perhatian penuh wati sehingga gadis yang menjadi pelayannya kini tampak tertenun menatap wajahnya.
“tap tapi ak..” mata wati membelalak karena tiba tiba tangan jia membungkam mulutnya dan kini mata jia pun menatap tajam mata wati yang berkaca kaca itu.
“mulai malam ini aku akan melatih mu…” benar saja yang di katakan jia karena dirinya benar benar melatih wati dengan keras hari hari wati kini terasa lebih buruk karena mendapat banyak luka akibat di latih jia.
“brukk Aah..” karena tidak bisa menghindar akhirnya tubuh wati tersengkur di lantai karena mendapat tendangan keras kaki jia di perutnya.
“sakit bukan, kalau kau benar benar ingin berakhir kalah kan aku dan bunuh mereka..”
“Deg…” kata kata jia berhasil membuat jantung wati berdebar kencang seolah tersengat tiba tiba wati mulai berusaha berdiri.
“Haaa.. buak buak dug..” jia senang akhirnya wati tidak merasa takut lagi di kini bisa menyerangnya secara brutal sampai tinjuannya mengenai bibir seksinya “cuh..” jia meludahkan air liur yang bercampur darah itu.
“lakukan lagi ayo..” pinta jia yang membuat wati kembali menyerangnya “Aah Brukk..” tiba tiba tubuh wati mulai kehilangan keseimbangan karena tenaganya habis sehingga dirinya jatuh menimpa tubuh jia.
“kerja bagus” kata jia saat wati mulai kehilangan kesadarannya lalu jia pun membopong tubuh wati dan di baringkan ke tempat tidur.
“kau harus jadi seperti ku karena aku benci cewek lemah” kata jia saat memperhatikan wajah wati yang baba belur itu sungguh jia dalam hatinya senang karena wati bisa tinggal bersamanya.
karena selama ini jia hanya tinggal seorang diri dan menjadi anak jalanan yang berpropesi menjadi pencopet sedang wati anak yang juga tidak tahu asal usulnya pun mengalami nasib yang sama.
Hari hari yang di tunggu wati pun datang akhirnya dirinya bisa kembali bersekolah setelah 2 bulan tidak menampakan diri “wah lihat lah dia datang lagi, hai aku kira kau udah mati hahaha?” kata segerombolan siswi yang beda kelas tiba tiba menghampiri wati.
“aku gak ingin membunuh kalian jadi menyingkirlah dari jalan ku?” bukannya takut segerombol siswi itu tertawa ria sehingga wati tersenyum lalu tangannya langsung menjambak rambut salah satu siswi yang telah membuli habis habisan dulu.
“Aaa.. Bruakk” karena siswi itu menjerit wati pun langsung menendang perutnya sampai tubuh siswi itu terpental cukup jauh dan mulutnya langsung mengeluarkan darah.
“ada lagi yang mau mati?” kata wati yang membuat para siswa dan siswi yang menyaksikan dirinya menghajar si nini sosok siswi yang paling di takuti dan di segani di sekolah ini langsung mundur dan langsung pura pura tidak melihat kejadian apa pun.
“hmm dasar kalian Cuma berani sama yang lemah, lihat saja apa yang aku lakukan nanti” kata hati wati lalu dirinya melangkah kan kakinya menuju kelasnya dan selama pelajaran di mulai semua terlihat sangat focus memperhatikan guru yang menyampaikan materi sedang wati langsung tertidur di meja.
“kring kring..” wati langsung tersenyum saat bel istirahat berbunyi sehingga dirinya hendak pergi ke kantin namun saat dirinya sudah duduk di posisi awal terlihat oleh matanya segerombolan siswa mengelilingi nya.
“ais kalian cari mati ya?” Tanya wati tiba tiba salah satu siswa itu hendak meninju wajahnya tetapi dengan cepat tangan wati menangkap tangan siswa itu lalu menariknya dan membantingnya “bruakk..” tidak sampai di situ wati juga langsung menghajar para siswa yang lainnya.
“buak bruk buak buakk..” seketika 6 siswa itu langsung terkapar di lantai “dasar gak berguna bruakk..” wati langsung menendang tubuh siswa yang masih sadarkan diri hingga pingsan.
“tinggal teman teman nini..” wati langsung berlari mencari teman teman nini dan membiarkan para siswa itu “hmm ternyata kalian di sini?”
sontak teman teman nini pun langsung terperanjat saat wati menemukan mereka yang bersembunyi di gudang penyimpanan alat olahraga “tolong ampuni kami..” pinta mereka yang membuat wati tersenyum.
“aku sudah mematahkan kaki para cowok kalian bahkan aku sudah membuatnya tidak akan bisa berjalan lagi dan sekarang giliran kalian karena kalo Cuma nini saja yang di siksa itu tidak adil”
selesai mengatakan itu wati langsung mengambil tongkat bisbol dan langsung memukuli kaki para siswi itu hingga hancur satu persatu.
“ahahaha..” wati akhirnya bisa tertawa bahagia saat dirinya berhasil membuat para siswa dan siswi yang membulinya sekarat.
“wati…” teriak seorang yang baru saja mendapat laporan dari salah satu siswa karena wati telah hampir membunuh para pembuli di sekolah itu.
“ah bapak mau menangkap saya?” tentu guru itu geram dengan sikap wati yang sewenang wenang dan pada akhirnya wati pun di keluarkan dari sekolah karena kesalahannya.
“jia terimakasih banyak ya?” kata wati yang membuat kepala jia menoleh kearahnya “kenapa kau bicara begitu?” wati tidak langsung menjawab tetapi tangannya langsung memeluk tubuh jia dengan erat.
“aku bersyukur allah kasih kau untuk ku” jia tersenyum mendengar kalimat yang di ucapkan wati lalu mata mereka pun bertabrakan.
“padahal aku ingin kau gak di keluarkan lah karena aku ingin melihat mu bisa sukses jadi kita gak nyopet mulu?” wati langsung tertawa renyah lalu tangannya langsung memegang pipi jia dan bibirnya mencium kening gadis itu dengan lembut.
“ya sudah sih, mau gimana lagi hidup ini memang sulit kan tapi kalo kita bersama pasti bisa terlewati” selesai mengatakan itu wati langsung membaringkan tubuhnya sehingga jia ikut membaringkan tubuhnya di samping wati.
“kau benar..” akhirnya jia pun langsung memeluk tubuh wati dan dua gadi itu pun tertidur di kasur yang sudah brudul ini namun walaupun keadaan mereka serba kekurangan wati dan jia tetap bersyukur karena masih bisa tinggal bersama di rumah reot ini.
“Selesai”
Halo semua kalo kalian suka cerpen ini like ya, dan yuk kunjungi akun ku karena di sana aku buat banyak karya tulis yang keren dan pasti nya kalian gak akan menyesal baca nya ☺️ insya Allah 📚.