Pelapor:"Pak Polisi,tolongin saya...".
Polisi:"Tenang Pak,silahkan duduk!".
Pelapor:"Aduh,kalau saya duduk,apalagi sambil ngopi,bakalan tambah gawat".
Polisi:"Loh,memang ada apa?".
Pelapor:"Tolongin Pak,secepatnya!".
Polisi:"Baiklah,apa yang bisa saya bantu?".
Pelapor:"Itu Pak,temen-temen saya lagi dibantai".
Polisi:"Dibantai gimana?".
Pelapor:"Dibantai..,ada yang disembelih,terus dipenggal kepalanya,,lalu di mutilasi,ada yang dikuliti,dll..".
Polisi:"Waduh,sadis banget...berapa banyak pelakunya?".
Pelapor:"Banyak Pak,ayo cepetan Pak!,keburu dibantai semua temen saya".
Polisi:"Baiklah,saya akan bawa 100 orang,untuk menyelamatkan teman-teman anda".
Pelapor:"Iya Pak,lebih banyak,lebih baik".
Polisi:"Baiklah,dimana tempatnya?".
Pelapor:"Mari ikut saya!"
( Sesampainya di lokasi kejadian )
Polisi:"Loh,inikan...".
Pelapor:"Liat Pak,teman-teman saya yang udah mati,dan disana yang masih hidup".
Polisi:"Sebentar,inikan Pasar,dan cuman ada ayam,sapi,ikan,dll.Temen Bapak yang mana?".
Pelapor:"Ya itu Pak, temen-temen saya".
Polisi:"Pak,kalau bikin laporan itu yang bener,saya kira yang dibantai itu manusia".
Pelapor:"Yang bilang manusia siapa?,sayakan bilang temen-temen saya".
Polisi:"Pak,kalau yang temen-temennya hewan itu cuma Tarzan.Emang anda itu Tarzan?".
Pelapor:"Emang Iya,saya Tarzan".
Polisi:",Pantesan...".