Disebuah desa terpencil, terlihat sepasang kekasih yang saling mencintai, mereka berjanji akan menjalini hidup bersama, hari-hari yang mereka lalui berdua terasa indah, sehingga tidak menghiraukan orang, yang berada disekitarnya.
Kedua orang tua siwanita tidak merestui hubungan mereka berdua, dikarena kekasihnya orang yang tidak punya apa-apa, jangankan untuk menghidupi anaknya, untuk makan dia dan kedua adiknya saja dia tidak mamapu.
sebut saja Martin, dia adalah seorang pemuda pekerja keras, demi menghidupi kedua adiknya dia rela, membanting tulang siang malam, agar bisa menyesekolahkan adik-adiknya.
Disuatu hari Martin, datang kesebuah acara ulang tahun Mira, sebagai orang yang mencintainya, tentu saja Martin menghadiri acara ulang tahunya, walau dia tahu kalau kedua orang tua Mira tak suka padanya.
Dengan memakai sebuah kemeja peninggalan ayahnya, dengan berlahan Martin memasuki acara pesta, kedua matanya melihat Mira yang sedang menyambut para undangan.
Martin mencoba menghampiri Mira, namun seorang pria berumur 40tahun lebih, menghadang jalan Martin, yang ternyata dia adalah ayahnya Mira, ayah Mira mengajak martin keluar dari pesta, dan membicarakan soal hubungan mereka berdua.
Ayah Mira bertanya pada Martin tentang perasaannya kepada Mira, padahal ayah Mira tahu kalau mereka saling mencintai, "AKU SANGAT MENCINTAI MIRA.
Martin mengungkapkan perasaannya dengan nada yang keras, sehingga terdengar oleh para undangan yang datang, mendengar jawaban Martin, ayah Mira memberi syarat.
Sang ayah akan merestui hubungan mereka, jika Martin mempunyai penghasilan tetap, dan dia meminta sebuah rumah yang mempunyai 2 lantai, sebagai emas kawin, sang ayah yakin Martin akan menyerah.
Akhirnya dengan tegas Martin menyanggupi, permintaan dari ayah Mira, Martinpun pergi dari acara itu, Mira yang tahu keadaan Martin membuat dia sedih di hari ulang tahunnya.
Martin berniat pergi kekota bersama kedua adiknya, dihari itu juga Martin pergi dari desa tanpa berpamitan dengan Mira, ditengah jalan martin menoleh desa tempat kelahirannya.
Sampai dikota, Martin bingung harus berbuat apa?
kedua adiknya nampak lapar dengan tangan memegang perut, melihat itu Marti membeli sebuah roti untuk adik-adiknya.
Martin mengajak kedua adiknya, berteduh dibawah jembatan layang, dari terik panasnya matahari.
merekapun mendirikan bangunan disana, yang terbuat dari kain yang dibentangkan.
Waktu bergulir begitu cepat, tanpa terasa hari semakin gelap, udara menjadi begitu sangat dingin, digelapnya malam Martin melihat, segerombolan pemuda sedang menghadang pria tua, yang bersama seorang gadis belia.
Martin berlari, berusaha menolong mereka, namun apa daya Martin sendirian, kedua adik yang melihat kakaknya dipukuli, melempari mereka dengan batu seadaanya, melihat ada kesempatan Martin langsung menghajar mereka.
Pria tua itu berterimakasih, dan mengajak mereka datang ketempat tinggalnya, begitu terkejutnya Martin melihat rumah mereka yang besar dan luas.
Singkat cerita, Martin menceritakan semua keadaan yang terjadi padanya, mendengar cerita Martin pria tua itu memberi sebuah pekerjaan, disalah satu perusahaanya, Martinpun sangat senang.
Keesokan harinya Martin mulai melakukan pekerjaanya, lama semakin lama pria tua itu memprhatikan, dan puas dengan hasil kerja Martin sebagai OB, pria tua itu menaikan jabatannya menjadi, staff gudang produksi.
Martin mempunyai gaji tetap, sekarang Martin hanya tinggal mengumpulkan uang untuk membangun rumah, sebagai emas kawin.
Disuatu malam kedua adik Martin tertidur pulas, disebuah kontrakan yang kecil yang mempunyai 2 kamar, Martin melihat bayangan wanita diluar kontarakan, dengan penasaran Martin membuka pintu.
Ternyata Mira, perasaan Martin senang dicampur kaget, mereka berdua saling memandang, hingga akhirnya mereka berpelukan melepas rindu, Martin meyakinkan Mira sebentar lagi impiannya akan terwujud.
Mira hanya tertunduk mendengar cerita Martin, melihatnya terdiam Martin membawa Mira masuk kedalam kontarakan, Martin menyuruh mira tidur dikamar, dengan sekuat tenaga Mira menarik masuk Martin, diapun terkejut Mira melakukan itu.
Dalam beberapa malam Mira selalu mendatangi Martin, namun kemesraan mereka tidak seperti dulu, kini Mira selalu diam tanpa bicara membuat Martin binggung, dimalam ini, Mirapun masih datang ketempat Martin, ketika itu adik Martin dengan keadaan mengantuk, melihat pintu kamar kakakya terbuka, diapun melihat kedalam kamar, Martinpun terkejut melihat adiknya masuk dengan tiba-tiba, sang adik yang melihat kakaknya dengan keadaan masih mengantuk, langsung tertidur dikasur, bersama Mira disampingnya, Mira segera pergi dan membisikan sesuatu ketelinga Martin.
Sayang aku sangat senang bertemu kamu, aku tunggu kamu didesa, selamat tinggal.
Mirapun pergi dari kontrakan Martin, setelah kejadian itu, Mira tidak datang-datang lagi, Martin menjadi sangat khawatir, Martin memutuskan kembali kedesa, untuk memastikan keselamatan Mira.
sesampai didesa Martin langsung, mendatangi rumah Mira, dengan membawa oleh-oleh untuk Mira dan kedua orang tuanya, dengan perasaan senang Martin menceritakan kesuksesanya, kepada orang tua Mira, sekaligus menanyakan keadaan Mira, kedua orang tua Mira hanya tertunduk tanpa sekatapun keluar dari mulut mereka, Martin semakin binggung dan berteriak memanggil Mira.
Martin melihat kedua orang tua Mira, mengeluarkan air mata, Martin semakin binggung.
"Mira sudah meninggal"...
Saat Martin pergi meninggalkan desa, ayah Mira mencoba menjodohkan Mira, dengan seorang pemuda anak dari kepala desa, Mira dipaksa menikah dengan orang yang tidak dia cintai, disaat malam pernikahanya, Mira mengakhiri hidupnya sendiri.
Martin masih tidak percaya, hatinya hancur berkeping-keping, teriakannya mengema ditelinga, kedua orang tua Mira, Martinpun berlari secepat mungkin. "alampun ikut menangis".
Ditengah lebatnya hujan, dengan kedua lutut menyentuh tanah, Martin tertunduk didepan sebuah makam, air mata keluar tidak ada henti-hentinya, Martin memandangi makam Mira, dengan mengingat semua kenangan yang telah mereka lalaui, hati Martin begitu hancur bersama dirinya saat ini....