“4 Bunga, 4 Musim, 4 Mata Angin Utama”
Siapapun yang mendengar julukan itu, maka tanpa diberitahupun, semua sudah tahu, bahwa mereka adalah 4 siswa SMA yang saat ini naik daun karena deduksinya.
Ya, mereka adalah 4 laki-laki dengan watak yang berbeda.
Hakuba Kurotsukki, laki-laki berambut curly coklat muda, dengan watak yang dingin. Dari '4 Bunga, 4 Musim, 4 Mata Angin Utama', ia digambarkan sebagai Bunga Mawar, Musim Dingin dan dari Utara. Memiliki wajah yang cantik, tapi mulutnya yang tajam, apalagi khas dinginnya.
Ryuki Goyu, kebalikan dari Kurotsukki. Berambut raven dan selalu tersenyum kepada semua orang. Wataknya agak cerewet, karena itulah ia sering dibandingkan dengan Kurotsukki. Dari '4 Bunga, 4 Musim, 4 Mata Angin Utama', ia digambarkan sebagai Bunga Lily Putih, Musim Semi, dan dari Selatan.
Ozora Akakuro, laki-laki berambut lurus dengan kulit sao matang. Memiliki ciri khas dengan logat dari asalnya. Wataknya berambisi untuk menyelesaikan kasus lebih dulu, meskipun pada akhirnya Ereri, yang sering dibandingkannya lebih dulu menyelesaikannya. Dari '4 Bunga, 4 Musim, 4 Mata Angin Utama, ia digambarkan sebagai Bunga Matahari, Musim Gugur, dan dari Barat.
Gemi Ereri, sang mc utama dari keempat kandidat tadi. Rambut poni dan kulit putih, serta kejeniusan di atas rata-rata. Kemampuannya akan memecahkan kasus sampai saat ini, membuatnya mendapat panggilan “Penggila Misteri”. Ia sering dibandingkan dengan Akakuro karena ambisi keduanya sama. Dari '4 Bunga, 4 Musim, 4 Mata Angin Utama', ia digambarkan sebagai Bunga Sakura, Musim Panas, dan dari Timur.
Akhir-akhir ini, sudah 46 kasus berturut seorang model wanita ditemukan tewas di dalam apartemen mereka. Awalnya, kepolisian hanya mengira ini sebuah kasus yang tidak disengaja, tapi setelah 46 kali berturut, serta tewas dengan penyebab kematian yang sama, akhirnya membuat kepolisin meminta bantuan dari 4 bunga, 4 musim, 4 mata angin utama
‘’Jadi Anda tiba-tiba dipukul oleh sang pelaku?’’ tanya Detektif Ryugen.
‘’Ya, sebelum kami dipukul, entah kenapa pandanganku jadi silau karena cahaya putih,’’ jawab salah satu korban.
Satu korban lainnya hanya menyayangkan kejadian tersebut, ia adalah Haruno Ann.
‘’Kisha-san, dengan senjata apa Anda diserang?’’ tanya Goyu.
‘’Sepertinya sejenis pipa atau pemukul,’’ jawab Pak Kisha.
‘’Kira-kira jam berapa Anda diserang?’’ tanya Kurotsukki.
“Um, sepertinya pukul 14:12, sekitar 12 menit yang lalu,”
“Penyerangan dilakukan saat dipukul 14:12 lagi, dan kalian berdua masih diserang seperti biasa,” kata Akakuro.
“Masalahnya ini sudah yang ke-46 kalinya kalian berdua selalu diserang,” kata Goyu.
“Itu karena kami fotografer yang disewa oleh si model korban sendiri,” kata Pak Kisha.
Ereri memandangi wanita itu terus, seolah-olah meragukan perkataannya,”Ada yang berbohong di antara mereka,” katanya dalam hati.
‘’Jujur saja, ini bukan kesengajaan, jadi Inspektur, bisakah mereka berdua dianggap sebagai tersangka?’’ kata Ereri.
‘’Apa maksudmu?’’ tanya Ann.
‘’Seperti yang kalian lihat, selalu ada bekas cekikan aneh dileher korban, tapi kalian berdua dipukul. Dalam 46 kasus ini, kenapa si korban tidak dipukul dengan pipa atau pemukul juga? Terus, kenapa si pelaku malah membunuh si korban dengan cekikan?’’ kata Ereri.
‘’Selain itu, rumahnya berantakan dan ada serbuk bunga yang tertinggal,” kata Akakuro.
“Dan pembunuhan selalu terjadi di pukul 14:12, selain kalian berdua, tidak ada yang tahu jadwal setiap model, sebab itu dirahasiakan, jadi seperti yang dikatakan Ereri-san, kalian berdua patut dicurigai,” kata Kurotsukki.
“Kalau begitu, buktikan dalam 1 menit, kalian berempat memang pantas menyandang julukan itu karena deduksi kalian,” tantang Ann.
“Tidak perlu 1 menit, aku sudah mengetahui siapa pelakunya,”
Semua menatap Ereri kaget, terutama Akakuro. Sekali lagi, ia dikalah cepat oleh saingannya itu.
“Kalau cara penyerangannya sih aku tahu,” kata Akakuro, dan kalimatnya dibenarkan oleh Kurotsukki dan Goyu.
Semua menatap Akakuro yang menuju ke arah sebuah kaca besar di depan pintu.
‘’Ada kaca besar di depan pintu yang hanya memantulkan setengah dari tubuh. Posisi sudut pandang kacanya diubah. Trik ini digunakan agar mereka berdua dibuat mengira melihat perampok yang lari keluar, padahal sebenarnya tidak ada,’’ kata Akakuro..
Kurotsukki memasang lampu strobo besar di tempat yang tidak terlihat dari pintu, sambil mengarahkan cermin ke arah pintu, sisanya tinggal menunggu waktu.
‘’Saat Kisha-san membuka pintu, si pelaku menekan tombol on dari remot kontrol sehingga cahaya blitz langsung mengarah ke mata Kisha-san, membutakannya untuk sesaat. Dan lampu strobo ini adalah bagian Ann-san, kan?’’
‘’Ketika fungsi blitz sudah siap, dia hanya tinggal menekan kamera dan lampu strobo ini akan secara otomatis mengeluarkan cahaya flash,’’ kata Goyu dengan smirknya.
Ereri meminta Ann untuk menekan kameranya. Untuk sesaat, wanita itu tampak ragu, sehingga Inspektur memintannya untuk bekerja sama dan menekan kameranya. Dengan terpaksa, Ann menekan kameranya, dan benar semua langsung memejamkan mata karena merasa silau.
‘’Senjata yang mungkin dipakai untuk memukul Kisha-san, mungkin adalah tripod, apakah aku salah Ann-san?’’ tanya Ereri tersenyum.
Menyadari maksud Ereri membuat semua langsung menatap Ann tidak percaya.
‘’Ya, Haruno Ann-san, Anda adalah pelakunya,’’ kata Ereri tanpa ragu.
Haruno Ann tersenyum sambil meletakkan perlengkapannya.
‘’Kalau kau mencurigaiku karena membawa banyak kamera, maka kau salah besar! Seorang fotografer pro membawa banyak kamera sebagai cadangan,’’ kata Ann.
‘’Lalu kenapa ada kamera analog model klasik, padahal Anda sering menggunakan kamera digital? Kecuali kamera analog ini ada di dalam apartemen korban model sekarang. Karena mengira kepolisian akan mencurigai Anda karena kamera ini, Ann-san membawanya setelah membunuh si korban,’’ kata Ereri.
‘’Baiklah, kalian bisa memeriksa isi kamera itu, tapi jika tidak ada bukti yang berkaitan dengan kasus ini, apa yang akan kau lakukan?’’ tanya Ann menantang.
‘’Saat itu, aku akan berhenti menjadi detektif untuk selamanya,’’
‘’Tunggu! Kalau Ereri-kun berhenti, maka kami bertiga tidak lengkap tanpamu,’’ kata Akakuro.
“Mereka bertiga juga akan berhenti sama seperti diriku, dengan begitu tidak ada lagi detektif SMA yang memecahkan kasus pembunuhan,”
“Ha? Kenapa kau berkata seenaknya?” tidak terima Kurotsukki.
Ereri hanya tersenyum, membuat Ann menyerahkan kamera analog tersebut. Butuh beberapa menit, untuk mencetak semua isi di dalam kamera analog itu, sehingga Ann merasa puas. Sesuai janji, Ereri harus menepati ucapannya tadi.
‘’Ann-san? Sepertinya Anda tidak mengerti dengan ucapanku, aku mengatakan kalau buktinya ada pada kamera itu bukan pada isinya,’’ kata Ereri.
Ann tersentak. Sambil mengulur waktu mencetak foto di dalam kamera analog, Ereri meminta tim forensik memeriksa kamera analog tersebut, dan ternyata ada serbuk bunga yang sama yang ada di dalam rumah korban.
“Sepertinya, korban tersebut mengetahui pelaku pembunuhan selama 45 kasus ini, sehingga ia menggunakan serbuk bunga ini sebagai petunjuk,”
“Ah, sepertinya dendam antara wanita,” kata Kurotsukki peka.
“Tidak kusangka si balok es peka bisa peka juga mengenai masalah wanita,” kata Goyu meledek.
“Berarti penyerangan setiap di pukul 14:12, itu pasti ada hubungannya dengan insiden kecelakaan yang terjadi di tanggal 14 bulan desember,” kata Akakuro.
“Kalau tidak salah, insiden di tanggal itu adalah seorang pria yang lompat bunuh diri karena dipecat dari pe-“ belum sempat Goyu menyelesaikan kalimatnya, Ann sudah memotong.
“Media memanipulasi beritanya! Heh? Dia mati karena ke-45 model wanita berkata akan mengontraknya sebagai fotografer pribadi, tapi nyatanya pria itu dipermalukan di pesta, memperlakukannya sebagai binatang, sehingga mentalnya rusak. Awalnya berjalan lancar setelah aku membunuh ke-45 model itu, tapi korban ke-46 ini mengetahui diriku adalah pelakunya, cih! Tidak kusangka, bahkan setelah matipun, ia tetap mengirimku ke penjara,”
“Nama pria itu Ao Kid, karena itulah pembunuhan sering terjadi di pukul 14:12 yang berarti KID, pemilik nama pria itu,” kata Ereri.
“Tapi kau melakukan pembunuhan sebanyak ini demi pria itu, apakah mungkin kalian berdua...,” kata Akakuro.
“Hari dimana dia bunuh diri, seharusnya menjadi hari pernikahan kami,” kata Ann mulai terisak.
“Sungguh memilukan, tapi bukan berarti harus melenyapkan nyawa orang lain, kau telah membunuh 46 nyawa hanya karena 1 nyawa,” kata Kurotsukki.
“Nyawa dibayar nyawa, dan aku tidak merasa menyesal, puff hehe…haha..nee Kid, apakah kau melihatnya? Aku sudah melenyapkan orang-orang yang menyiksamu, hehe,”
Ann akhirnya ditangkap dan kasus berantai dibalik kisah memilukan pun selesai.
Keempat siswa SMA itu berdiri memandangi matahari terbenam dengan ciri khas mereka. Mereka bertos sambil berjalan pergi ke masing-masing arah mata angin utama.