"Riii".Tanpa perlu menoleh aku sudah tahu suara siapa itu bak toa masjid.Yeeeaahh..dia lah Elma Ayungtiyas Rajasa.Gadis yang sebetulnya manis tapi sayang jutek..,galak,cerewet suka meledak.ledak apalagi kalau tersinggung tapi jangan salah putri seorang wanita karier terkenal CFD sebuah perusahaan properti terkenal di bilangan.Jakarta Selatan ini cengeng he.he.he.,denger cerita melow dia akan nangis sesugukan.Tapi.sifat barbarnya akan lenyap kalau ada Dimas Danuraharja..sang Ketua Osis yang dewasa ,cool ,dan selalu bijaksana dalam meyelesaikan masalah makanya dia kami juluki Mr.Bijak.Walau dia anak tunggal dari seorang pejabat pemerintahan di Kementrian Luar Negeri.
Elma berusaha mensejajarkan langkahnya denganku di koridor SMA Nusa Bangsa yang mulai hiruk pikuk karena bel tanda usai jam pelajaran sekolah baru saja berbunyi.
Brukk..belom sampai tangga untuk menuju lantai 1..tiba_tiba ada manusia tak di undang membelah jalanku dengan Elma..yapp..siapa lagi kalau bukan Doni Heru Prasetyo,anak pemilik bisnis otomotif terkenal,selain jahil ,pecinta kebersihan yang hakiki dia juga seorang Don Juan...Cewek mana yang ga kenal Doni dari seantero Jakarta Selatan,lebay sihh.
"Lo tuh Don..kebiasaan deeh..selalu ada lo di antara gue dan Riyanti".Elma mulai dengan protesnya...Dua orang ini ga pernah akur ribut terus.
"Yeileehh..lagian loo..berdua nempel aza,ga takut di gosipin??Mulai deh kompor mledug bikin panas
"Hisst ga lah yaaahhh...Kan ada mamas Dimas'.Elak Elma.
sudah bukan rahasia lagi kalau Dimas dan Elma sepasang kekasih sejak kami kelas satu.
"Wina mana Ri..lo ga bareng??Doni mengalihkan pembicaraan Elma..karena kalau ga di stop pasti dia akan cerita tentang Dimas dan Dimas.
"Anak IPA 1 tuh keluar paling akhir secara anak pinter semua.."Balas ku sambil terus berjalan menuju pintu keluar.
"So pastilahh kan anak_anak.pinter termasuk.mamas gue..iye kan iye kann???"sahut Elma.
"Tau gue..ga perlu di perjelas kaleeess..dasar Nceekkk"Sahut Doni.Elma itu berkulit putih dan bermata agak sipit makanya Doni senang sekali menggoda Elma dengan panggilan Ncekk.Entah lah apa masksudnya.Kebiasaan Doni tau Elma ga suka di panggil Ncek langsung kabur tapi tangannya tidak lupa untuk mengacak_acak rambut Elma.
Merasa terganggu Elma langsung mencak_mencak ikutan lari mengejar Doni.
"Dodol awas loo..,jangan lari lo..belom ngerasain yaa..tangan gue bergerlya.Dodollll..berenti loo".Jerit Elma..tambah riuh rendah deh koridor sekolah akibat ulah dua manusia itu.Sementara Doni yang di kejar tertawa_tawa mengejek Elma.
Aku cuma geleng_geleng kepala melihat tingkah laku absurd temanku itu.Aku sudah tidak ada energi untuk menengahi kekisruhan yang ada.,Elma semakin kesal karena terus di goda dengan panggilan Ncek..
"Ayo Cek..lo katanya kuat..buktiin doong..,"Ayo.kejar gue..segitu aza udah nyerah lo..,gue mo ngerasain tuh tangan lo..ha.ha.ha".Doni semakin menjadi menggoda Elma manakala melihat Elma sudah kelelahan mengejar Doni.Doni berlari kearahku dan Elma mengejarnya.Jadilah aku yang menjadi bulan_bulanan mereka.Ada di antara anjing dan kucing ga ada yang mau mengalah.
"Don..udah Iih..kayak anak.kecil tauu".El.udah jangan layanin Doni.cape.tahu..."Aku dah mulai gerah deh lihat kelakuan dua makhluk ini.
"Berenti ga lo..,Dodol..stop.panggil gue Ncek"Dasar Dodolll".Elma dengan napas ngos ngosannya terus berusaha mnggapai Doni yang sembunyi di belakang aku.Dasar Doni masih terus aza menggoda Elma.
"Ampun Ampun Cek..sakiitt..iih parah lo cubitannya,Cek ampun Cek..gila geli gue"Sakit Cek..iih udah..udah .nyerah gue..ampun Cekk"Ruoanya Doni tertangkap Elma dan habislah dia di cubit dan di gelitik Elma.
Elma semakin ganas menyerang Doni dan tangan yang satu di gunakan untuk menyikap kepala Doni..jadi lah kepala Doni terhimpit di ketiak Elma.Kondisi panas begini cuma satu obatnya ya Dimas Danuraharja..siapa lagi yang bisa bikin Miss Barbar ini jadi kalem.he.he.he.
"Hemmmm"suara yang aku hapal berasal dari belakang kami.Cepp langsung deh tuh putri barbar jadi pendiam.Aku dan Doni cekikikan sambil menutup mulut
"Huhhhhahhhhhh"Doni bernapas lega.."Untung lo cepet dateng Dim..mati gue menghirup gas amoniak dari bini lo"Kata Doni sambil megap_megap napasnya menderu."Parah lo El,napas gue mo abis nih".Deru Doni.
"Ga lucu tauu.."Mata Elma mendelik tapi tidak berani mengeluarkan kata_kata barbarnya.Aku yang mendengar cuma cekikikan sambil.menutup mulut takut suasana lebih parah.
Dimas mengambil sapu tangan dari kantung celananya dengan lembut melap keringat yang membanjiri dahi dan wajah Elma.
"Sudah tahu cuaca panas gini masih aza lari_larian."Sambil terus melap wajah Elma yang mandi keringat.Dimas dengan penuh perhatian memastikan wajah Elma bersih dari keringat dan menyodorkan sebotol air mineral.Buat aku dan Donj hal itu sudah biasa,perhatian Dimas untuk Elma ,bucinya Elma ke Dimas hal yang biasa kami lihat sehari_hari.
"Wina sama Rangga mana Dim..??kok belum kelihatan??Tanya ku pada Dimas.
Aku merasa heran karena Dimas ,Wina dan Rangga satu kelas di IPA 1,aku kelas IPA 2 ,Elma dan Doni IPS 1.
"Mereka jadwal mengembalikan buku ke Perpus..kita tunggu di parkiran aza,Jawab Dimas sambil merangkul Elma berjalan menuju parkiran.
Duo sahabatku lagi Dwina Larasati ,berasal dari keluarga dokter,kakek ,nenek,Papah ,mamah bahkan om dan Tantenya adalah Dokter.Gadis manis manja paling populer di Nusa Bangsa
,selain cantik pintar selalu jadi langganan juara Umum dan OSN.Dwina adalah gadis yang paling wanita diantara aku dan Elma.Suaranya lembut ,ramah mudah bergaul tapi diantara kami berdua dia yang paling manja,gampang nangis.alias cengeng..tidak bisa di goda.
And thaann satu lagi..Yaap pangeran dari Darmawangsa(nama salah satu komplek terkenal di kawasan Jakarta Selatan)Rangga Bayu Aji.Siapa yang tidak kenal Rangga..ketua Paskibra dan pecinta Alam.Berpostur tinggi ,kulit yang tidak terlalu gelap untuk ukuran laki_laki..jago tae kwon do berotak cerdas dan anak seorang pengusaha tambang asal Kalimantan.Hebatkan teman_teman aku??yeeaahh..aku minder sebenarnya,sering saat kelas satu aku selalu menghindari mereka tapi apalah daya meraka selalu ada dan menunggu aku pulang di parkiran dan parahnya lagi Dimas Ketua OSIS dan aku sekertaris so kami sering pulang bareng bahkan suka di jemput.Banyak teman_teman lain yang mengatakan bahwa aku nebeng terkenal ,jadi parasit,atau bahkan dikatakan babu para MS dan Mr.itu,but what ever you name it selagi mereka tidak terganggu berteman dengan aku,so akhinya aku cuek saja.
Oh ya aku hampir lupa memperkenalkan namaku
Aku Riyanti Atmarini,di bandingkan dengan lima temanku,akulah si upik abu,secara ayahku hanyalah Pegawai Negeri Sipil di kelurahan menghabiskan hari-harinya setelah jam kantor menjadi pengurus atau marbot Masjid di lingkungan kampung kami.Ibuku ibu rumah tangga biasa terkadang sekali-kali di panggil ke Komplek mewah untuk mengajar mengaji ibu _ibu sosialita atau anak-anak mereka .Kakak satu setelah Aliyah melanjutkan sekolah PGTK..lalu memgajar di TK dekat rumah ,adikku laki_laki baru kelas satu MTSN,sekolah tingkat SLTP .
Rumah aku terbilang di kampung terhimpit dua perumahan mewah .Rumah kecil dari dulu tidak banyak berubah . Aneh sih diantara komplek mewah masih ada kampung asri terutama rumahku masih banyak pohon_pohon langka yang sudah jarang di temukan di kota sebesar Jakarta.Entah lah suasana yang seperti itu lah yang mungkin membuat lima sahabatku betah berlama-lama di sana.Padahal kami tidak punya makanan untuk menjamu mereka,makanan yang di sediakan ibuku hanya sayur yang ada di pekarangan rumah sama tempe kalau ada rezeki bisa di tambah telur ,itupun kalau temanku datang .Aku suka ga enak sama ibuku karena tahu keadaan ekonomi kami seperti apa,tapi ibu selalu bilang kita wajib memuliakan tamu,apa adanya asal tidak berlebihan .Ibuku sering membuatkan penganan dari singkong atau apapun yang sekiranya bahan-bahan itu ada di rumah dan anehnya..mereka orang-orang kaya itu makan dengan lahap apa yang ibuku sediakan.Imbasmya mereka betah ada di rumahku yang sempit cuma bisa lesehan atau duduk -duduk di bawah pohon kadang sampai sore itupun di usir oleh ibu.Bahkan Wina dan Elma sering menginap di rumahku yang panas jangankan AC kipas angin satu itu pun sudah mulai rusak.
Tidak terasa pertemanan kami sudah hampir 3 tahun ,enam bulan lagi kami lulus dan saatnya kami akan melepas masa jabatan kami di organisasi masing_masing agar lebih fokus mempersiapakan ujian kelulusan.Lamunan ku terhenti manakala dari jauh aku melihat Wina dan Rangga jalan beriringan menuju parkiran tempat kami menuggu.
"Lama beeut sih lo..kering nih gue "mulai deh Doni berkicau.
"Iyya kemana aza sih lo..?jangan bilang kalian ke kantin dulu,panas laper lagi"Rajuk Elma sepertinya itu di tujukan ke Dimas.Kode minta di ajak makan.
Aku dan Dimas hanya diam menyaksikan duo itu berkicau.
Kebiasaan Wina kalau bertemu aku langsung peluk dan merebahkan kepalanya ke bahuku.
"Cape Ri,gila Pak Edwin kasih soal Fisika bikin meleleh otak aku".Dimas juga ga kasih contekan pelit banget".Adu Wina kepadaku.Inilah yang membuat anak_anak Nusa Bangsa menilai aku adalah baby sitter Wina dan Elma .Padahal kenyataannya tidak begituh kalau di kantin selalu mereka yang memesankan makanan buat aku karena harga makanan di kantin Nusa Bangsa tidak sesuai dengan kantong aku.Ohya..aku sekolah di sana karena bea siswa ya..itulah salah satu rasa syukurku pada Tuhan.
"Duuhh kasian bayi akuh..cape yaa..??ku balas pelukan Wina .
Riii,gue yang sedari tadi sama lo ga di peluk..gue juga mau..".Rajuk Elma sambil merentangkan tangan kode minta di peluk juga.
"Sini ..sini bayi kembar aku,"balasku.Kulepas sebelah tanganku untuk menyambut Elma.
"Gue juga dongg ,curang lo Ri..gue yang dari tadi ga di peluk..Wina baru dateng di peluk..eh si Ncek ikutan,Cek lo sono ama pacar lo minta peluknya",protes Donny seraya merentangkan tangan minta peluk juga.
"Eitss..enak aza lo.ga..ga..ga ada peluk2 ama lo yaa..hiiihh ga banget gue"tolak Elma seperti biasa sambil mengibas-ngibaskan tangan seolah -olah mengusir Donny.
"Dikit doang El..laah lo udah punya Dimas..kalo Wina iyya ,secara pacarnya masih di Jerman Riyanti dijadiin pelampiasan..he.he.he.Gue kan Jomblo..dah gituh adem kali yaa..di peluk Riyanti bidadari Surga..ha..ha.ha."ceracau Donny.
"Engga pake yaa..Don..lo peluk_peluk Riyanti,bisa-bisa di gorok lo sama ayah,"Celetuk Wina.Ho..oh ayahku bukan orang yang kaku tidak.pernah dari mulutnya keluar larangan berpacaran tapi dengan wibawanya aku sendiri tahu bahwa ayah tidak suka anak gadisnya dekat secara pribadi dengan lawan jenis dan teman-temanku tahu itu.
"Ri..sudah siapkan draft LPPJ kita?Tanya Dimas
"Hampir Dim.,tinggal revisi sedikit yang lain di kerjakan sama Kabid kegiatan masing-masing"jawabku.Minggu depan kami akan melepas masa jabatan kami di OSIS dan itu artinya kami akan sedikit sibuk.
"Ngga..Paskib gimana??yang gue koreksi dah di betulin lom??"Kegiatan lo tuh yang paling lama kasih laporan akhirnya keteteran deh Kabid 1"Dimas beralih bertanya ke Rangga.
"Dikit lagi Bos,gimana koreksi sekarang deh males gue nungguin Eko ngerjain lelet die"Sahut Rangga
"Sip gue juga okeh aza..secara organisasi gue ga ikutan ama lo lo pada ".Donny menimpali.secara organisasi Donny adalah Pramuka yang tidak bersinggungan langsung denga OSIS.
"Sekalian deh laporan gue juga lo revisi liat lagi ya .tar kalo dah di print out salah lagi repot gue sama PakKetu PMR,gue males lihat wajah butek Erwin."Sahut Wina
"Ha..ha ha..Lo aza yang ga peka Win..Erwin tuh ngincer lo dari kelas satu,nah lo nya malah ngumpet melulu."sahut Donny
"Ape sih lo Don,ogah gue ama Erwin..,bete gue sama dia" Cibir Wina sambil melirik Elma.
"kok mata lo ke gue Win?tanya Elma gelagapan.
Yang di tanya nyengir kuda sambil colek -colek pinggang aku.
"Apa sih Win kok gue ??"Tanya aku pura-pura tidak paham.
"Dasar bidadari surga .lo ga mau bantuin gue".Mulai deh Wina merajuk.
"Ha..ha..ha.ha."aku tertawa dengan keras tanpa sadar Lima pasang mata menatap aku dengan aneh ,secara aku tidak pernah tertawa keras seperti itu.
"Riyanti Atmarini!!!!!"serempak mereka meneriakkan namaku.
Upsss..ya Tuhann..baru sadar aku.Ku tutup mulutku dengan kedua tangan tapi masih ada sisa tawaku di sana.
"Ya udah..ok..ok..kita kerjain di mana nih??perpus kah??sekre atau..Masjid sekolah ya..gue belom sholat."Kataku untuk mengalihkan tingkah absudrku tadi.
"Tunggu..tunggu...kayaknya gue curiga nih..ada sesuatukah yang gue ga tau dari kalian??"Selidik Mr.bijaksana Dimas.
"Cek..jawab..lo"sela Donny
"Hmmmmhhh,ada yang bermain di belakang kita nih??"Selidik Rangga..upss..no..semua cowok-cowok mendelik maju perlahan menuju kami semua.
Elma sudah meyembuyikan wajahnya di bahuku..Wina sudah bersembunyi di belakang tubuhku.
"Eits..Eits..tahan .tahan "sambil ku sorongkan tangan kedepan menahan tubuh ke tiganya yang semakin mendekat dan Donny menyerigai dengan senyum smirknya.
"Siapa yang mau menjelaskan??hemm..Elma??Wina??atau..."Rangga menjeda pertanyaannya.
"Gue lebih percaya Riyanti,Ri..??ada yang mau lo jelasin?Mr.Bijak bertanya dengan tangan yang masuk kedalam kedua saku celana.
"Eehh..kok gue??pasang wajah oon sambil menunjuk dada."Gue...."sambil.meringis kulirik dua sohib cewekku yang makin nempel di badanku.
"Ga aahh gue ga mau ikut campur urusan rumah tangga lo.."ku tunjuk Elma dan Dimas bergantian.Sumpah aku pengen ketawa tapi takut sama tatapan mata elang Dimas .
"Yank..yank..engga seperti yang kamu pikirkan.Please..udah ya. udah ya .kan kita mau selesain LPPJ kamu iya ..iya kann.."rajuk Elma sambil maju meluk tangan Dimas yang masih setia di saku celana.
"Cepet jelasin dulu!"seru Dimas demgan suara dinginnya.
"mulai kapan tuh ada rahasia di antara kita berenam??Duuhh Donny mulai.lagi.deh ngomporin.
"Ada sesuatu gituh diantara kalian yang kita tidak tahu??"Selidik Rangga dengan tatapan mata menghunus ke depan.
"Udah yaa..bayi-bayi besar aku,kita lanjut bikin LPPJ yukk..udah makin siang niih..tar ga kelar".ujarku menengahi .Sebenarnya yang bermasalah itu Elma dan Dimas..semenara kami berempat tidak ada hubungannya cuma karena selama ini tidak pernah ada rahasia di antara kami berenam seolah olah kami menyembunyikan sesuatu dari tiga cowok tersebut .
"Tul itu Ri..,"jawab Wina perlahan dia juga takut Rangga akan melaporkan hal ini kepada kekasih Wina di Jerman karena Rangga adalah sepupu kekasih Wina.
"Ngga..ayo..kita mulai yukk..dimana nihh??Rayu Wina mulai berani dia menunjukkan tubuhnya keluar dari persembunyiannya .
Akhirnya senjata makan tuan.Semua mata menatap aku.
Mataku menatap mereka seolah olah bertanya kenapa??
"Mana lagi??sekre lagi penuh sama para Kabid,Perpus bentar lagi tutup,Masjid ga enak laah..tar di semprot Si Arul ketua Rohis,secara kita kan kalo kerja rusuh."Celoteh Donny.
"Yaa...rumah lo lah Ri.."Rangga menimpali sambil memainkan kedua matanya.
"Setujuuuuu"Koor yang lain serempak.
"Tapii.....,aku ragu..apa ibu masak banyak atau tidak hari ini.
"Kan lo yang bilang Neng..kalo kita butuh tempat yang seger..mana lagi kalo bukan rumah lo"Iya ga iyya ga??"Donny meminta dukungan.
"Tenang Ri..kita beli gado-gado mpo Tini tuh yang di gang depan "Celoteh Rangga yang paham.akan kondisi aku dan segera di amini oleh yang lain.Akhirnya jadilah kami berenam.kerumahku aqu .Sekelebat bayangan masalalu baru saja terlintas di benakku .Saat ini aku sedang berdiri di tempat parkiran dibawah pohon akasia yang semakin rindang SMA NUSA BANGSA setelah sekian puluh tahun tak lagi kujejaki kaki di sini.Sesak rasanya mengingat masa SMA yang penuh kenangan.Kini aku tidak pernah tau khabar mu Elma semenjak masalah itu terjadi.Hanya kata maaf yang bisa ku ucap.Maaf kan aku El..