Dimalam yang dingin, vani sedang berjalan menuju supermarket. Saat diperjalanan ia bertemu dengan sekelompok perampok. Vani pun ketakutan dan berteriak minta tolong.
Setelah itu muncullah pria dengan topeng dan jubah hitam. Pria itu mengalahkan para perampok sendirian. Vani pun langsung berterimakasih kepada pria tersebut.
Disaat vanii hendak menanyakan namanya, pria itu telah pergi. Vani pun penasaran akan identitas sang penyelamatnya.
Hari-hari berikutnya, saat vanii dalam bahaya. Pria itu selalu menolongnya. Hingga membuat vani penasaran. Suatu hari saat vani dalam bahaya, ia muncul lagi. Dan saat pria itu ingin pergi, vani bertanya.
"Siapa kamu sebenarnya?. Mengapa kamu selalu ada dan menolongku. Padahal aku saja tidak mengetahui siapa dirimu."
Pria itu diam sejenak lalu berkata "mungkin kamu tidak mengenaliku. Tapi aku begitu mencintaimu." Perlahan pria itu membuka topengnya. Saat melihat pria itu. Air mata vani pun mulai bercucuran. Vani langsung memeluk pria itu.
"Rudi, benarkah ini dirimu. Kau tahu, aku sangat merindukanmu. Kenapa engkau pergi."
"Maafkan aku vani. Aku telah bersembunyi dari mu. Aku melakukan ini karena aku hanyalah bayangan yang hanya bisa melindungimu tapi tidak memilikimu."
"Apa.. apa yang kamu bicarakan."
"Ya. Aku hanyalah bayangan. Diriku yang asli sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Aku tidak mau kamu terus menantiku. Aku ingin kamu bisa bahagian bersama yang lain.
Setelah itu, bayangan rudi perlahan menghilang. Vani terus menangis melihatnya. Tapi apalah daya, itu memang sudah menjadi takdir bagi cinta mereka berdua.