Namaku Shirine Putri. Panggil saja Shirine. Aku mempunyai seorang adik yang sangat lucu, Roni Putra namanya. Panggilannya Roni. Pada suatu hari, Roni sedang berkaca di sebuah cermin. Ya, itu adalah cermin Mamaku.
“Hey!! Kok kamu sama sepertiku? Siapa kamu? Jangan ikuti penampilanku, ya! Jelek!” tanya Roni. Namun, orang dalam cermin itu tidak menjawabnya.
Ketika Roni geleng kanan, orang itu mengikutinya. Ketika Roni geleng kiri, orang itu juga mengikutinya.
“Heh, kamu! Jawab! Ngapain kamu ikuti gayaku, hah?” tanya Roni lagi. Lagi-lagi, orang itu tidak menjawab.
“Dasar! Nyebelin!” ejek Roni. Sampai-sampai, Roni ingin sekali menghancurkan cermin Mama, untungnya aku datang.
"Roni, apa yang akan kamu lakukan?” tanyaku penasaran.
“Itu, kak! Orang itu yang ada di dalam cermin ngikutin aku mulu. Dia itu siapa?” jawab Roni.
“Itu kamu, Roni. Itu bayangan kamu. Cermin itu memancarkan bagaimana cara kamu berdandan,” kataku.
“Oh.. Ku kira, dia itu setan,” ucap Roni. Kami berduapun tertawa terbahak-bahak. Ah, Roni!