"Janji, ya. Sepuluh tahun lagi kita lihat hujan meteor sama-sama di sini." Joshua yang saat itu masih berusia sepuluh tahun membuat pinky promise dengan temannya, Hana yang juga berusia sepuluh tahun.
Joshua pergi ke Amerika mengikuti orang tuanya. Sedangkan Hana tetap berada di Indonesia.
Sepuluh tahun telah berlalu ...
Hana sudah berusia dua puluh tahun. Ia melihat foto dirinya bersama Joshua kecil.
Josh ...
Apa kau masih ingat dengan janji kita?
Hana bersiap dan pergi menuju tempat yang dijanjikan sepuluh tahun yang lalu.
Hana menunggu dan menunggu. Ia tidak melihat ada Joshua di tempat itu.
Joshua mungkin sudah melupakannya.
Bukankah sudah sepuluh tahun sejak hari itu.
Hana hendak pulang saat hujan meteor masih berlangsung. Ia kecewa. Penantiannya selama sepuluh tahun sia-sia.
"Kau mau ke mana?" Seorang pria memegang tangan Hana.
Hana langsung berkeringat dingin. Ia takut. Tapi ia memberanikan diri untuk melihat pria itu.
"Bukankah kita sudah berjanji akan melihat hujan meteor sama-sama?" ucap pria itu lagi.
Hana memperhatikan wajah pria itu dengan seksama.
Apa ia Joshua?
Kenapa ia jadi setampan ini?
Nggak mungkin.
"Aku rasa kau salah orang," ujar Hana.
"Kau lupa denganku? Aku saja masih mengingatmu."
"Kau siapa?" Hana merasa tidak mengenal pria itu.
"Hana ... Aku Joshua."