Di kediaman rumah nya Amber. telah mengadakan pesta keluarga dan para kerabat, masing2 mengenakan pakaian yang cantik dan formal. saling memperkenal kan diri dan memperkenalkan usaha pekerjaan masing2. semuanya adalah orang2 kaya yang berbisnis.
"bosen.. " kalisha berdiri di depan balkoni sendirian, sambil memandangi tamu2 yang datang.
"rata2 semuanya orkai2" ucapnya lagi saking bosan nya.
"lisha, ngapain kamu di sini. " Nisa sepupunya datang menghampirinya.
"lihatin orang aja. " ucapnya
"daripada kamu di sini, ayo ikut aku, aku kenalin ama cowok ganteng. " menuntun kalisha menemui cowok ganteng.
"eh malas lah nis. " enggan
"ayolah gak apa2" keduanya pun berjalan menuju seseorang yang lagi meminum air yg di bagikan para pelayan rumah.
"fikri..." sapa nisa
"eh nis, hi "
"kenalin nih, sepupu ku. "
"aku kalisha. " menyodorkan tangan
"aku fikri. " menyambut tangan nya
"banyak orangtua ya di sini" ucap fikri
"hahaha nama nya juga pertemuan orang2 bisnis " ucap nisa
"aku ke atas dulu yah" pamit kalisha
"nis, nape sepupu mu" tanya nya
"gak tau, tadi juga aku lihat dia melamun di atas balkoni kali aja dia ke balkoni lagi. " jelas nya
"oh "
malam tidak hening cuma hati terasa kosong, walaupun sudah berkenalan dengan yang lain tapi hati tetap kosong, sunyi sepi.
itulah pemikiran kalisha saat ini, lagi2 dia memandangi bebintangan yang ada di atas langit.
"benar gak yah, kalau taik bintang jantuh boleh di kabulkan permintaan. " ucapnya
"mitos tu. " seseorang membalas ucapan nya.
"eh fikri. " terkejutnya.
"ngapain kamu di sini. " tanya nya
"gak ngapain kok. "
"jangan mikir terlalu jauh. " berdiri di sebelah kalisha dan ikut memandangi langit2.
"gak juga, aku gak mikirin apa2 kok. "
"hello, jangan menipu diri sendiri dari raut wajah sudah ketahuan. " melambai ke muka nya dan ia menujuk ke arah muka kalisha sentak kalisha menjadi malu.
"apaan orang gak ada. " menyembunyikan muka nya.
"iihhhh malu2 dia. " tersenyum.
keduanya memandangi langit2 yang bertaburan dengan bintang2, walaupun baru kenal hati kalisha tiba2 menjadi tenang dan sepertinya tersenyum kembali.
"hei lis, mau dengar cerita aku gak. " ucapnya
"ada dia. "
"aku menyukai seseorang, tapi aku gak tau gimana cara ungkapin ke orang itu. "
"kok bisa? " tanya kalisha
"kamu ajarin dong aku, suapaya aku gak takut ngungkapin nya. "
"gimana caranya " cengir kalisha sambil garuk kepala yang gak gatal
"nah cuba kamu yang aku anggap aku suka, aku mau belajar mengungkap kan nya. " membalikan badan kalisha, keduanya saling memandang.
DUGGGGGG
"omg jantung ku berdegup, bukan dengan aku dia mau nyatakan,kenapa harus aku yang jantungan Tuhan tolong aku...
santai kalisha santai" bisiknya dalam hati.
"oke gini ya lisha, kamu adalah dia dan aku cuba ngungkapin oke. " ucapnya memegang kedua tangan kalisha.
"baiklah. " kaku
"kalisha, kamu percaya pada pandangan pertama gak aku melihat kamu dan aku merasa kan sesuatu yang berbeda, aku merasa ingin mengenal mu walaupun aku baru mengenali mu, mahu kah kamu menjalani percintaan dengan ku? " ucapnya dengan yakin
"ermmm wait wait wait, kenapa harus nama ku yang di sebut"
fikri tertawa kecil
"kamu terima gak? " ucapnya lagi
"ah binggung aku. "
"kan kamu tinggal jawab ia atau tidak kalisha"
"emmmm iii.... ia... "
"yesssss "
"loh kok yes. " binggung nya.
"kamu udah nerima aku. " senangnya
"lah, kan kamu lagi practise untuk ngungkapin nya. "
"yah orangtu adalah kamu. " memicit pipi nya
"aku.... " terpaku malu, lalu menutup wajah nya.
"hey jangan tutup dong, gak keliatan mukanya. " menepis kedua tangan nya dari wajah.
fikri mencium kening kalisha, sentak kalisha makin malu karena lelaki yang baru ia kenal menyukai nya pada pandangan pertama.
"wahhhhh, hujan meteor... " pandangan kalisha ke atas langit.
"your wish tercapaikan. " bisiknya di telinga kalisha, ia memandang ke arah fikri dan berfikir ,apakah dia lelaki yang di pertemukan untuk nya pada malam ini...
sekian terima kasih
harap cerita ku sambung, kalau gak nyambung harap maaf.
😁😁😁