Hari ini aku sedang bersantai seperti biasa. Ah mungkin lebih tepatnya rebahan seperti biasa di atas kasurku yang empuk sambil bermain ponsel pintar di tanganku.
Ting!
Suara chat dari whatsapp yang masuk mengalihkan fokusku yang tadinya asyik scroll beranda instagramku.
Secara otomatis tentu saja aku langsung mengklik chat yang masuk itu, apalagi karena pengirimnya adalah doi.
'Sayang, kamu lagi sibuk nggak hari ini?'
Sebuah pesan yang membuatku tersenyum sendiri di dalam kamar.
'Nggak kok yang, kenapa emang?'
Balasanku itu langsung mendapat centang dua biru yang artinya langsung dia baca atau mungkin dia masih membuka kolom chat denganku. Haha.
'Sayang kita kencan yuk.' Balasan secepat kilat darinya langsung membuatku membulatkan bola mataku dan terkekeh.
Ah rupanya si doi sedang ada waktu luang sehingga dia bisa mengajakku kencan seperti ini.
'Baiklah. Kau mau menjemputku jam berapa?'
'Kau tak menanyakan kemana kita akan kencan?'
'Memangnya kalau aku bertanya kau akan memberi tahu?'
'Tentu saja tidak akan kujawab rahasia.'
'Tuh kan! Aku sudah tahu jawabanmu. Jadi buat apalagi bertanya? Lebih baik aku segera bersiap. Kau juga, yang 😡!'
'Hehehe iya yang.'
Dan chat pun berakhir begitu saja. Aku sendiri mulai membersihkan diriku.
Ah kalau kencan mendadak begini aku suka bingung ingin memakai baju apa.
Bodolah. Aku pakai seperti biasa aja yang nyaman di aku.
Dan pilihanku jatuh pada jeans denim 3/4 dengan kaos warna peach polos yang ujungnya dimasukkan ke dalam celana jeansku. Kepalaku sendiri kuberi hiasan bandana warna putih dengan corak bunga-bunga kecil warna peach.
Sepatu yang kupilih jatuh pada sneakers putih bertali. Tak ketinggalan tas putih kecil kusampirkan di bahu.
Baiklah, aku rasa sudah cukup. Sekarang mari kita beralih ke muka. Kuolesi wajahku dengan sunscreen. Baru kulapisi bedak tabur dan terakhir bibirku cukup dengan liptint.
Ah fresh dan segar. Seperti yang kuharapkan.
Tingnong. Tingnong.
Suara bell di pintu membuatku cepat-cepat mengambil ponsel dan juga dompetku untuk kumasukkan ke tas kecilku dan berlari menyambuy dia yang sudah datang.
"Sayang, aku kangen. Muach." Sebuah kecupan dan rengekan kulontarkan begitu saja setelah berhasil membuka pintu dan melihat dirinya di sana.
"Ah sayang, seperti biasa kau selalu menawan meski pakaianmu selalu simpel. Hahaha." Ia berkata seraya melingkarkan tangannya memeluk pinggangku.
Kami pun berjalan sambil berpelukan menuju motor miliknya yang langsung dilajukan begitu aku naik..
Selama perjalanan kami diam dan menikmati waktu masing-masing. Aku sendiri sengaja tidak mengajak dia mengobrol sehingga dia bisa konsentrasi dan lebih memilih menikmati apa yang dapat ditangkap oleh mataku.
Mataku memicing saat sekilas kulihat motornya melaju menuju sebuah tempat yang selalu menjadi favoritku namun akhir-akhir ini belum sempat ke sana.
Ah mungkin hanya kebetulan, pikirku.
Namun siapa sangka ternyata motor ini justru masuk kesana dan diparkir di parkiran tempat itu. Begitu turun dari motor, dia langsung bertanya padaku.
"Bagaimana? Apa kau terkejut aku membawamu kesini?"
"Ya, aku sangat terkejut. Aku tak menyangka kau akan membawaku kesini. Astaga."
Refleks aku memeluknya erat.
Ia melepaskanku dan kemudian berkata sambil menatap lurus ke mataku.
"Lihat aku, aku tau kau sangat menyukai disini. Tapi kau tak berani meminta padaku bukan? Dengar sayang, aku adalah kekasihmu. Jika kau ingin kesini adalah tugasku untuk memenuhinya. Kuharap jangan sungkan lagi padaku oke?"
Air mata sialan yang tak bisa ku cegah itu tetap jatuh yang langsung dihapus olehnya. Aku tersentuh pada dirinya.
Aku tahu dia sibuk, tapi dia tetap meluangkan waktu untukku.
Aku tahu dia tak begitu menyukai tempat ini, akuarium ini tapi dia rela membawaku kesini agar aku senang
Aku tahu juga dia sebenarnya lelah tapi dia memaksakan diri demi menemaniku yang gabut ini ke sini.
Aku tahu aku tak akan bisa menampung lagi segala kebaikannya. Maka dari itu aku hanya bisa memberikannya segala yang terbaik yang bisa kuusahakan.
Tapi walau sudah kulakukan, dia masih akan melakukannya lebih lagi dan lagi kepadaku.
Sungguh aku berterimakasih pada Tuhan yang telah mengirim dia ke sisiku.
Dan kami pun berjalan bergandengan tangan menuju akuarium. Menikmati setiap waktu kebersamaan kami di dalam sana dengan dia yang mulai belajar menikmati akuarium saat bersamaku seperti ini.
FIN~~
A/N : Aku nulis kencan di akuarium ini sebenernya sedang berangan2 semoga suatu hari nanti doiku bisa membawaku ke sana. Hahaha. Bagaimana dengan kalian?