Bel pulang sekolah yang berbunyi selalu menjadi hal yang ditunggu-tunggu setiap siswa. Begitu pula dengan Jenny dan kawan-kawannya yang berada di ekskul yang sama dengannya yaitu Astrologi.
"Hei, kalian akan ke ruang ekskul dulu kan?" Teriak Jenny diantara keriuhan siswa yang bersemangat ingin segera pulang dan pergi ekskul.
"Tentu saja, karena kita ada yang perlu dibahas untuk malam ini." Jian balas berteriak ke Jenny mewakili yang lainnya yang sedang beberes barang mereka sebelum akhirnya berangkat ke ruang ekskul.
Di ruang ekskul Astrologi itu sudah berkumpul 5 anak yang terdiri dari 3 lelaki dan 2 perempuan termasuk Jenny.
Jian, ketua ekskul itu mulai mengumpulkan mereka semua di ruang tengah dan duduk melingkar.
Niatnya untuk memastikan kembali progress mereka untuk acara malam ini, yaitu melihat hujan meteor bersama-sama.
"Jadi Jenny, apakah kau sudah memastikan halaman belakang sekolah bisa kita gunakan nanti malam?"
"Sudah, kaichou (kaichou: ketua)."
"Baiklah, Ryu. Bagaimana denganmu? Apakah kau sudah memastikan seluruh peralatan untuk melihat hujan kita bisa digunakan? Seperti teleskop dan sebagainya?"
Lelaki berambut hitam legam dan memiliki mata sipit yang memiliki sebagian darah orang Jepang itu mengangguk dan menjawab dengan lugas, "semua sudah beres dan siap digunakan, kaichou."
"Bagus, bagus. Daniel, bagaimana denganmu? Apakah alat untuk dokumentasi kita sudah disiapkan?"
"Aman, kaichou. Bahkan kamera pun tinggal pasang aja nih."
"Baiklah, bagus sekali Daniel. Nah kau Rumi, bagaimana dengan persiapan cemilan kita untuk melihat hujan meteor ini?"
"Sudah jelas dong kaichou, aku sudah membereskan semuanya." Cewe bernama Harumi yang merupakan kembaran Ryu menjawab dengan semangat bahkan kedua jari jempolnya diangkat.
"Syukurlah. Kita berhasil mempersiapkannya. Baiklah kalau begitu kalian bisa istirahat sekarang dan nanti malam sekitar jam setengah tujuh kita akan berkumpul di halaman belakang untuk memasang peralatan dan yang lainnya. Agar kita bisa menikmati hujan meteor ini bersama-sama di tahun terakhir kita sekolah ini."
Serempak mereka semua menjawab, "Baik kaichou.
Ekskul Astrologi yang diikuti oleh Jenny ini memanglah ekskul yang hanya memiliki sedikit anggota.
Walau begitu, justru ekskul inilah yang paling terasa kekeluargaannya karena mereka juga sering menghabiskan waktu bersama dan saling ledek satu sama lain.
Salah satu agenda kebersamaan mereka seperti saat ini. Ketika ekskul lain memilih menunjukkan penampilan kepada publik sebagai hadiah perpisahan karena sudah berada di tingkat 3 dan akan segera lulus, mereka malah memilih untuk bersama-sama menonton hujan meteor yang kebetulan terjadi malam ini.
Walau begitu persiapan mereka memang sudah dari jauh-jauh hari makanya tak mengherankan.
Salah satu alasan juga yang membuat Jenny betah di ekskul ini daripada yang lainnya karena tidak ada senioritas, batasan dan sebagainya disini. Dia bebas menjadi dirinya sendiri tanpa perlu pusing memikirkan harus menjaga tata kramanya sebagai seorang pemula dan sebagainya.
Kemungkinan ini adalah acara terakhir mereka yang berkaitan dengan klub karena minggu depan mereka sudah akan melakukan ujian akhir setelah itu mulai memilih jalannya masing-masing.
Makanya mereka sangat bersemangat menyambut hujan meteor ini dan berencana banyak membuat kenangan indah disini karena ke depannya jelas mereka tak akan bisa melakukan hal seperti ini lagi dalam keadaan yang sama dengan saat ini.
Tak terasa saat yg dijanjikan pun tiba, Jenny berpamitan pada orang tuanya pergi ke halaman sekolah untuk melakukan kegiatan terakhir dari ekskulnya yang tentu saja langsung diizinkan.
Jenny berjalan sambil bersenandung sepanjang jalan. Ia memilih jalan kaki karena memang jarak antara rumahnya dan sekolah tak terlalu jauh.
Sesampainya ia di halaman belakang sekolah, ia bisa melihat semua temannya sudah mulai pada sibuk merapihkan segala macam yang mereka perlukan.
"Jenny, ngapain lu bengong disana? Cepet sini bantuin kita ini." Teriakan Harumi menyentak Jenny dan membuatnya berlari kecil ke arah mereka diiringi dengan tawa.
"Hahaha, iya Rumi-chan. Jennymu ini akan segera datang ke sana untuk membantumu! Hahaha"
"Sialan kau , Jenny! Kau pikir aku ini pasangan lesbimu?"
"Hahaha" Gerutuan Harumi disambut gelak tawa setiap manusia yang ada.
Akhirnya mereka selesai dengan segala persiapan dan tinggal menunggu momen hujan meteor yang akan muncul menurut perkiraan kurang lebih 5 menit lagi.
Kamera untuk dokumentasi pun sudah selesai dipasang dan mereka memilih untuk mulai merekam dari sekarang.
Jangan lupakan makanan yang telah disiapkan Harumi di depan mata mereka. Juga teleskop dan yang lainnya.
Mereka menunggu dengan sabar dan ketika hujan meteor itu dimulai, tidak ada seorang pun yang sanggup bersuara. Mereka hanyut terkagum dalam ciptaan Yang Maha Kuasa.
Hanya saja ketika sadar, mereka mulai mengambil kamera masing-masing dan mulai mengabadikan momen berharga yang langka ini.
Setelah hujan meteor itu selesai baru mereka duduk dan rebahan bersama di sana di atas rumput di halaman belakang sekolah mereka.
Namun tak berapa lama kemudian, Harumi dan Jenny mulai mengambil setiap makanan yang ada di hadapan mereka membuat para lelaki yang ada tidak mau kalah dan berakhir dengan perang makanan yang diiringi tawa.
Kebersamaan ini, tawa canda secara lepas ini, dan momen-momen seperti inilah yang pastinya akan mereka rindukan ke depannya.
Tapi seperti kata pepatah ada pertemuan maka ada perpisahan, maka Jenny tak lagi ambil pusing dan memilih menciptakan kenangan akan momen-momen mereka sebanyak mungkin agar bisa diingat kembali dengan senyum di wajahnya di kemudian hari.
FIN~~
A/N : adakah yang pernah melihat hujan meteor secara langsung? '-'