21 OKT 2021
DAY 2
KENCAN DI AQUARIUM
Akuariun ini sangat besar. Aku suka berjalan di bawahnya. Apalagi dengan kekasihku. Membuat kencan disini sangat indah.
Seakan kita berkencan dalam air yang jernih. Seperti para penghuninya itu yang juga menyukai apa yang tengah dirindukan nya tersebut. Seakan menjadi surge tersendiri bagi mereka. Tentunya tak selepas di alam nyatanya. Namun kejernihan air serta indahnya kondisi yang nyaman, membuat aquarium itu tak ubahnya taman bermain yang mengasyikkan.
Memang tak biasanya aquarium besar. Biasanya aquarium itu sebesar bak mandi, atau kotak hadiah natal saja. Yang isinya tak banyak. Ikan-ikan hias, semacam koki, koi, atau Cuma cupang yang saling beradu saja.
Yang lebih besar mungkin aquarium buat kura-kura air. Bisa labi-labi atau sejenis Frangklin, kura-kura Brazil. Kalau kura-kura semacam Galapagos, biasanya justru dilepaskan di kandang terbuka. Yang bisa berkeliaran di darat. Paling penyu laut itu yang bisa masuk di dalamnya. Sebab bisa membaur dengan ikan lain, serta kondisi airnya begitu tepat dikenakan padanya.
Walau kecil, aquarium seperti ini juga tidak murahan. Terkadang harganya menjangkau angka jutaan. Sehingga bagi para pengagum, semua itu akan menjadi kesukaan tersendiri. Guna mendapatkan yang unik-unik serta hobby yang lain dari rekan-rekannya yang lain. Tapi untuk yang satu kesukaan, maka akan membuat komunitas tersendiri yang bisa saja di suatu waktu saling bertemu serta memamerkan apa yang menjadi kebanggaannya itu, untuk terus saling memuji. Dan berikutnya bisa ikut kontes lomba akan sesuatu yang paling disukai serta paling berharga. Agar menjadi juara. Meskipun kalau tak menang, yang namanya hobby juga akan tetap menjadi kesukaan tersendiri kala sesama mereka bisa saling bertukar pengalaman bagaimana cara merawat sesuatu yang unik ini.
Disini dibuat semacam relung pada bagian bawahnya. Dimana orang-orang bisa berjalan di bawah itu. Dengan perlindungan kaca yang tebal dan kuat serta tak tembus oleh desakan air di dalamnya membuat lorong ini demikian mengagumkan. Serta menjadi pengalaman tersendiri kalau memasuki lorong itu. Seakan ikut membaur di dalamnya, namun bisa bergerak bebas. Sehingga akan menambah demikian asiknya berada dalam situasi yang berbeda jika dibandingkan berada di dunia nyata diantara para mamalia yang tak tahan air. Kini situasinya benar-benar dibawa menuju satu kondisi berbeda dengan nuansa laut yang anggun dan teduh dengan kebanggaan yang luar biasa akan indahnya ala mini.
Kemudian melihat-lihat ikan yang aneh-aneh. Ada gurita. Ikan hiu. Paus. Juga ikan pari. Serta macam-macam ikan yang lain. Dan yang paling aku suka adalah melihat ikan duyung. Meskpun besar da gendut, tapi legenda yang melekat di dirinya yang seakan membuat kami kangen.
Disamping ikan-ikan aneh, pada aquarium ini di isi dengan biota laut yang dibuat semirip mungkin dengan kondisi pada kedalaman samudera itu.
“Ya ampun! Ah…..”
Aku terdiam.
Entah mengapa aquarium ini bisa pecah. Barangkali saja ada retakan sebelum itu. Sehingga air yang kuat menekan pada titik itu. Dan lama kelamaan berhasil memecahkan retakan tersebut. Juga pada bagian dalamnya ada banyak binatang besar. Sehingga akan dengan mudah membenturkan badan kuatnya itu pada dinding kaca yang tebal tersebut.
Begitulah jeritan nyaring, saat ada gigi hiu menembus pinggangku.
Aku menjerit. Tak berdaya. Dia menyeretku ke dalam aquarium besar itu.