"Kamu tau gak? Banyak orang bilang, pelangi itu datang nya jarang jarang. Paling ya.. Kalau hujan deras berhenti menjadi rintik rintik. Itupun, kalau ada."
"..."
"Kalau aja mereka tau, pelangi itu selalu ada setiap hari setiap saat. Namun, kehadiran nya tak pernah di anggap. Sehingga orang orang mencari, " di mana kah pelangi menyembunyikan warna warna nya?"
____
"Tau lagu melukis senja nya budi doremi?"
"Tau."
"Tau makna nya gak?"
"Maksud nya?"
Elang memandang langit dengan senyum manis nya. Membuat Bintang yang melihat dari samping seketika memerah pipi nya.
Senyum Elang sangat indah. Melebihi senja yang mewarnai taman kota.
"Kalau aku ganti sedikit lirik nya, boleh gak?"
"Ganti lirik? Tapi 'kan, itu punya budi doremi. Kamu harus izin, dong."
"Harus banget ya?"
"Iya lah."
"-tapi, aku ga mau orang lain tau kalau bagian lirik yang bakal aku ganti beberapa kata di ketahui mereka yang berlalu lalang."
"..."
"Aku cuma mau, 'kamu aja yang dengerin ini. Yang lain jangan.' boleh?"
"..."
"Kalau itu mau kamu, silahkan. Telinga ku udah siap buat dengar lirik yang kamu ganti." Elang tersenyum. Ia berdehem untuk menghilangkan kegugupan nya. Tak lama, sebuah nada keluar dari mulut Elang. Membuat Bintang terdiam dan mendengar suara yang masuk ke dalam telinga nya dengan lembut.
Bintang menikmati setiap alunan yang keluar dari mulut yang biasa berucap manis itu.
'Izinkan ku lukis langit'
'Di isi dengan tujuh warna'
'Dengan tambahan wajah dirinya'
'Yang ku puja puja aaaaah..'
'Biar ku lukis langit'
'Dengan ia di samping nya'
'Sedang tersenyum menatap ku'
'Dengan manik cinta'
Bintang tertegun. Ia menatap manik mata Elang dari samping. Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum dengan senja yang menjadi objek nya.
"Lirik itu, aku revisi buat wanita di sebelah ku yang tak akan bisa ku gapai hati nya."
"..."
"Raga nya ada. Namun hati nya bukan berlabuh pada hati ku." Bintang terdiam. Perkataan Elang menusuk hati nya. Namun, tak dapat di pungkiri, bahwa perkataan pria di samping nya benar adanya. Di mulai dari sosok calon suami nya yang berkelahi dengan pria di samping nya, hingga sosok pelindung yang - secara tak sadar, mulai memperlihatkan kata 'menyerah' pada wanita pecinta hujan.
"Bi.. Kalau nanti kamu nikah sama dia, jangan lupain aku, ya? Kamu ga perlu anggap aku 'sosok pengagum rahasia' mu. Cukup anggap aku teman mu, maka aku akan bahagia karena aku merasa.. Bahwa aku memiliki seseorang untuk ku jadi kan sebagai tempat untuk bersandar. Walau pada akhir nya, tempat diri ku bersandar akan di ganti dengan yang lain."
___