“SEKALI LAGI, SELAMAT KEPADA BIANCA OLIVENDITA DEMETRE SEBAGAI JUARA SATU OLIMPIADE MATEMATIKA TINGKAT SMA SEKOTA NEW YORK!” Tepuk tangan dan sorakan begitu ramai saat bianca berjalan ke atas panggung.
***
“Nak, bangun nak sudah jam 6, nanti kamu kesiangan loh” Kata mama.
“HAH JAM 6?!” Sontak bianca langsung beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
Setelah siap siap bianca langsung bergegas menuju sekolah. Tentu saja dengan sepeda motor kesayangannya. Di perjalanan bianca sedikit panik karena takut terlambat sampai sekolah.
“Huh, untung aja belum telat” Kata bianca dalam hati setelah sampai di depan gerbang sekolahnya.
Walaupun hanya seorang anak yang terlahir di keluarga sederhana, itu tidak membuat bianca melupakan mimpinya. Justru ia semakin giat dalam belajar agar semua cita citanya dapat terwujud. Dan, seperti biasa, sebelum kelas dimulai bianca pasti akan membaca buku terlebih dahulu untuk mengulang materi sebelumnya. Ketekunan dan semangat bianca dalam belajar selalu menjadikannya sebagai juara kelas. Bahkan saat SMP bianca menjadi lulusan terbaik di angkatannya.
"JAM PELAJARAN AKAN DIMULAI DALAM 5 MENIT” Bel berbunyi untuk memulai pelajaran.
“Bianca, nanti kamu temui ibu di kantor ya setelah pelajaran bu Nerissa” Kata bu Amalia kepada bianca yang sedang mencatat materi di papan tulis.
“Baik bu” Jawab bianca sambil mengangguk kepada bu Amalia.
Langsung saja bianca menuju ke kantor untuk menemui bu Amalia. Tentu saja setelah selesai mencatat semua materi di papan tulis.
"Selamat Pagi Bu, tadi ibu meminta saya untuk temui ibu, ada apa ya bu?” Tanya Bianca kepada bu Amalia.
“Jadi, ibu mau kamu mewakili sekolah di Olimpiade Matematika tingkat kota. Kamu bisa kan?” Jawab bu Amalia.
Betapa terkejutnya Bianca setelah mendengar jawaban bu Amalia tadi. Bagaimana tidak? Dia baru saja diminta untuk mewakili sekolah di Olimpiade tingkat kota. Senang pastinya. Tapi dalam hati Biancaa terbesit keraguan akan kemampuan yang dimilikinya. Ia takut akan mengecewakan guru, sekolah, dan orangtuanya.
"Lombanya diadakan 2 minggu lagi, jadi kamu masih ada waktu untuk berlatih ya Bianca” Ucap bu Amalia.
Bianca sedikit terkejut saat mendengar bahwa lombanya akan diadakan 2 minggu lagi. Sedangkan ia membutuhkan waktu lebih untuk mempelajari semua materi. Bianca jadi semakin ragu untuk mengikuti Olimpiade tersebut.
“Maaf bu, nanti saya pikirkan lagi ya bu tentang ini” Ucap Bianca kepada bu Amalia.
“Oh ya sudah, boleh dipikirkan dulu. Tapi jangan lama lama ya, nanti ibu akan pilih siswa lain kalau kamu lama mempertimbangkannya” Jawab bu Amalia dengan tegas.
Di perjalanan pulang Bianca terus memikirkan hal ini. Di satu sisi, ia mau mengikuti Olimpiade tersebut. Tapi di sisi lain, ia takut kalau hasilnya akan mengecewakan.
Sesampainya di rumah Bianca berbicara kepada ibunya tentang Olimpiade tersebut.
“Loh, kenapa ragu? Mama yakin kamu bisa. Lagipula menang atau tidak menang itu hal yang wajar. Kalaupun kamu nanti tidak menang, jadikan itu sebagai pacuan kamu dalam belajar supaya lebih semangat lagi. Kesempatan itu gak datang dua kali nak, selagi kamu diberi kesempatan kenapa tidak? Ya kan?” Kata Mama kepada Bianca.
“Ibu benar, kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya” Batin Bainca.
Keesokan harinya, Bianca menemui bu Irna untuk memberi tahu bahwa ia setuju untuk mengikuti Olimpiade tersebut. Sudah tidak ada keraguan di hati Bianca, dia harus yakin bahwa ia bisa dan menyerahkan yang terbaik untuk Olimpiade kali ini.
Hari demi hari berlalu, kini Bianca sudah siap dengan segala persiapannya dalam dua minggu ini. Dan esok adalah hari yang menantang untuk Bianca, karena besok Icha akan mewakili sekolahnya untuk berkompetisi di Olimpiade tingkat kota.
Keesokan harinya..
“Ibu, Bianca berangkat dulu ya, doain semoga bisa bawa pulang pialanya hehehe” Pamit Bianca kepada Mama Bianca.
“Iyaa, aamiin, semoga lancar ya nak. Hati hati di jalan” Jawab ibu sambil tersenyum.
Bianca datang ke Olimpiade dengan bu Irna sebagai pendampingnya. Sebentar lagi lomba akan segera dimulai. Dan tidak terasa sesi demi sesi sudah Bianca lewati. Dan Icha berhasil masuk 10 besar untuk dilanjutkan ke final.
Sesi final pun dimulai. Kini Bianca sedang berjuang untuk membanggakan sekolahnya.
Dan, kini tibalah saatnya pengumuman juara.
“SELAMAT KEPADA EVELYNA ĹALBERTO SEBAGAI JUARA HARAPAN 1” Ucap MC diatas panggung.
“DAN, UNTUK JUARA PERTAMA SELAMAT KEPADA BIANCA OLIVENDITA DEMETRE SEBAGAI JUARA 1 OLIMPIADE MATEMATIKA TINGKAT SMA SEKOTA NEW YORK” Ucap MC sambil tersenyum bangga.
Bianca tersenyum bangga seraya naik keatas panggung. Di pasangkannya medali di leher Icha oleh bapak walikota. Bianca juga mendapat piala dan piagam perhargaan. Bu Amalia tersenyum bangga kepada Bianca yang berada diatas panggung.
“Selamat yaa Bianca! Ibu gak salah pilih kamu untuk wakili sekolah” Ucap bu Amalia dengan bangga.
Setelah lomba selesai, Bianca segera pulang ke rumahnya karena tidak sabar ingin memberi kabar baik kepada ibunya tercinta.
"Puji Tuhan nak, mama bangga banget sama kamu. Selamat ya!” Kata mama sambil memeluk Bianca.
“Puji Tuhan mah, berkat mama bianca jadi yakin kalau bianca bisa. Terima kasih ibu udah selalu dukung Bianca” Jawab Bianca dengan terharu
Bianca berhasil membuat guru, dan orangtuanya bangga, juga memberi nama baik sekolah atas prestasi yang diraihnya. Bianca belajar bahwa kita harus yakin dengan diri kita sendiri, bahwa kita bisa. Jangan biarkan pikiran negatif terus menerus ada di pikiran kita. Terus semangat dalam mengejar mimpi dan cita cita, dan yakin bahwa kita bisa mewujudkannya.
BIANCA OLIVENDITA DEMETRE × BIANCA
NERESSIA KENNYNA × BU NERESSIA
LADYNA OLIVIA × MAMA BIANCA
AMALIA LANE NELSON × BU AMALIA
EVELYNA ĹALBERTO × PEMENANG JUARA HARAPAN 1
::::::SELESAI:::::::