Di suatu pagi yang cerah. Seperti biasanya rima berangkat sekolah dengan ceria. Tas merah yang digendongnya serta botol minum berbentuk pinguin menambah aura keceriaan dan kegembiraan. Kini rima sudah kelas 2 SMP.
"selamat pagi semuaaaa!!" ucap rima dengan semangat saat tiba di kelas.
"Hai rima,pagi jugaaa!!" ucap sahabatnya naura yang menyautnya.
"Btw emangnya kamu udah ngerjain pr matematika yang di kasih pak Adi??"
"udahh dong!! bentar, bentar kamu pasti mau nyontek jawaban ku kan?" ucap rima sambil sedikit tertawa.
"ihhh kamu tau aja deh" ucap Naura menahan malu.
"santai aja.. nih bukunya!! oh iya bagaimana keadaan ayahmu? dia udah pulang setelah kabur dari rumah minggu lalu??" ucap rima
"sebenarnya kemarin ayah udah pulang ta..tapi.." ucap Naura sambil menahan tangis.
"Tapi kenapa??" ucap rima penasaran.
"ta..tapi ayahku pulang dengan menggengam map berisikan surat cerai dan memaksa ibu menandatangani nya.. ayah sampai membenturkan ibu kemeja saat itu. a..aku hanya bisa terdiam di balik sofa" ucap naura dengan mata berkaca.
" kamu yang sabar yaaa.. kan masih ada aku!" ucap mira sambil mengelus punggung naura.
"kau memang sahabat terbaiku rima" ucap naura sambil menangis.
"udah..cup..cup.. malu loh di liatin adik kelas" ucap rima sambil menahan tawa.
pelajaran pun akhirnya di mulai......
"naura silahkan kamu maju kedepan dan menuliskan jawabanmu!!" ucap pak Adi
"aduhh bagaimana ini.. mana aku gak paham soalnya lagi..." ucap naura dalam hati
walaupun dengan tangan bergetar dan rasa panik naurapun tetap maju dan menulis jawaban sebisanya.
"bagus naura!! namun sayangnya jawabanmu masih kurang tepat! ada yang mau membenarkan jawaban naura??" ucap pak Adi
naurapun menahan malu,namun tiba-tiba rima angkat tangan dan ingin membenarkan jawaban naura.
"bagus rima!! jawabanmu betulll" ucap pak Adi sambil tersenyum
pelajaranpun terus berlanjut.. hingga bel pulang berbunyi....
"kring...kring...kring.." bunyi lonceng pulang
"yeay pulang!! oh iya naura habis ini main di rumahku yukk!!!" ucap rima dengan semangat
"tadinya aku juga berpikir begitu karena pasti suasana di rumah sedang tidak baik-baik aja" ucap naura sedih
"udah..gak usah di inget lagi.." ucap rima
"iya,makasih ya... oh iya makasih juga buat yang tadi udh bantuin aku klo gak ada kamu entah jadi apa aku tadi.." ucap naura
"santai aja, ha..ha..ha.." ucap rima sambil tersenyum
"gimana sih caranya bahagia??" ucap naura tiba-tiba di tengah jalan
"Bahagia??? ha..ha...ha" ucap rima dengan wajah yang tiba-tiba murung.
"ri..rima ke..kenapa?? aku salah omong??" ucap naura kaget.
"yaa semua orang mungkin melihatku seperti orang yang paling bahagia di dunia!!! namun.. memang aku suka keceriaan" ucap rima sambil tertawa terbahak-bahak
"ihh rima!! aku kira kamu kenapa-napa" ucap naura yang ikut tertawa lepas.
"Ya udah ayo lanjut jalan!! ini pertama kalinya aku liat kamu tertawa lho Naura... memang ya... buat orang bahgia itu akan membuat kita juga ikut bahagia." ucap rima dengan tersenyum
"ya udah ayo.. kamu itu bisa aja!!" ucap naura.
merekapun melanjutkan perjalanan ke rumah rima dengan hati bahagia....
setibanya di rumah.....
"tok...tok...tok permisi..." suara menggedor pintu.
"rimaaaaaa!!! kamu itu...!" ucap ibu rima yang membuka pintu sambil membawa sabuk.
"h..hai tante selamat siang saya naura temannya rima" ucap naura.
"oh hai temennya rima ya... masuk-masuk" ucap ibu rima dan langsung masuk kedalam.
"udahh ayo masuk! gak usah malu!" ucap rima
"tadi ibu kamu kenapa kok kyk marah gitu?" ucap naura.
"udah gak papa santai aja..." ucap rima
"maaf...ya rumahnya kotor tante belum sempat bersih-bersih tadi..." ucap ibu rima.
"iya tante gak papa..saya yang harusnya minta maaf berkunjung mendadak.." ucap naura.
"udh naura...ayo langsung masuk ke kamarku aja" ucap rima.
saat di kamar...
"kamu beneran gak papa kan?? soalnya tadi mama kamu sampe bawa-bawa sabuk..." ucap naura
"gak papa kok..mungkin tadi lagi bersih-bersih" ucap rima
"ya udah deh klo kamu memang gpp... sekarang kita mau ngapain??" tanya naura
"gimana klo kuta ngerjain pr yang tadi di beri pak Adi??" tanya rima memberikan pendapat.
"boleh tuhhh... ayok! lets go!!" ucap naura
"lets go" ucap rima
setelah 2 stengah jam....
"huhhh... akhirnya selesai" ucapan lega naura.
"iya nihhh..." ucapan lega rima.
"klo gitu aku pulang dulu ya rim.." ucap naura berpamitan
"lho gak main/istirahat dulu kamu??" ucap rima
"gak usah ahh.. takut ngrepotin dan kyknya aku juga udh di tungguin di rumah..." ucap naura
"ya udah dehh klo kyk gitu aku anterin kamu ke depan ya!!" ucap rima
setelah di halaman rumah...
"byeeee... kapan-kapan mampir lagi ya nau.." ucap rima.
"pasti dong.." ucap naura yang di susul oleh tutupan&kuncian pintu
belum sampai naura berjalan ke depan tiba-tiba terdengar..
"udh berani kamu yaa!!!" ucap seseorang marah di dalam rumah rima.
"bu..bukan gitu tan!! buk..buk...buk(suara pukulan)"
"kamu itu anak pungut!! gak usah macem-macem di rumah ini bruakkkkk(suara piring pecah)"
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" teriakan naura terdengar jelas di luar sehingga menarik perhatian naura.
"ingat ya!! kamu itu bukan anak kandung saya!! kamu itu cuma anak dari lelaki tua kaya yang bentar lagi mati!! bruakkkk(suara barang-barang jatuh)"
"udh diemmm kamu!! klo sampe ada yang tau soallll ini!! saya pukul kamu!! cetarrr(suara sabetan sabuk)"
"am..ampun tante" suara rima di sertai tangisan dan jeritan.
"ja..jadi tadi itu mama tiri rima?? ini gak bisa di biarin!!!" ucap dalam hati naura sambil menguping.
keesokan nya di sekolah....
"ada apa sama rima tumben nagis"
"haaa rima nangis?? pasti ada apa-apa"
"ri..rima kamu gak papa kan??"
"wahhh parah!!"
"ri..rima kenapa matamu bengkak?? kamu abis nangis??" tanya naura
"ng..ngak kok, mungkin gara-gara telat bangun jadi masih ngantuk" ucap rima menahan tangis.
"kamu udh gak bisa boong rima aku udh tau semuanya!!" ucap naura.
"ka...kamu nguping??" tanya rima yang masih menahan air mata
"suaramu terdengar di luar jadi otomatis aku ikut mendengar" ucap naura
"jangan kasih tau siapa-siapa plissss!!" ucap naura yang masih menahan air mata
"topengmu udh retak rima!!" ucap naura..
rima yang tak bisa menahan air mata pun langsung menangis lepas di pelukan naura...
"udah cup....cup" ucap naura menenangkan
"aku gak tau mau menceritakan masalah ini ke siapa karena aku di ancam!!! dan aku mohon agar kejadian ini gak kamu bocor in ke siapa-siapa" ucap rima sambil menangis.
"ini udh gak bisa di biarin!!! badanmu yang luka bisa di jadikan bukti ke polisi!!" ucap naura penuh amarah.
para guru yang melihat keadaan naura pun akhirnya setuju untuk membawa masalah ini ke dalam hukum sehingga akhirnya ibu tiri rima tertangkap.
Kini akhirnya rima bisa di selamatkan dan di rawat di rumah sakit sedangkan naura di beri penghargaan karena sudah berhasil membongkar kasus ini.
TAMAT.