Di pagi yang sibuk ada seorang pemuda yang membelah padatnya jalanan perkotaan dengan motor kesayangannya, pemuda itu adalah Ray seorang pemuda yang hendak menjemput sang kekasih yaitu Agatha. Menjemput Agatha sudah kebiasaan bagi seorang Ray
sejak berpacaran dengan gadis itu selama setahun belakangan.
Setelah melewati perjalanannya sampailah Ray di depan rumah Agatha. Terlihat sosok Agatha yang sudah berdiri di depan rumahnya untuk menunggu kedatangan Ray.
"pagi cantik"sapa Ray dengan menampilkan senyum manis nya
"lama banget sih,capek tau nunggu nya"omel Agatha dengan menampilkan wajah cemberut nya
"maaf ya cantik tadi jalanan macet banget"
"jangan marah dong nanti cantiknya hilang"lanjut Ray dengan mencubit pipi Agatha
"yaudah ayo berangkat,udah mau telat nih"jawab Agatha
Lalu keduanya pun pergi meninggalkan pekarangan rumah Agatha dan menuju ke kampus.
Setelah sampai di kampus, Agatha pun langsung turun dari motor tersebut disusul dengan Ray dibelakangnya menuju ke taman fakultas untuk menyaksikan penampilan dari anak-anak jurusan seni sastra atau jurusan yang diambil oleh Ray.Pertunjukan demi pertunjukan dari mereka pun sudah selesai di tampilkan.
Tiba-tiba Ray berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju panggung,semuanya terpikat oleh ketampanan Ray yang sedang duduk di bangku yang berada di atas panggung untuk menyanyikan sebuah lagu
"lagu ini untuk perempuan yang sudah menjadi ratu dihatiku yang mengisi hari-hari ku,this song is for you Agatha"
kutemukan arti cinta
diwaktu hidup denganmu yang tak terduga
bila waktu izinkan kita menua bersama
dimataku indah mu tetaplah sama
bagaimana bisa aku jatuh cinta
berulang kali,berulang kali pada orang yang sama
hoo-oh,huu-uh-uuhh
Setelah mendengarkan lagu yang dinyanyikan oleh Ray,Agatha sadar akan kesalahannya yang tidak bisa mencintai lelaki sebaik Ray dan berniat untuk jujur terhadap Ray hari ini.
Sepulang dari kampus,Agatha meminta untuk ke taman dahulu sebelum pulang kerumah.Dan disinilah mereka sekarang,di taman tempat Ray mengungkapkan perasaan nya setahun yang lalu,dengan keberanian nya Agatha berniat untuk jujur saat ini juga kepada Ray.
"kenapa ngajak kesini?"tanya Ray menatap Agatha
"sebenarnya aku mau ngomong sesuatu sama kamu,yang selama ini aku tutupi"jawab Agatha sedikit ragu
"maaf Ray, sebenarnya selama ini aku belum bisa sayang sama kamu karena aku masih menaruh harapan sama Michael"lanjut Agatha dengan tatapan sendu menahan tangisannya
"aku udah tau kok kalo kamu nggak sayang sama aku,aku pikir usaha aku selama ini untuk membuat kamu sayang sama aku akan membuahkan hasil tapi ternyata aku salah"jawab Ray masih dengan senyum manisnya
"maaf Ray,aku akan berusaha lagi untuk sayang sama kamu"jawab Agatha dengan suara yang bergetar karena menangis
"hey jangan nangis dong,nanti cantiknya hilang loh"jawab Ray mencoba menenangkan Agatha yang masih sesenggukan dalam pelukan nya
"Agatha satu-satunya perempuan yang bisa bikin Ray nyaman,walaupun Agatha belum bisa sayang sama Ray"
"makasih ya udah hadir di hidup Ray,Agatha jaga diri baik-baik ya Ray nggak bisa ngejaga Agatha terus"ucap Ray dengan senyum perih nya
"kenapa kamu ngomong gitu,aku sedang mencoba untuk bisa sayang dengan tulus sama kamu,jangan pergi tinggalin aku"jawab Agatha semakin terisak karena ucapan Ray tadi
"Ray punya sesuatu buat Agatha,I Love You Agatha Belinda Caroline tugas Ray disini udah selesai jaga diri baik baik cantiknya Ray"ucap Ray semakin melemah
Agatha membeku di tempat,rasanya hatinya seperti dihantam oleh batu besar hingga terasa sangat sesak di dada nya sampai dia sadar bahwa lelaki tersebut menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan nya
"Ray bangun jangan tinggalin aku"
"Ray!!"teriak Agatha histeris diiringi dengan tangisan yang memilukan bila didengar.
Tanggal 20 Februari di hari pemakaman Ray tersebut terdapat dua wanita yang merasa sangat kehilangan atas kematian Ray,mereka adalah Rani atau ibu dari Ray dan Agatha kekasih Ray.Tangis isak kedua wanita itu sangat memilukan bagi siapapun yang mendengarnya dan seketika langit mulai mendung akhirnya mereka pun pulang.
Sesampainya dirumah Agatha membuka kotak yang diberikan oleh Ray tepat di hari kematian nya,ketika melihat isi didalam kotak tersebut tangis Agatha pun kembali pecah.Kotak tersebut berisikan foto-foto kenangan mereka yang tersusun rapi di dalam album foto dan sebuah flashdisk yang berisikan video dari Ray dan biarlah hanya Agatha yang mengetahui isi dalam video tersebut.
Dan seketika itu pula muncullah rasa penyesalan yang sangat besar dalam hati Agatha,jika Agatha tau bahwa dirinya adalah wanita terakhir dalam hidup seorang Ray,maka dia akan berusaha untuk selalu membuat Ray bahagia bukan malah memberikan luka dihati nya.
Sekarang hanyalah tinggal penyesalan dan penyesalan yang bisa Agatha sesali atas perbuatannya sendiri yang tidak dapat diperbaiki.Sekarang Agatha tau pentingnya menghargai ketulusan seseorang sebelum orang itu pergi meninggalkan kita.
"Ray, terimakasih selalu ada untuk ku walaupun kamu tau aku belum mencintaimu waktu itu,aku menyesal Ray tapi semua itu sudah terlambat,selamat jalan Ray Arnlod Bagaskara aku mencintaimu walaupun itu telat"ucap Agatha dengan isak tangis yang masih meluncur dari mulut nya.